JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
KECEMASAN ALISHA.


__ADS_3

*••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••*


waktu JANGAN LELAH BERDOA


Jika kita melihat orang sakit, doakanlah untuk kesembuhannya. Jika kita melihat orang bersedih, doakanlah untuk kebahagiaannya.


Doakanlah orang yang kita kenal dan juga orang yang tidak kita kenal. Jangan berharap balasan dari mereka. Karena sejatinya setiap doa-doa yang kita panjatkan untuk saudara-saudara kita. Maka para malaikat pun akan membalas setiap doa yang dipanjatkan.


Mendoakan orang lain adalah cara terbaik untuk mendoakan diri sendiri, karena setiap doa kita akan kembali kepada kita. Insyaa Allah....


Jangan pernah lelah dengan apa yang kamu semogakan, Allah itu Maha Pengasih lagi Maha penyayang, DIA pasti akan memberikan yang terbaik untukmu. Percayalah..Doa-doamu tidak akan pernah sia-sia.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


Setelah kejadian itu, kaki kanan Gibran kini membengkak. Hal itu membuat ia merasa kesulitan setiap ingin melakukan aktivitasmya. Sehingga apapun yang hendak ia lakukan mau tak mau harus di bantu oleh Alisha. Sebenarnya ia begitu gengsi di rawat oleh Alisha. Tapi mau gimana keadaan memang sangat sulit untuk digerakkan.


Apa lagi ditempat mereka saat ini sangat terpencil, jadi wajar bila tidak ada dokter disana. Sehingga akhirnya Gibran mendapatkan pengobatan dari Alisha ala kadarnya saja. Dan Alisha juga sangat sabar merawat suaminya walaupun hatinya masih sedikit sakit. Mau bagaimanapun Gibran tetaplah suaminya. Jadi sudah seharusnyalah ia merawatnya.


"Makanlah Tuan! Biar Anda bisa minum obat ini setelah makan, nanti" ujar Alisha, seraya ia meletakkan sebuah meja kecil model lama, yang biasa dipakai untuk pasien yang hendak makan. Dan di atasnya terdapat sepiring makanan serta segelas air putih dan di sisi gelas tersebut terdapat sebuah obat anti nyeri.


"Eh, obat apa itu? Kamu tidak lagi Ingin meracuniku kan?" tanya Gibran, dengan memasang wajah kecurigaannya terhadap Alisha.

__ADS_1


"Hah! Terserah sama pemikiran tuan Sombong saja! Kalau memang saya melakukan itu apa untungnya bagi Saya! Yang ada saya masuk penjara! Rugi banget saya di penjara karena Anda! Jadi berhentilah berpikir suatu hal yang bodoh," balas Alisha terdengar ketus. Seraya ia melangkah pergi meninggalkan kamarnya Gibran. Kini tinggallah Gibran seorang diri dikamar tersebut.


Setelah kepergian Alisha, tatapan Gibran yang tadi masih mengarah ke pintu, kini beralih ke meja kecil yang ada di hadapannya. Ia menatap makanan yang tadi di persiapkan oleh Alisha.


"Bukankah diVilla ini hanya ada kami berdua? Lalu siapa yang masak ini? Apakah si jamur itu yang masak?" gumam Gibran, yang terlihat ia masih menatap makanan yang ada dihadapannya, "Aah, kalau memang dia yang masak. Ada kemungkinan dia memberikan racun didalamnya, lalu setelah itu dia kaburkan?" gumamnya lagi, membayangkan hal-hal buruk tentang Alisha.


"Aah.. tidak! Aku tidak mau mati! Lebih baik jangan dimakan saja deh! Dari pada gue..." gumam Gibran lagi, dan dibarengi dengan pintu kamarnya yang terbuka kembali. Dan ternyata Alisha yang membukanya, lalu ia pun masuk seraya berkata..


"Mati gitu!" sambungnya sambil menatap datar kearahnya. Ternyata ia mendengar gumamannya Gibran.


"Kamu! Bisa nggak sih, ketuk pintu dulu kalau mau masuk! Ini main nyolonong aja!" protes Gibran, tampak sekali ia tak suka melihat kedatangan Alisha yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Maaf ya Tuan! Saya isteri Anda! Bukan bawahan Anda! Jadi peraturan seperti itu tidak berlaku bagi pasangan suami istri! Jadi suka tak suka Anda harus akui itu!" balas Alisha, terdengar tegas. Lalu dengan sengaja ia pun duduk disisi ranjangnya Gibran, sambil ia mengambil piring yang terdapat di meja kecil yang berada didepannya Gibran. Setelah itu ia pun langsung melahap makanan yang terdapat di piring tersebut dengan lahapnya.


