
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
"𝘐𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘚𝘢𝘵𝘶 𝘏𝘢𝘭, 𝘒𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘏𝘢𝘵𝘪𝘮𝘶 𝘓𝘢𝘱𝘢𝘯𝘨 𝘒𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘈𝘱𝘢 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘛𝘪𝘵𝘪𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘗𝘢𝘥𝘢𝘮𝘶, 𝘔𝘢𝘬𝘢 𝘉𝘦𝘳𝘴𝘪𝘢𝘱𝘭𝘢𝘩 𝘔𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘓𝘶𝘢𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘒𝘦𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘢𝘯. 𝘋𝘢𝘳𝘪 𝘚𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘗𝘳𝘰𝘴𝘦𝘴, 𝘑𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘜𝘫𝘪𝘢𝘯 𝘒𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘐𝘵𝘶 𝘉𝘦𝘳𝘣𝘦𝘥𝘢-𝘣𝘦𝘥𝘢, 𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘓𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘜𝘫𝘪 𝘋𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘒𝘦𝘴𝘢𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘔𝘢𝘬𝘢 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘛𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘏𝘢𝘮𝘣𝘢 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘒𝘶𝘢𝘵 𝘋𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘗𝘰𝘯𝘥𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘦𝘪𝘬𝘩𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘐𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘏𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘖𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘬𝘢𝘯 𝘔𝘦𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘶𝘢𝘩 𝘠𝘢𝘯𝘨 Manis"
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Satu Bulan Kemudian.
Sudah satu bulan Alisha menjadi Anak angkatnya Suminah. Dan sudah satu bulan juga ia membantu sang Ibu, mengelola warung gado-gadonya. Dan kehadirannya diwarung itu, seperti membawa keberkahan bagi Suminah. Karena semenjak Alisha, disana pelanggannya semakin banyak, terutama kaum laki-lakinya.
Sehingga antriannya pun semakin panjang, bahkan sampai kejalanan segala. Dan hal itu membuat seorang Pria tampan berjas hitam, yang terlihat sedang berdiri di jendelanya yang berada dilantai delapan itu terlihat amat kesal melihat pemandangan, yang berada di seberang perusahaannya itu.
"Huh! Dasar pria-pria Bodoh! Merusak pemandangan saja warung itu! Sebenarnya apa yang mereka antrikan, Rey? Kenapa mereka rela menunggu sampai sepanjang itu?" tanya Pria itu, pada seorang lelaki yang terlihat sedang berdiri tak berapa jauh darinya.
"Itu loh Pak Gibran, mereka sedang mengantri gado-gado buatan anak perempuannya Mbok Suminah, Pak," jelas pria yang dipanggil Rey itu.
"Apa? Emangnya apa istimewanya Gado-gado bulatan anaknya Mbok Suminah itu, Rey?" tanya Pria yang dipanggil Gibran oleh Rey.
"Maaf Pak, Saya juga nggak tahu! Tapi kalau Pak Gibran tanyakan pada Pak Dion, dia pasti tahu Pak! Karena Pak Dion, memang pelanggannya Mbok Suminah Pak," jelas Rey lagi.
"Cih buat penasaran saja! Ya sudah coba panggil Dion sekarang!" titah Gibran, seraya ia kembali ke kursi kebesarannya.
"Baik Pak! Kalau begitu saya, permisi Pak!" pamit Ray lalu ia pun bergegas meninggalkan ruangannya Gibran. dan sepuluh menit kemudian ia sudah kembali lagi bersama seorang pria yang bernama Dion itu.
__ADS_1
"Selamat siang pak! Apakah Bapak memanggil saya?" tanya Dion, terlihat begitu canggung. Karena ia sempat kaget ketika dirinya dipanggil oleh Rey.
"Iya, saya memanggil Anda! Silahkan duduk!" ujar Gibran, hanya melihat sekilas pada Dion, lalu ia kembali fokus pada layar laptopnya. Sesuai titah Bosnya, Dion pun duduk tepat di depan mejanya Gibran.
Tuk sesaat suasana menjadi hening, membuat wajah Dion, menjadi pucat, karena yang ia tahu, Bos barunya itu, tidak bisa menerima kesalah kecil sedikitpun. Dan akan langsung memecatnya tanpa, syarat. Dan saat ini ia berpikir kalau dirinya telah melakukan kesalahan, makanya ia dipanggil. Dan terlihat sekali kalau saat ini ia sedang ketakutan, kalau-kalau dirinya akan menyusul temannya yang belum lama dipecat oleh barunya itu.
"Ehem!" Gibran mendhem. Dan dengan spontan tubuh Dion seakan melonjak saking kagetnya.
