
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Tanda Allah mencintai hamba-Nya adalah dengan mengujinya. Seringkali Allah menguji kita di saat yang tak kita duga dan dalam kondisi yang tak bisa kita prediksi.
Dan biasanya yang Allah akan uji adalah titik terendah kita. Kelemahan terbesar kita yang seringkali melalaikan kita dari-Nya.
Bisa jadi itu masalah perasaan yang bukan pada tempatnya. Bisa jadi masalah pekerjaan. Kehilangan sesuatu atau orang yang berharga dalam hidup kita, dan masih banyak lainnya.
Setiap orang pastilah memiliki ujiannya masing-masing dengan level yang berbeda, tergantung kesanggupannya. Namun yang membedakan orang yang beriman dan tidak adalah bagaimana dia menyikapi ujian tersebut.
Apakah mau bersabar dan bersyukur serta menghadapi ujian ini dengan iman. Atau malah mengerutu dan menyalahkan keadaan?
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Setelah mendapatkan restu dari ibu angkatnya, Alisha sudah terlihat jauh lebih tenang. Walaupun sebenarnya ia masih kepikiran pada orang tua kandungnya. Namun setelah ia mendapatkan penjelasan dari petugas kantor KUA, bahwasanya
seorang janda, tak harus menikah dengan walinya. Dan ia tetap bisa menikah dengan wali hakim, hal itu merujuk pada dalilnya dalam Firman Allah yang artinya :
__ADS_1
"apabila perempuan dithalaq lantas sampai iddahnya maka janganlah kamu (Para wali) mencegah mereka kawin dengan laki-laki itu apabila mereka sudah suka sama suka dengan cara yang sopan" ( Q. Al-Baqarah : 232 )
Dan petugas tersebut juga, menyelipkan sebuah Hadits yang menyebutkan bahwa wali tidak mempunyai hak lagi anak yang sudah berstatus janda, dan hal itu seperti yang dikatakan didalam sebuah Hadits.
Rasulullah ﷺ bersabda :"Wali tidak mempunyai kekuasaan atas perempuan janda". (HSR Abu Daud). Maksudnya bahwa wali tidak bisa mencegah dalam urusan kawin perempuan janda yang dalam tanggungannya.
Setelah mendapatkan penjelasan dari salah satu Ustadz yang bertugas disana. Akhirnya Alisha pun setuju, ketika Gibran, meminta izin padanya untuk segera mengijabnya. Dan karena tak ingin menunda-nunda lagi, Gibran langsung meminta pada penghulu untuk segera memulai acara ijabnya. Dan sesuai keinginannya akhirnya acara ijab pun dimulai. Lalu dengan satu tarikan napas disertai dengan suara yang lantang, akhirnya Gibran berhasil mengijab Alisha, dan langsung disambut dengan kata..
"Sah!" ucap para saksi yang ikut menyaksikan acara pernikahan Gibran dan Alisha. Dan kini mereka telah dinyatakan resmi sebagai pasangan suami-istri yang yang halal, oleh petugas yang berkerja di kantor KUA tersebut. Bahkan mereka juga sudah mendapatkan buku nikahnya.
"Alhamdulilah, sekarang kamu sudah ganti status. Selamat ya Nak, akhirnya kamu sudah tidak berstatuskan Janda lagi. Karena sekarang kamu sudah berstatuskan seorang istri, dan semoga pernikahan kalian mendapatkan keberkahan dari Allah, dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah, Aamiin" ucap Suminah seraya ia memeluk tubuh Alisha. Ketika mereka semua sudah berada di luar kantor KUA tersebut.
"Aamiin ya Allah, terimakasih banyak ya Mbok," balas Alisha merasa terharu. Karena sudah pasti setelah ini ia akan berpisah dari Mbok Suminah. Karena memang sudah seharusnya, seorang istri akan mengikuti kemana pun suami mengajaknya.
