JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
SI JANGKUNG V SI PENDEK.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


BERHATI-HATILAH DENGAN KESEDIHAN


Sedih itu manusiawi dan sangat normal. Namun, kesedihan bisa mendatangkan bahaya manakala kita terlarut di dalamnya. Saat orang larut dalam kesedihan, setan akan mengambil kendali atas dirinya. Orang pun akan dibuat putus asa, berburuk sangka, dan melakukan perbuatan yang membahayakan hidup dan keimanannya.


Maka, dari itu, bila kita bersedih:


Bersabarlah dan kembalikan semuanya kepada Allah. Yakinlah bahwa ujian yang menimpa sudah Allah tetapkan kadarnya sehingga kita sanggup menghadapinya.


Kosongkan hati dari hal-hal yang mendatangkan kesedihan. Lalu, isi hati dan pikiran dengan zikrullah dan doa serta aneka hal positif.


Percayalah disaat kita total berserah diri, maka in shaa Allah, Allah Ta'ala akan tunjukan jalan-jalan solusi.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


Melihat istrinya yang sedang tertidur pulas di sampingnya. Membuat Gibran tanpa sadar memuji kecantikan istrinya, bahkan tatapannya tak pernah beralih dari raut wajahnya Alisha. Hingga pada akhirnya Alisha menujuk pergerakan yang menandai ia akan bangun, Gibran pun langsung memejamkan matanya. Tampaknya ia ingin berpura-pura kalau dirinya masih tertidur.


Dan benar saja, beberapa menit Gibran memejamkan matanya. Alisha pun terbangun dari tidurnya. Dan seketika ia langsung terduduk dan langsung memperhatikan disekitarnya, tampak dari raut wajahnya kalau ia masih sedikit bingung.


"Eh, aku kok tidur disini ya? Akukan tadi..." gumam Alisha. Namun ketika ia melihat wajah Gibran, ia pun langsung teringat pada keadaan Suaminya, "Aah iya.. tadi malamkan Mas Yuda demam, apa sekarang panasnya sudah turun?" gumamnya lagi. Karena penasaran akan keadaan suaminya ia pun langsung menyentuh dahinya Gibran.

__ADS_1


"Alhamdulillah.. panas sudah turun! Syukurlah kalau begitu, sebaiknya sekarang Aku bikinkan bubur dulu deh buat Mas Yuda, sekalian bikin sarapan untukku," gumam Alisha lagi, lalu ia pun langsung bergegas turun dari tempat tidurnya Gibran. Dan kemudian ia bergegas pergi dari kamarnya Gibran. Setelah mendengar suara pintu tertutup, Gibran pun kembali membuka matanya.


"Hmm... perhatian banget dia? Apakah seperti itu sifat aslinya? Atau itu hanya kedoknya saja ya?" gumam Gibran lirih, seraya ia menatap pintu yang sedang tertutup.


"Tau akh! Intinya yang penting kakiku sudah kempis lagi. Jadi gue bisa berjalan lagikan?" gumam Gibran lagi seraya bangkit dari tidurnya, lalu ia pun membuka kembali selimutnya.


"Nah.. benar sudah kempis, coba dah, bisa nggak di buat jalan?" katanya lagi sambil ia menurunkan kakinya satu-persatu ke lantai. Lalu dengan perlahan ia pun berdiri dengan tegak.


"Aaah.. syukurlah! Walaupun masih terasa sakit, tapi tidak sesakit kemarin sih," katanya lagi seraya ia mulai melangkahkan kakinya dengan perlahan-lahan menuju ke pintu. Sesampainya di pintu ia pun langsung membukanya.


"Eh, sepi banget? Dia kemana? gumam Gibran lagi, yang terlihat ia masih berjalan dengan perlahan, dan sedikit pincang karena ia memang kakinya belum sembuh betul. Karena diruang keluarga begitu sepi Gibran kembali berjalan menuju ke ruang makan. Dan tampaklah olehnya Alisha yang terlihat sedang memasak di dapur. Dan kebetulan juga Alisha sedang menoleh kepadanya.


"Eh, Kenapa Anda kesini? Emangnya kaki Anda sudah sudah tidak sakit lagi?" tanya Alisha, seraya ia menghampiri Gibran yang terlihat sedang berdiri di dekat meja makan. Sesampainya ia didekat meja makan Alisha pun langsung menarik salah satu bangku disana.


"Kemarilah duduk disini dulu, tunggu sebentar lagi bubur Anda akan masak kok," lanjut Alisha, seraya ia memapah Gibran dengan tulusnya. Membuat Gibran jadi memperhatikan wajah Alisha yang terlihat begitu dekat dengannya.