"Eh! Astaghfirullah, kaget aku! Bangun-bangun, makan nasi pakai garam!" gumamnya lirih, sambil menepuk-nepuk dadanya.
"Apa kamu bilang?" tanya Gibran yang ternyata ia sedikit mendengar gumamannya Dion.
"Eh! Bukan apa-apa Pak!" balas Dion, yang wajahnya kini sudah di penuhi dengan keringat dinginnya, "Hmm.. sebenarnya ada apa Bapak memanggil saya Pak?" tanya Dion dengan suara yang terdengar bergetar.
"Saya, hanya ingin bertanya tentang warung kecil yang berada di seberang kantor kita! Apa kamu tahu, penyebab warung itu, selalu ramai, hm? Bahkan semakin ramai, sehingga merusak pemandanganku dari sini! " tanya Gibran, dengan tatapan datarnya, yang kini mengarah ke Dion.
"Si Jamur? Apa maksudnya kamu gado-gadonya memakai Jamur?" tanya Gibran, masih datar.
"Eh Tidak Pak! Gado-gadonya tidak pakai jamur. Hanya saja, itu panggilan untuk Alisha, anak angkatnya Mbok Suminah. Jamur itu hanya singkatan, Janda muda di bawah Umur Pak!'' jelas Dion, membuat Gibran kembali mengerenyitkan dahinya.
"Janda Muda Dibawah Umur?" ucap Gibran mengulangi perkataannya Dion.
"Iya Pak!" balas Dion dengan singkat.
"Aah, sudahlah kamu apa urusanku sama jamur?! Sudah sana kamu boleh pergi! Sekalian panggilkan Rey kemari!" titah Gibran, terdengar tegas.
__ADS_1
"Baiklah Pak! Kalau begitu saya permisi!" kata Dion, seraya ia bangkit dari duduknya. Lalu ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan ruangannya Gibran. Setelah kepergiannya, tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk!" seru Gibran. Dan tak berapa lama muncullah seorang pria tampan, bertubuh atletis. Dan sudah pasti dia adalah Rey.
"Anda memanggil saya Pak?" tanya Rey, setelah ia berdiri didepan meja kerjanya Gibran.
"Rey, coba kamu selidiki siapa pemilik tanah, yang berada di depan kantor kita! Kalau tanah itu bukan milik si penjual gado-gado itu. Maka secepatnya kamu beli tanah itu dan gusur warung yang merusak pemandangan perusahaan ku ini!" ujar Gibran dengan tegas. Membuat Rey, terkejut mendengarnya.
"Eh, benaran Anda ingin membeli tanah itu Pak?" tanya Rey, untuk memastikan pendengaran tadi.
"Apakah diwajahku ada tampang main-main hah?" tanya Gibran, sambil menatap dinginnya pada Rey.
"Bagus! Kalau begitu cepat kamu kerjakan sekarang? Pokoknya saya nggak mau tahu! Dalam satu Minggu saya tidak ingin melihat warung itu berada disana lagi! Kau paham sekarang?!" tegas Gibran, dengan tatapan yang terlihat begitu dingin. Membuat Rey melihatnya sedikit takut.
"Pa-paham Pak! Saya akan segera mencari tahu Pak!" balas Rey, terdengar sedikit bergetar.
"Bagus! Sekarang kamu boleh pergi!" kata Gibran, yang pandangannya langsung kembali ke laptopnya.
"Baik Pak, kalau begitu saya permisi!" kata Rey, dan ia pun langsung bergegas ke luar dari ruangannya Gibran. Sesampainya di luar ruangan.
"Haiis..punya Bos kejam banget sih? Gue harus gimana nih? Gue nggak tega sama Mbok Sumi, walaupun dia judes, tapi Mbok Sumi sangat baik," gumam Rey. Tampak jelas ia sedang kebingungan dengan masalah yang harus dia tanganin, "Aah.. sudahlah, aku selidiki saja dulu, mudah-mudahan saja tanah itu memang punya Mbok Sumi, jadi Bos kejam itu nggak bisa mengusiknya," gumam Rey, lagi seraya ia melangkah menuju pintu lift dan menghilang di balik pintu lift tersebut.
...•••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••...
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏
__ADS_1
Serta jangan lupa berikan 👉" ⭐⭐⭐⭐⭐ " serta ulasan Oke 😉 Dan tak lupa juga Vote serta Hadiahnya ya 🤭 biar memicu Author update kembali oke guys 😉 Syukron 🥰.