
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
KERIDHOAN IBU ADALAH RAHASIA SUKSES KEBERHASILANKU
Kata seorang penyair "Keridhoan ibu adalah rahasia sukses keberhasilanku" Maka kejarlah keridoannya niscaya kesuksesan dunia dan akhirat akan mengejarmu. Hati-hati jangan sampai engkau mengejar kesuksesan dunia sehingga engkau melalaikan dan melupakan keridoan ibumu.
Dalam hadits bahwa penyambung silaturahmi akan dilapangkan rizkinya, maka bagaimana lagi jika yang disambung silaturahmi adalah ibu, yang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyebutnya hingga 3 kali?
So ingatlah senyuman ibumu adalah pintu surgamu dan kebahagiaan duniamu.
Ya Allah anugrahkanlah kepada kami kesempatan untuk bakti kepada ibu kami sebelum maut menjemput kami.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Mendengar kehamilan Alisha, membuat Syarah maupun Marwan begitu senang mendengarnya. Jadi tak heran kalau keduanya terlihat sama-sama ingin memanjakan Alisha. Dan hal itu jadi membuat keduanya jadi sering berdebat, karena hanya ingin melakukan yang terbaik untuk Alisha.
"Lisha, Nenek sudah membelikan beberapa baju untuk bayi kamu loh! Lihatlah, cantik-cantikkan?" ujar Syarah, ketika mereka sedang berada di ruang keluarga. Dan tampaknya ia baru saja datang dengan membawa paper bag. Lalu ia pun langsung mengeluarkan isi yang berada di dalam paper bag tersebut.
"Maaf loh Bu, sebenarnya itu tidak boleh Bu! Bagi kami itu pamali membeli perlengkapan bayi sebelum usia kandungan mencapai tujuh bulan lho Bu!" tegur Marwan. Tampak ia tak suka melihat Syarah yang sedang memamerkan baju-baju kecil yang baru saja ia beli.
"Aah.. kata siapa Pak! Kok saya baru dengar ya?" balas Syarah yang sepertinya ia tak mempercayai perkataan Marwan.
"Ya kata orang-orang tua dulu Bu. Soalnya kata mereka,kalau kita membelikan perlengkapan bayi sebelum waktunya bisa-bisa bayinya itu akan gugur Bu. Beitulah yang saya dengar loh Bu," jelas Marwan lagi.
__ADS_1
"Aah.. itu mah mitos Pak! Jangan suka percaya dengan kata-kata yang seperti itu Pak! Dan itu tergantung pemikiran kita Pak. Kalau kita berpikir melakukan itu bisa membuat bayi keguguran. Maka pasti seperti itu yang akan terjadi Pak! Karena setahu saya setiap perkataan adalah doa. Jadi jangan pernah berpikir seperti itu dan jangan berkata yang mendahului Allah Pak!" balas Syarah, memperjelas secara Islamnya.
"Tapi Bu, Almarhum istri saya pernah mengalaminya waktu anak pertama kami, yang gugur pada usia kandungan empat bulan. Padahal ia tak pernah berpikir seperti itu kok. Cuma memang saat itu Almarhum senang sekali membeli perlengkapan bayi. Ya Maklumlah anak pertama jadi masih kemaruk ingin membeli hal-hal yang menyangkut untuk bayi kami," ujar Marwan yang akhirnya ia pun menceritakan masa-masa istrinya ketika mengandung anak pertamanya.
"ya Allah.. itu mah sudah menjadi kodrat Allah pak! Bukan karena dia membeli perlengkapan bayinya, Pak," balas Syarah, yang sepertinya ia masih Keukeh pada pendirian yang tak percaya dengan hal-hal yang berbau mitos.
Melihat perdebatan antara Syarah dan Marwan. Membuat Alisha langsung menatap Gibran yang kebetulan keduanya sedang berada di ruangan keluarga itu juga. mendapatkan tatapan dari istrinya, Gibran langsung paham. kalau istrinya saat ini sedang dalam mode kebingungan. Karena entah siapa yang harus Ia bela.
Dan karena Gibran juga terlihat dalam mode kebingungan juga. Akhirnya ia memilih menggandeng istri pergi meninggalkan ruangan tersebut dan membiarkan, Syarah dan Marwan yang terlihat masih terus berdebat. Sesampainya mereka di luar rumah.
"Ayo, Sayang cepat masuk ke mobil! Sebelum nenek dan bapak menyadari kalau kita tidak ada disana!" kata Gibran seraya ia membuka pintu mobilnya.
"Tapi Mas, ini kan nggak sopan, masa kita pergi begitu saja sih tanpa pamit?" protes Alisha.
"Mau bagaimana lagi Sayang? Maskan juga bingung Sayang. Mau Mas tegur nggak enak sama Bapak, lagian merekakan orang tua kita. Jadi serba salahkan? Mau di biarkan kamu saja pusingkan? Apalagi Mas coba? Makanya dari pada kita yang pusing melihat mereka berdebat lebih baik kita jalan-jalan sajakan?" jelas Gibran setelah keduanya berada di dalam mobilnya.
"Nah gitu dong..ya sudah Sekarang kita berangkat saja ya?"
"Hu'um," balas Alisha dengan singkat. dan setelah mendengar balasan dari istrinya Gibran pun mulai menyalakan mesin mobilnya. Dan tak berapa lama kemudian dengan perlahan mobil pun mulai melaju, meninggalkan pintu gerbang rumahnya.
"Kamu ingin ke mana Sayang?" tanya Gibran, setelah mobil sudah melaju di jalan raya.
"Humm.. ke mana ya?" bales Alisha, dengan wajah yang terlihat sedang berpikir.
"ke mana hayo? Kok lama banget sih berpikirnya?" tanya Gibran lagi.
__ADS_1
"Sebenarnya Lisha sih, ingin pergi ke pantai Mas. Soalnya Lisa belum pernah sekalipun pergi ke sana. Habisnya selama ini Lisha melihat pantai hanya di TV saja, makanya Lisha kepingin banget ke sana Mas," ujar Alisa dengan mata yang terlihat berliner ketika menyebut kata pantai.
"Baiklah kalau begitu sekarang, kita ke pantai oke?" bales Gibran. Seraya ia mengedipkan sebelah matanya.
"Okay, Let's go Mas!" teriak Alisha dengan penuh semangat. Dan tampak sekali wajahnya terlihat begitu bahagia.
"Alright honey let's go!" balas Gibran, tak kalah bersemangatnya dari Alisha. Dan ia pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan cepat.
...*****...
Sementara disisi lain.
Tampaknya perdebatan Syarah dan Marwan terlihat masih berlangsung. Sehingga mereka tak menyadari, kalau saat ini Alisha dan Gibran sudah tak ada lagi di tempat. Hingga akhirnya, mereka tersadar tatkala keduanya sama-sama ingin meminta pendapat dari Alisha dan Gibran.
"Aah.. Sudahlah Pak! Sebaiknya kita tanyakan saja pada anak-anak kita langsung saja!" kata Syarah, yang tampaknya ia mulai lelah melawan besannya.
"Oke, saya setuju! Saya rasa itu lebih baik Bu," balas Marwan. Dan akhirnya pandangan keduanya pun langsung beralih ke kursi yang tadi diduduki oleh Gibran dan Alisha.
"Loh! Kok mereka tidak Ada sih?" kata Syarah tampak bingung.
"Eh! Kemana mereka?" sambung Marwan, yang tak kalah bingungnya.
"Hah! Sepertinya mereka kabur!" kata mereka secara bersamaan.
...•••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••••••...
__ADS_1
Terus dukung author terus ya guys dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga oke.