
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Maka, jangan pernah putus asa kepada diri sendiri jika belum bisa jadi baik.. Dan jangan mudah merendahkan orang lain yang hari ini masih belum baik. Karena kita tak pernah tahu apa yang terjadi dengan takdirnya esok hari.
Orang yang hari ini kita hina dan kita anggap buruk, bisa jadi suatu saat.. kau membutuhkan bantuannya. Berbaik sangkalah.
Karena, seburuk-buruk keadaan manusia itu, adalah ketika ia menjauh dari Rabb-nya. Tak peduli apakah ia sedang senang atau susah. Sedang kaya atau miskin.
Begitu seorang hamba menjauh dari Allah Azza wa Jalla, di situlah keburukan yang sebenarnya terjadi. Dan itulah titik terendahnya kehidupan.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Gibran terlihat begitu puas karena pada akhirnya ialah yang mendapatkan mahkotanya Alisha. Padahal ia tahu kalau istrinya adalah seorang janda. Dan setahunya juga, biasanya seorang janda, otomatis sudah tidak memiliki keperawanannya lagi. Karena pastinya ia telah terjamah oleh mantan suaminya. Namun ternyata istrinya berbeda dari yang lainnya.
Yaa, walaupun Alisha sudah berstatuskan Janda namun keperawanannya ternyata masih utuh. Makanya Gibran amat bersyukur sekali, setelah mengetahui, ternyata dirinyalah, orang yang pertama kali mendapatkan keistimewaan itu. Saking merasa bahagianya ia hari itu, membuat ia tak lepas menatapi wajah istrinya yang terlihat masih terlelap, akibat kelelahannya.
"Humm.. kayaknya dia benar-benar kelelahan deh. Lihat saja, tidurnya sudah seperti seorang bayi yang tidak memiliki dosa, polos banget sih dia?" gumamnya, sambil ia tersenyum gemas saat melihat wajah istrinya yang sedang tertidur.
"Aah.. iya! Lishakan belum makan siang? Tadikan maksudnya setelah aku masak, mau mengajaknya makan siang. Eh rupanya dia ketiduran, pas dia udah bangun akunya yang malah lupa! Karena.. Akh.. kenapa aku tadi buru-buru banget sih jadinya dia nggak makan deh!" gumamnya lagi, terlihat sedikit ada penyesalan dari raut wajahnya.
__ADS_1
"Aah.. sudahlah! Biarkan dulu dia tidur beberapa menit lagi. Soalnya dia kecapean banget kayaknya. Ya sudah aku sebaiknya mandi dulu deh, sambil menunggu dia bangun," gumam Gibran lagi. Seraya ia bangkit dari tempat tidurnya, lalu ia langsung bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Beberapa menit kemudian ia kembali lagi, dengan tubuh yang sudah terlilitkan handuk sebatas pinggang hingga dibawah lututnya. Tampak juga wajahnya kini terlihat fresh, ditambah lagi rambutnya yang terlihat masih menetes, membuatnya tampak begitu segar. Lalu Gibran langsung melangkah menuju ke lemari pakaiannya, sambil matanya melirik ke arah tempat tidur dimana istrinya ternyata belum juga bangun.
"Hah? Dia belum bangun juga? Haiis padahal inikan sore, mau jam berapa lagi makan siangnya? Aah.. sudahlah, sebaiknya aku pakaian dulu! Setelah itu baru ku bangunkan dia!" gumam Gibran seraya ia membuka pintu lemarinya. Lalu ia mengambil sepasang pakaian yang hendak ia pakai. Setelah ia selesai ia berpakaian, ia pun kembali menghampiri tempat tidurnya.
"Sayang, bangun yuk. Kamukan belum makan siang Sayang. Jadi ayo dong Sayang bangun dulu," kata Gibran dengan suara yang begitu lembut. Seraya ia mencium wajah istrinya. Membuat tubuh Alisha langsung menggeliat. Dan tak berapa lama ia pun membuka matanya yang terlihat begitu sulit untuk dibuka lebar. Sehingga ia hanya melirik wajah suaminya secara singkat saja, lalu kembali memejamkan matanya, seraya ia berkata..
"Umm..Lisha, nggak lapar kok Mas, jadi Lisha mau tidur aja," katanya dengan suara ciri khas orang bangun tidurnya.
"Eeeh.. nggak lapar pun kamu harus tetap makan Sayang? Soalnya inikan sudah sore, ayo dong bangun," kata Gibran lagi, masih mengganggu istrinya yang masih terpejam.
"Umm.. tapi Lisha masih ngantuk Mas," balas Lisha terdengar manja.
Mendengar kata sholat, seketika Alisha langsung membuka matanya, seraya ia hendak bangun. Namun saat ia hendak duduk, tiba-tiba saja "Aaakh!!" pekiinya, sambil ia kembali menjatuhkan kepalanya keatas bantanya tadi. Hal itu membuat Gibran terkejut.
"Ada apa Sayang? Kamu kenapa?" tanyanya, dengan wajah yang kini terlihat begitu mencemaskan istrinya.
"Umm..itu Lisha sakit Mas," balas Alisha, seraya ia menutup wajahnya dengan selimutnya.
"Aah.. sakit banget ya Sayang?" tanya Gibran, terlihat semakin cemas.
__ADS_1
"Hu'um! Sakit!" balas Alisha, dengan mata yang terlihat sudah berkaca-kaca.
"Ya sudah Mas gendong ya kekamar mandi. Biar kamu bisa berendam air hangat sebentar, oke?" ujar Gibran yang kemudian tanpa menunggu balasan dari istrinya, ia pun langsung mengangkat tubuh Alisha. Membuat Alisha benar-benar terkejut dibuatnya.
"Aakh.. Mas! Lisha, bisa sen..." pekiknya, dan dilanjutkan ingin protes. Namun Gibran langsung menyelanya.
"Sssth.. diamlah!" selanya terdengar tegas. Membuat Alisha akhirnya diam seribu bahasa. Dan hanya terlihat pasrah, ketika suaminya membawa dirinya ke kamar mandi mereka.
Sesampainya di kamar mandi, Gibran pun langsung menurunkan tubuh Alisha kedalam bathtub, kemudian ia juga langsung menghidupkan kran air hangatnya. Setelah air sudah sebatas di atas dadanya Alisha. Ia pun langsung mematikan kran air tersebut. Setelah itu Gibran mengambil sebotol Betadine cair antiseptik lalu ia tuangkan kedalam bathtub tersebut.
"Sekarang kamu berendamlah Sebentar ya, biar rasa sakitnya berkurang, yaa," kata Gibran, dan hanya dibalas dengan anggukan saja oleh Alisha.
"Ya sudah kamu disini dulu ya? Biar Mas panaskan makanan kamu dulu. Biar nanti setelah sholat kita bisa makan bersama, oke?'' kata Gibran lagi, dan lagi-lagi dibalas Alisha dengan anggukan kepalanya kembali.
Setelah mendapatkan jawaban dari istrinya, Gibran langsung bergegas pergi. Padahal sebenarnya ia tahu, kalau Alisha masih merasa merasa canggung terhadap dirinya. Makanya memanaskan masakkan tersebut hanya alasannya saja. Agar istrinya bisa leluasa dikamar mandinya.
"Hmm.. Sepertinya dia masih canggung padaku. Kalau aku harus bersabar dulu! jangan terlalu tergesa-gesa, karena takutnya dia semakin menjauh lagi," gumam Gibran saat ia telah berada didapurnya.
"Sabar Yuda! Yang penting sekarang diakan sudah menjadi milik kamu seutuhnyakan?"
...•••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...
__ADS_1
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