
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.
Di tingkat pertama, Sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.
Di tingkat kedua, Sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
Di tingkat ketiga, Sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, Semakin tinggi tingkat kesombongan, Semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita. Cobalah setiap hari, kita memeriksa batin kita, pikiran kita. Kita ini manusia hanya seperti debu, yang suatu saat akan hilang dan lenyap, (meninggal.)
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
"Apa yang ingin kau lakukan hah?!" tanya Gibran, dengan nada tinggi. Ketika ia melihat Alisha hendak menekan dadanya Syarah.
"Saya mau melakukan RJP atauResusitasi Jantung Paru yaitu menekan dada Nek Syarah sebanyak 100-120 kali dalam satu menit. Karena itu salah satu cara yang bisa juga dilakukan untuk mengatasi orang yang terserang jantung secara mendadak Tuan!" jelas Alisha, terdengar sedikit tegas, sambil menatap wajah Gibran dengan tatapan mulai kesal.
__ADS_1
"Pinggirlah! Atau semuanya akan terlambat!" katanya lagi, dengan nada sedikit membentak. Sehingga membuat Gibran akhirnya menyingkir, dan hanya memperhatikan Alisha, yang terlihat ia sudah mulai menekan-nekan dadanya Syarah. Sampai akhirnya, sebuah mobil Ambulance pun datang. Dan tak berapa lama, masuklah petugas yang terlihat membawa brankar rumah sakit.
Setelah petugas itu berada didekat Syarah, mereka pun langsung mengangkat tubuh Syarah. Dan meletakkannya di atas brankar tersebut. Setelah itu kedua petugas tersebut langsung mendorong brankar menuju ke mobil Ambulance. Bahkan mereka juga langsung memasukkan Syarah kedalam mobilnya tersebut.
"Saya boleh ikut Pak?" tanya Alisha pada salah satu petugas ambulance tersebut.
"Silahkan Nona!" balas petugas tersebut. Dan tanpa basa-basi lagi Alisha pun ikut masuk ke dalam mobil Ambulance tersebut. Dan tak berapa lama Alisha masuk kedalam, mobil Ambulance pun mulai melaju dengan dibarengin bunyi suara sirine pada mobil ambulance tersebut.
Sedangkan Gibran dan Reno langsung menyusul mobil ambulance tersebut dengan menaiki mobilnya Syarah. Di sepanjang jalan didalam mobilnya Syarah, terlihat diwajah Gibran ada kekesalan dan juga penyesalan menjadi satu. Jadi tak heran kalau disepanjang perjalanannya ia jadi selalu menggerutu untuk melampiaskan rasa kesal dan penyesalannya.
"Haiis..! Kenapa jadi begini sih? Gimana kalau Nenek benar-benar pergi! Aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku ini! Kalau saja aku tak melawan nenek, mungkin Nenek saat ini akan baik-baik saja," gumam Gibran. Ia terlihat begitu menyesal karena melawan Neneknya. Hingga akhirnya sang Nenek malah terkena serangan jantung. Dan disaat ia sedang menyesali perbuatannya, tiba-tiba ia teringat pada Alisha.
Dan belum lagi Reno mematikan mesin mobilnya. Gibran sudah terlebih dahulu turun, bahkan ia langsung menghampiri mobil ambulans yang terlihat para petugasnya baru saja menurunkan tandu yang tadi ditempati oleh Syarah. Setelah brankar sudah diturunkan dari mobil para perawat langsung mendorong brankar tersebut. Terlihat Alisha juga ikut mendorong brankar tersebut dengan langkah yang terburu-buru.
Sesampainya mereka di depan ruang UGD. salah satu dari perawat yang mendorong sang nenek langsung menghentikan langkah Alisha, "Maaf Nona, Anda tidak bisa masuk!" kata perawat tersebut.
"Baiklah Sus," balas Alisha dengan pasrah. Namun ia terlihat masih tetap berdiri didepan pintu masuk ruang UGD tersebut. Dan belum lama suster tersebut masuk tiba-tiba Alisha dikejutkan dengan suara bariton seorang pria yang terdengar berasal dari belakangnya.
"Mau ngapain lagi kamu disini hah?! Apakah kamu ingin mencari-cari perhatian pada Nenekku hah?!" kata pria itu yang tak lain Ia adalah Gibran. Mendengar suara bariton dari Gibran dengan spontan Alisha langsung menoleh ke sumber suara tersebut.
__ADS_1
"Eh! Bikin kaget saja sih Anda!" sentak Alisha saking terkejutnya, lagian siapa juga yang mau cari perhatian sih? Saya tuh hanya ingin tahu kondisi Nek Syarah saja kok!" lanjut Alisha apa adanya.
"Heh..! Itu alasan kamu sajakan? Padahal sebenarnya kamu ingin menghasut nenekku lagikan?! Ayo ngaku saja kamu! Kalau sebenarnya perjodohan ini ide kamukan? Karena hasutan kamukan Janda bekas!" balas Gibran dengan tatapan yang terlihat ada ke bencian yang amat sangat pada Alisha. Sedangkan Alisha yang mendengar perkataan Gibran mulai kesal
"Terserah! Terserah pada apa yang kamu katakan! Tapi asal Anda tahu! Sedetik pun saya tak pernah berpikir seperti itu! Dan kalau saja Nenek Syarah tak pernah memohon pada Saya! Dan memaksa saya untuk berjanji padanya! Mungkin saya tidak akan Sudi dijodohkan dengan Anda Tuan Sombong!" pungkas Alisha terdengar begitu ketus. Setelah mengungkapkan kebenarannya. Alisha pun langsung berlalu pergi begitu saja, tanpa menoleh sedikitpun pada Gibran.
"Cih! Bilangin gue Sombong! Padahal dia yang terlihat sombong! Dasar janda bekas!" gerutu Gibran, dengan tatapan yang masih melihat kepergian Alisha, yang semakin lama semakin menjauh. Dan disaat Alisha tak terlihat lagi, Gibran pun bermaksud hendak duduk di kursi yang berada koridor rumah sakit.
Namun Gibran langsung urungkan niatnya matanya tak sengaja melihat seorang Pria berjas putih keluar dari ruangan UGD. Dan dengan sigap ia pun menghampiri Pria tersebut.
"Gimana keadaan Nenek saya Dok?" tanya Gibran terlihat penasaran.
"Kondisi sudah mulai stabil! Untung saja Anda sudah memberikan pertolongan pertama pada Pasien! Kalau tidak, mungkin beliau tak akan bisa tertolong lagi," jelas sang Dokter.
"Eh? Pertolongan pertama? Apakah ini semua karena janda itu ya?"
•••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏
__ADS_1
Serta jangan lupa berikan 👉" ⭐⭐⭐⭐⭐ " serta ulasan Oke 😉 Dan tak lupa juga Vote serta Hadiahnya ya 🤭 biar memicu Author update kembali oke guys 😉 Syukron