
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
HATI YANG MUDAH TERBUKA
Jadilah seseorang yang hatinya mudah terbuka untuk kebaikan. Insan yang mudah meminta maaf dan memaafkan, mudah berterimakasih sesederhana apa pun bantuan. Selalu ringan tangan untuk menolong sesuai kemampuan. Senantiasa mendoakan dalam kesendirian.
Yang senantiasa teduh hati dalam menyambut segala bentuk pembelajaran, meski kadang Allah bungkus dengan beratnya ujian..
InsyaaAllah..Semangat memantaskan diri dalam ketaatan. Semangat memampukan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi hingga di kemudian hari Allah berikan berkah dan ridha-Nya untuk kita, aamiin
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
"Hah? Kamu mencium Aku? Boleh minta lagi?"
Alisha langsung tersenyum tipis, saat mendengar permintaan suaminya. Bahkan ia menyodorkan pipi kirinya ke ara wajahnya Alisha. Karena memang yang dicium Alisha tadi adalah pipi kanannya. Karena tak ingin mengecewakan Gibran, akhirnya Alisha, menuruti keinginannya. Dan ia pun langsung mencium pipi kirinya Gibran.
"Muach..! Sudahkan?" kata Alisha, setelah ia mengecup pipinya Gibran.
"Ya ini," balas Gibran, seraya ia meletakkan jari telunjuknya kedahinya sendiri. Alisha kembali tersenyum, lalu ia pun mengecup dahinya Gibran. Setelah usai Gibran malah kembali meletakkan jari telunjuk ke matanya. Alisha kembali tersenyum ia pun langsung memberikan kecupan pada kedua matanya Gibran.
Karena Alisha bisa menebak, kalau Gibran akan meminta yang lainnya lagi. Alisha akhirnya memberikan kecupan pada seluruh wajah Gibran sebelum ia memintanya. bahkan ia juga memberikan kecupan singkat pada bibirnya Gibran, membuat mata Gibran kembali terbelalak.
"Kamu..?" ucap Gibran, seperti orang ingin protes, melihat itu, Alisha langsung menyelanya.
"Kenapa? Apakah Mas jijik ya..? Karena Lisha mencium bibir M.." tanya Alisha. Namun belum lagi ia menyelesaikan pertanyaannya, tangan Gibran sudah menahan tengkunya Alisa setelah itu ia langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Alisha. Sehingga kini mata Alisha yang terbalik terbelalak, saking terkejutnya.
__ADS_1
Apalagi cara Gibran menciumnya sangat berbeda tidak seperti dirinya, yang hanya menempel saja secara singkat. Hal itu membuat jantung berdetak begitu kencang. Apalagi saat Gibran sedikit memainkan lidah, lalu ia kembali menyesap bibir dengan lembut. Membuat ia merasakan tubuhnya memanas. Hingga akhirnya ia pun tergoyahkan dan akhirnya ia ikut terhanyut akan permainan bibir Suaminya. Bahkan kini tangannya tanpa disadarinya kini telah melingkar di leher suaminya.
Gibran yang mendapatkan respon dari istrinya. Membuat tubuhnya bereaksi dan ikut memanas. Hingga ia dapat merasakan kalau saat ini gairahnya telah bangkit. Bahkan hasratnya menuntutnya untuk melakukan hal yang lebih.
"Sayang.. bolehkah aku memiliki kamu seutuhnya?" tanya Gibran, sambil ia menatap lekat wajah istrinya dan dengan nafas terlihat masih memburu setelah ia melepaskan tautannya. Bahkan suaranya juga telah berubah menjadi berat seperti sedang menahan sesuatu.
Mendengar permintaan Gibran, Alisha yang nafasnya juga masih tersengal-sengal tampak bingung. Bahkan terlihat juga di raut wajahnya tersebut tersirat sedikit ketakutan. Karena memang sebenarnya ia paham maksud dari suaminya itu.
"Uhm.. tapi Lisha takut Mas.. bukankah kata orang itu sangat sakit?" balas Alisha terdengar lirih.
"Jangan khawatir, Mas akan melakukannya dengan lembut kok, jadi boleh ya Mas, memiliki kamu?" kata Gibran merayu istrinya agar ia mengizinkan dirinya menyentuhnya.
Melihat wajah suaminya yang terlihat sangat begitu berharap sekali. Akhirnya Alisha pun menganggukkan kepalanya dengan pelan. Melihat hal itu wajah Gibran, terlihat begitu senang.
"Alhamdulillah, Terima kasih Sayang," ucap Gibran, masih bersuara beratnya. Karena tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan oleh istrinya. Gibran kembali meraih bibirnya Alisha dan ia kembali menyesapnya, sambil tangannya mulai bekerja melepaskan satu persatu kain yang melekat ditubuh istrinya.
"Aah.. Mas.. geli uhm...Mas...ah..uhm.."