"Hiks.. Lisha sedih, Mbok..hiks.. kayaknya baru kemarin, Lisha tinggal sama si Mbok, tapi sekarang harus berpisah lagi, hiks.." balas Alisha, yang terlihat ia kembali memeluk Suminah.
"Owalah Nduk-nduk, kok malah mewek, sih. Lagian si Mbok juga nggak kemana-mana kok Nduk, jadi kalau kamu kangen, tinggal datang sajakan ketempat si Mbok. Emangnya nggak boleh ya sama suami kamu?" tanya Suminah, seraya matanya melirik kearah Gibran yang kebetulan tak berapa jauh dari mereka. Bahkan ia juga sedang melihat ke arah mereka. Dan otomatis ia juga mendengar pembicaraan mereka. Dan di saat ia mendapatkan lirikan ia langsung tersentak.
"Eh! Boleh, boleh kok Bu! Lisha boleh kapanpun ke rumah Ibu!" balas Gibran dengan spontan, padahal Suminah sedang tidak bertanya padanya. Namun karena mendapatkan lirikan yang sedikit tajam. Gibran merasa sendiri dan makanya ia menjawab sebelum ditanya.
__ADS_1
"Bagus! Kamu Ingat itu ya? Dan Kamu juga harus ingat ya, janji kamu sama si Mbok dan juga Nenek kamu! Untuk tidak menyakiti Alisha! Awas saja kalau, si Mbok dengar kamu bikin anak si Mbok yang cantik ini sampai menangis! Si Mbok tidak akan tinggal diam, karena si mbok akan membejek-bejek kamu digilingan Gado-gadonya si Mbok! Jadi ingatlah itu!" ujar Suminah, dengan nada sedikit mengancam pada Gibran. membuat Gibran, sedikit bergidik mendengar ancamannya.
"Eh! Iya Mbok! Saya ingat kok, dan saya juga tidak akan menyakiti Lisha kok Mbok! Saya janji!" balas Gibran, sedikit takut pada Mbok Suminah. Karena ternyata ia sempat menyuruh Ray, untuk menyelidiki Mbok Suminah. Yang ternyata ia adalah seorang jawara silat wanita yang cukup terkenal di jamannya. Bahkan, saat ini ia masih mau mengajarkan ilmu bela diri pada orang yang ingin belajar padanya, termasuk Alisha.
"Baguslah! Sekarang kalian pergilah kerumah sakit. Pasti saat ini Nenek kamu sudah menunggu-nunggu kalian berdua," ujar Suminah, seraya ia melepaskan pelukannya terhadap Alisha.
"Baiklah Mbok, kalau begitu Lisha pamit ya Mbok," balas Alisha, seraya ia menyalami tangan Suminah serta mengecupnya.
"Iya Nak pergilah," balas Suaminah seraya tersenyum lembut pada Alisha.
"Saya juga pamit ya Mbok," kata Gibran juga seraya ia juga menyalami tangan Suminah, tanpa menyiumnya.
"Iya, pergilah Nak, sekali lagi si Mbok titip Alisha ya, jangan pernah membuatnya menangis, kamu paham!" balas Suminah dengan tegas.
"Paham Mbok! Kalau begitu kami permisi, Assalamu'alaikum," ucap Gibran, yang tampaknya ia sudah ingin cepat-cepat pergi dari sana.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu," balas Suminah. Dan setelah mendapat jawaban dari Suminah, Gibran dan Alisha langsung memasuki mobil mereka. Dan tak berapa lama, mobil pun langsung melaju meninggalkan Suminah yang terlihat masih memandangi kepergian mobil yang membawa Alisha.
"Ya Allah, tidak ada yang kebetulan didunia ini. Semuanya pasti adalah rencana-Mu. Karena itu, limpahkanlah kebahagiaan, pada anak wedokku Alisha. Dan semoga Gibran menjadi suami yang penuh tanggung jawab, serta penyayang istri. Sehingga ia tidak akan pernah berniat menyakiti anak wedokku. Aamiin ya Allah," gumam Suminah, menyempilkan doa tulus untuk Alisha dan Gibran.
__ADS_1
...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