JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
PEMBELAAN DARI AYAH MERTUA.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


Cukuplah Allah yang menjadi satu-satunya penglihatan untuk kita. Kadang tidak semua kebaikan yang kita lakukan terlihat baik pula dalam kaca mata manusia, jadi jangan pernah berharap selain dari Allah


Tugas kita adalah berproses, berusaha. Tidak harus semua kebaikan bisa didapatkan setelah kita berbuat baik langsung. Bisa jadi sebaliknya, Allah justru menambah dan kirimkan masalah untuk menguji kembali keseriusan kita dalam menghamba PadaNnya


Segala permasalahan yang Allah timpakan kedalam hidupmu semata mata bukan untuk menguji seberapa kuatnya dirimu. Tapi Allah ingin melihat seberapa kuat kesungguhanmu saat berdoa kepada-Nya.


Semoga dari sanalah Ridho Allah turun dari proses yang kita lakukan. Sehingga menghasilkan sebagai suatu keberkahan. Tidak hanya untuk diri sendiri, namun untuk orang lain juga.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


Semenjak tinggal di rumah barunya, Alisha melewati hari-harinya dengan penuh kebahagiaan. Karena bukan hanya mendapatkan curahan kasih sayang dari suaminya saja. Ia bahkan mendapatkan kasih sayang dari Ayahnya kembali, yang selama ini sempat terhalangi oleh keadaan. Sehingga kini, terlihat jelas dari wajahnya Alisha yang selalu terpancar keceriaan, kalau ia sedang bahagia.


"Maa shaa Allah.. sekarang wajah putriku semakin hari semakin cantik saja ya? Pantasan aja Nak Yuda, semakin cinta. Orang Istrinya seperti ini sih," ujar Marwan menggoda Alisha. Ketika disore hari mereka memang selalu duduk di taman belakang rumah baru Alisha dan Gibran.


Wajah Alisha seketika memerah, saat mendengar perkataan sang Ayah, "Eh! Iiis.. Bapak! Ngomong apaan sih? Bikin Icha malu saja deh!" balasnya dengan wajah yang sudah merona.


Marwan, tersenyum melihat wajah putrinya yang merona, "Hehehe..Kenapa harus malu Nak? Hmm.. tapi Bapak sangat bersyukur banget, karena pada akhirnya, putri bapak mendapatkan kebahagiaannya juga," ujar Marwan, seraya ia menggenggam tangan Alisha, lalu ia pandangi wajah putrinya dengan pandangan rasa harunya.


"Alhamdulillah..Pak, ini semuakan berkat Allah. Karena Allah maha baik Pak. Eh! Tapi bapak kok malah nangis sih?" balas Alisha, yang terlihat ia sempat tersentak tatkala melihat air mata Ayahnya tak terbendung lagi.


"Eh, hehehe.. Bapak kamu ini cengeng banget ya?Terharu sedikit aja, airnya langsung ngalir deh!" kata Marwan, sambil tangannya menepis air matanya yang sempat jatuh kepipinya.

__ADS_1


"Tapi Nak, air mata ini, adalah air mata kebahagiaan kok Nak! Karena bapak masih diberikan kesempatan untuk melihat kamu bahagia hiks..! Bapak nggak menyangka aja, kalau Bapak, akhirnya dapat menyaksikan buah kesabaran dan keikhlasan kamu Nak," lanjut Marwan lagi. Seraya ia membelai lembut dan penuh kasih sayang di kepala Alisha, yang tertutupi oleh hijabnya.


Melihat air mata sang Ayah, serta mendengar perkataannya. Membuat Air mata Alisha ikut terpancing dan akhirnya ikut mengalir, kepipinya yang putih itu, "Uh'uuh..! Ini gara-gara Bapak nih! Ichakan jadi ikutan nangis deh!" kata Alisha, sambil tangannya meraih ujung hijabnya, dan kemudian ia pun menghapus air matanya dengan kain ujung hijabnya. Dan disaat bersamaan, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara bariton seorang pria.


"Oooh.. ternyata sifat cengengnya istriku itu. Karena keturunan dari bapak rupanya yaa?"


Mendengar perkataan Pria tersebut, seketika Marwan dan Alisha pun langsung menoleh ke sumber suara tersebut,


"Nak Yuda!"


"Mas Yuda!" sentak Alisha dan Marwan secara bersamaan, saat melihat wajah Pria tersebut yang ternyata adalah Gibran.