Mendengar lenguhan istrinya, apalagi melihat reaksi tubuh istrinya, membuat Gibran tersenyum penuh kemenangan. Bahkan ia jadi ingin segera membuat istrinya benar-benar terhanyut kedalam samudra mahligai kenikmatan untuknya.
"Sayang..hum.. Mas ingin menjadikan momen ini, menjadi momen yang tak akan pernah bisa kamu lupakan seumur hidupmu. Untuk itu nikmatlah Sayang, hah..hum.." ujar Gibran seraya ia kembali meraih bibirnya Alisha. Setelah itu kembali turun menulusuri lehernya kembali. Hingga pada akhirnya, bibirnya kini bermain dibukit kembarnya Alisha. Bahkan kini ia sedang menyesapi permen coklat yang berada di tengah-tengah bukit tersebut. Membuat tubuh Alisha seperti terkena sengatan aliran listrik. Ia pun langsung mengejang.
"Ugh..ah..Mas..ukhm.. Lisha..ah..ah.." rancau Alisha. Mendengar rancauan Alisha Gibran, Gibran langsung mengangkat kepalanya untuk melihat wajah istrinya yang terlihat sedang menahan sesuatu.
"Lepaskanlah Sayang.. ha..ha.. Lepaskan.. kamu akan merasa melayang," kata Gibran seraya ia meremas salah satu bukit kembarnya Alisha dengan lembut. Sedangkan mulutnya kembali menyesap permen Kojeknya. Membuat tubuh bagian atas Alisha terangkat sedikit. Dan di barengi dengan suara erangan yang keluar dari mulutnya.
"Aaaaaakh...! Ukhm...ah.. ah..ah..." Gibran langsung tersenyum puas, setelah melihat istrinya telah melakukan pelepasan pertamanya.
__ADS_1
Disaat Alisha sedang menikmati rasa sensasi yang membuatnya sedang melayang. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang keras menerobos masuk ke dalam bagian intimnya. Pada awalnya ia tak begitu menghiraukannya. Karena ia masih merasa berada di puncak. Hingga akhirnya sesuatu yang keras itu seperti ingin menerobos semakin mendalam membuat ia merasakan kesakitan yang amat sangat.
"Aaak! Sakit! Sakit!! Keluarkan itu Mas!!" teriak Alisha sambil ia mendorong tubuh Gibran sekuat tenaga. Namun tetap saja tenaganya kalah dengan Gibran. Sehingga Gibran tak bergeming dari tempatnya.
"Maaf Sayang! Mas tak bisa melepaskannya. Karena ini untuk kebaikan kamu juga, jadi tahanlah sebentar ya?" balas Gibran seraya ia kembali mendorong juniornya agar secepatnya ia meraih mahkotanya Alisha dan Hal itu membuat Alisha kembali menjerit sekuatnya.
"AAAAKH...!! Ummm..." pekik Alisha. Namun dengan cepat bibir Gibran langsung meraih bibirnya. Setelah istrinya mulai tenang, Gibran pun langsung mencabut junior yang sepertinya telah berhasil mencapai kemenangannya. Namun setelah itu Alisha malah menangis sejadi-jadinya, sambil memukul-mukul dada bidang suaminya itu.
"Huhuhu.. Mas jahat banget sih! Huhuhu.. sakit tau nggak sih! huhuhu.. sana Lisha benci Mas! Huhuhu.. hiks..!" kata Alisha, seraya ia menangis sejadi-jadinya. Sambil mendorong tubuh Gibran, namun Gibran malah memeluknya dengan erat.
"Maaf Sayang.. kalau tadi Mas lepaskan, besok-besok kamu pasti akan tetap merasakan sakit. Kalau seperti inikan kamu tidak akan sakit lagi, Sayang," rayu Gibran, seraya ia menghapus air mata serta keringat yang membasahi wajah istrinya.
"Huhuhu...Tapi ini sakit banget tau Mas! Huhuhu.." keluh Alisha, yang tangisnya mulai mereda. Mungkin karena ia juga merasakan kelelahan sehingga ia tak memiliki kekuatan untuk menangis sekuatnya lagi.
"Mas tahu Sayang, Mas juga merasakan sakit juga kok. Bukan hanya kamu saja kok Sayang," kata Gibran dengan lembut, seraya ia mengecup dahi istrinya dengan penuh kasih sayang. Namun Alisha tak memberikan responnya lagi. karena ia ternyata telah terlelap. Melihat itu Gibran bernafas lega.
"Aakh.. akhirnya tidur juga. Aah.. ternyata yang dikatakan nenek benar, kalau dia ternyata masih perawan,"
...•••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰
Oke guys, selagi menunggu Ramanda update kembali, Yuk mampir ke karyanya Author keren ♥️Teh Ijo ♥️ Karyanya ini di rekomendasikan banget loh. Makanya Cus yuk kepoin oke! Dan jangan lupa berikan dukungannya juga ya guys 😉🙏
Syukron 🙏🥰
__ADS_1