Mendengar celetukannya Gibran, Alisha pun langsung mendongakan wajahnya untuk melihat wajah suaminya, "Eh, apa Anda bilang? Saya pendek? Apa tidak salah Anda mengatakan saya pendek?" balas Alisha, seraya menatap wajah Gibran dengan tatapan yang terlihat sedikit kesal sehingga bibir terlihat mengerucut kedepan. Membuat Gibran yang melihatnya sedikit gemas. Bahkan timbul keinginan ingin melawaninya terus.


"Lah kan emang faktanyakan? Lihat saja nih! Kamu segininya sayakan? Apa namanya kalau bukan pendek hah?" ujar Gibran, seraya ia tangannya memegang kepala Alisha lalu ia sejajarkan dengannya, dalam posisi berhadapan, maka tingginya Alisha jadi sebatas dada Gibran.


"Iiikh..! Itu salah Anda yang ketinggian! Bukan salah saya!" protes Alisha, seraya ia menepis tangan Gibran yang sempat menyentuh kepalanya. Dan terlihat sekali ia tak mau disalahkan.


"Eh, kok jadi saya yang disalahin sih? Padahal jelas-jelas kamu yang kependekan! Kok malah nyalain orang! Huh dasar pendek!" balas Gibran, yang terlihat ia mulai gemas melihat Alisha. Sembari ia berusaha menahan senyum lucunya.

__ADS_1


"Akh tau akh! Mau saya pendek kek mau nggak kek! Bukan urusan Anda! Jadi Anda diam saja disini, kalau mau saya membikinkan Anda Sarapan!" pungkas Alisha. Seraya ia mendorong tubuh suaminya, membuat Gibran akhirnya terduduk di kursi yang tadi memang sudah disediakan oleh Alisha.


Setelah itu sambil menghentakkan kakinya karena kesal Alisha kembali melanjutkan acara memasaknya. Gibran langsung tersenyum lucu setelah melihat Alisha menghadap kearah masakannya. Apalagi saat mendengar gerutuan Alisha yang terdengar samar-samar olehnya dengan wajah yang masih menunjukkan kesalnya. Membuat ia benar-benar sulit menahan tawanya, sehingga ia langsung menutup mulutnya agar Alisha tak mengetahuinya.


"Huh! Dasar si jangkung sombong! Seenaknya saja dia mengatai aku pendek! Jelas-jelas dia yang kejangkungan jugaan! Malah ngatain orang yang pendek!" gerutu Alisha, seraya ia mengaduk-aduk buburnya Gibran yang sedang ia masak.


"Tapi tunggu dulu deh, kalau dipikir-pikir, emang iya sih aku pendek! Kalau di sejajarkan sama Mbok Suminah saja, aku masih dibawah telinganya Mbok Suminahkan? Hah.. berati benar dong aku pendek! Iiis menyebalkan banget sih! Kalau harus mengakui kalau Dia menang dong! Cih! Jangan harap Aku mau mengalah ya! Pokoknya selagi umur masih belum dua puluh, aku masih bisa tinggi lihat saja nanti!" lanjut Alisha lagi.


Walaupun Alisha masih terlihat mengerutu. Namun tangannya masih tetap melakukan pekerjaannya. Sehingga tanpa terasa, ia telah menyelesaikan semua masakannya. Lalu langsung ia sajikan di atas meja makan. Setelah semuanya tersaji, ia pun langsung duduk dengan posisi menghadap ke Gibran. Setelah itu ia langsung mengambil piring lalu ia isi dengan bubur, dan kemudian langsung ia letakkan di meja tepat dihadapannya Gibran seraya berkata..


" Mumpung masih hangat sekarang makanlah Tuan jangkung," katanya dengan wajah terlihat santai. Mendengar sebutan dari Alisha, Gibran langsung mengerenyitkan dahinya.


"Kamu panggil aku apa tadi?" tanyanya tampak penasaran.


"Tuan Jangkung! Kan cocok dengan Anda yang tinggikan?" jawab Alisha masih terlihat santai.


"Haiis..! Dasar si pendek! Suka-suka hatinya saja memanggil orang, dari Tuan Sombong sekarang si jangkung lagi!"


...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰


Hai guys, selagi menunggu Author update kembali Yuk mampir ke karyanya Author ♥️Senja_90♥️ yang pastinya ceritanya keren abis loh. Cus Akh kepoin yuk. Dan jangan lupa juga berikan dukungannya ya guys 😉 ♥️

__ADS_1



Syukron 🙏😘🥰


__ADS_2