Sedangkan Gibran yang melihat keterkejutan dari Ayah mertua serta istrinya itu. Membuat ia tak bisa menahan tawanya. Bahkan ia langsung tertawa lucu, melihat wajah keduanya.


"Hahahaha.. lihatlah bahkan keterkejutan Bapak, sama Icha aja bisa sama ya? Hahaha.. ternyata bukan hanya cengengnya saja ya yang kompak? Bahkan ekspresi wajah, bapak dan anak ini bisa sama, benar-benar keluarga yang kompak, hahaha.." katanya, sambil tertawa kekeh, melihat wajah istri dan Ayah mertuanya, yang ekspresi wajah terbilang hampir sama.


"Eh, maaf Sayang. Sebenarnya tadi, Mas ngucapin salam. Tapi saat melihat Bapak dan kamu menangis Masnya kan jadi panik. Makanya Mas jadinya lupa deh, Sayang," jelas Gibran, apa adanya.


Yaa sebenarnya Gibran, sudah sejak tadi, berdiri di belakang Alisha dan Marwan. Bahkan ia juga sempat mendengar ungkapan sang Ayah mertuanya. Makanya ia muncul tadi, untuk mencairkan suasana yang terlihat amat sedih. Apalagi, Gibran sebenarnya sangat mengetahui kisah kehidupannya istri kecilnya itu. Maka dari itu, ia bermaksud ingin membuat istri bahagia, dan melupakan masa lalunya.


"Hmm.. alasan Mas ajakan itu? Padahal.." balas Alisha. Namun Marwan langsung menyelanya.


"Eeeh..Icha! Suami kamukan baru pulang kerja! Bukannya menyambutnya, kok malah marah-marah sih!" tegur Marwan, membuat Gibran merasa senang karena dapat belaan dari mertuanya itu.


"Benar tuh Pak! Icha suka banget marah-marah sama Yuda setiap Yuda pulang kerja Pak," timpal Gibran, seperti mengambil kesempatan, untuk mendapatkan pembelaan dari ayah mertuanya.

__ADS_1


"Iikh, Apaan sih Mas? Kok malah ngadu begitu sama Bapak! Lagian Icha marah itukan ada sebabnya tau!" dalih Alisha, yang tampaknya ia tak terima karena di persalahkan.


"Nak, nggak baik seperti itu. Dengar ya nak, asal kamu tahu ya? Dulu sewaktu Almarhumah Bunda kamu masih ada, setiap Bapak pulang kerja, Almarhum pasti menyambut bapak dengan suka cita. Bahkan ia langsung memijitin tubuh Bapak dulu, setelah itu baru deh Bunda bikinin bapak minuman selagi bapak mandi. Jadi bapak harap kamu juga seperti itu sama Suami kamu. Jadi nantinya Suami kamukan semakin sayang sama kamu Nak, iyakan Nak Yuda?"


Mendengar cerita dari Ayah mertuanya itu Gibran langsung tersenyum tipis, ada perasaan senang didalam hatnya, "Aah.. benar itu Pak! Pastinya Saya akan semakin menyayangi Icha," balas Gibran dengan penuh semangat.


"Huh! Senang banget ya dibela Bapak!" bisik Alisha, sambil mencibirkan bibirnya. Membuat Gibran yang melihat menjadi gemas.


"Eeh Icha Bapak dengar tau! Sudah sana, bawa Suami kamu masuk! Dia pasti capek bangetkan habis bekerja jadi pijitin dulu sana!" ujar Marwan, membuat Alisha tak bisa membantahnya lagi.


"Baiklah Pak! Kalau begitu Icha bawa Mas Yuda dulu ya?" pamit Alisha dengan pasrah.


"Iya Nak, pergilah," balas Marwan.


"Kalau begitu Yuda masuk juga ya Pak, terima kasih untuk yang tadi," pamit Gibran pada Ayah mertuanya. Namun dibalas Marwan dengan acungan jempol, seraya ia mengedipkan matanya. Hal itu membuat mata Gibran langsung terbelalak.


"Eh! Bapak! Aaah.. ternyata bapak.? Hmm.. tahu aja, deh! Keinginan Yuda!" kata Gibran terlihat sedikit malu.


...•••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••••••...


Terus dukung author terus ya guys dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga oke.


OH iya, selagi menunggu Ramanda update, yuk mampir ke karyanya Author 💓LENA LAIHA💓 Karyanya keren banget loh guys. Makanya cus buruan, kepoin ya. Dan jangan lupa juga berikan dukungannya juga ya guys 🙏😉


__ADS_1


SYUKRON 🥰🙏


__ADS_2