"Kenapa, emangnya? Bukankah Tuan takut matikan, kalau memakannya? Jadi dari pada mubazir ya lebih baik saya makankan?" balas Alisha, dengan santai, bahkan dengan mulut yang terlihat sedang penuh dengan makanannya. Dan tanpa memperdulikan Gibran, ia terus melahap makanan tersebut.


Sehingga Gibran yang kebetulan berada di hadapannya terpaksa menelan silfanya. Karena sebenarnya saat ini perutnya memang sedang lapar. Makanya melihat Alisha yang makan begitu seleranya, membuat perutnya semakin keroncongan. Karena cacing-cacing di perutnya semakin memberontak, membuat ia akhirnya merebut piring yang sedang dipegang oleh Alisha tanpa ada rasa malu sedikitpun.


"Sini! Inikan makananku!" katanya dengan ketus. Lalu, tanpa ada rasa ragu dan tanpa rasa jijik sedikitpun, ia pun langsung menyendokan makanan yang ada dipiring dengan sendok yang di pakai Alisha tadi. Lalu ia pun langsung melahap makanan yang ia sendokkan tadi.


Alisha yang melihat itupun langsung tersenyum penuh kemenangan. Karena pada akhirnya suami sombongnya itu mau memakan makanannya juga dengan sangat lahapnya. Hingga isi dipiringnya tak bersisa sedikitpun. Setelah Gibran menyelesaikan makanannya, Alisha langsung mengangkat meja yang berada ditengah-tengah tubuhnya Gibran. Lalu tanpa basa-basi lagi Alisha pun langsung bergegas keluar dari kamar suaminya dengan membawa meja kecil tersebut.


"Aaah.. udah kayak jelangkung aja dia! Datang dan pergi main menyelonong bae!" gumam Gibran setelah Alisha menghilang di balik pintu kamarnya, "Tapi makanan yang di buat tadi sangat enak! Malahan rasanya begitu mirip dengan masakannya Nenek deh," gumam lagi, karena teringat pada rasa makanan yang tadi ia makan.

__ADS_1


"Haiiis.. teringat makanannya tadi, rasanya aku ingin nambah deh! Tapi pasti nanti kalau aku minta lagi, Dia bakalan besar kepala lagi! Aah Sudahlah gengsi jugakan kalau aku bilang tambah?" gumam Gibran, yang terlihat sudah seperti orgil, bicara sendiri jawab sendiri. Hingga akhirnya tanpa sadar ia pun ketiduran.


Selang beberapa menit Gibran tertidur, pintu kamar Gibran terlihat terbuka lagi. Dan ternyata Alishalah yang kembali masuk, dengan membawa sebuah baskom kecil, berserta kotak P3k. Setelah barang bawaannya tadi sudah ia letakkan di meja yang berada disisi ranjangnya Gibran. Alisha pun langsung membuka selimut di bagian kakinya Gibran. Dan disaat selimut telah terbuka, Alisha pun langsung tersentak, tatkala ia melihat kaki Suaminya yang terlihat semakin membengkak dan mengkilat itu.


"Astaghfirullah! Kenapa kakinya jadi seperti ini ya? Ini bahaya kalau dibiarkan begitu saja!" gumam Alisha, dengan wajah rasa cemasnya, "Oh iya kayaknya, tadi saat aku masak, dibelakang vila ia banyak tanaman bandotan deh, sebaiknya aku petik saja, kan daunnya berkhasiat untuk mengempiskan bengkak apalagi untuk orang yang keseleo," gumamnya lagi. Dan tanpa ingin menunda-nundanya lagi. Alisha pun langsung bergegas pergi meninggalkan kamarnya Gibran dan langsung menuju ke dapur.


Setibanya di dapur ia langsung membuka pintu yang berada di sana. dan terlihatlah halaman belakang villa tersebut, yang ternyata disana terdapat berbagai macam tumbuhan obat. Termasuk daun yang hendak Alisha petik



"Alhamdulillah..terima kasih ya Allah, karena setiap ujian yang Engkau berikan, selalu ada jalan keluarnya," ucap Alisha penuh rasa syukur.


فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرًا ٥


"Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan" (QS Al-Insyirah ayat 5)


...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰


Oh iya guys selagi menunggu Author update kembali. Yuk kepoin karya Hotnya Author ♥️Yayuk Triadmaja♥️ ceritanya keren loh abis loh. Cus Akh meluncur yuk kesana. Jangan lupa berikan dukungannya juga ya guys 😉


__ADS_1


Syukron 😘🙏🥰


__ADS_2