JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
INDAHNYA BERBAGI.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


HIDUP BERMANFAAT WALAU TIDAK POPULER


Hiduplah seperti akar, yang rela memberikan segalanya. Meski kadang sang pohon tak pernah melihat nya.


Hiduplah seperti akar, yang memberi tanpa tapi, dan tak pernah meminta kembali,


Hiduplah seperti akar, yang menjadi peran utama


meskipun tak pernah ada yang memuji nya


Hiduplah seperti akar, yang menjadi penyebab setiap kebaikan. Meskipun tak pernah ada yang memberikan penghargaan.


Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:


خير الناس أنفعهم للناس


"Sebaik-baiknya Seseorang diantara kalian adalah yang paling bermanfaat terhadap yang lainnya"


Duhai saudaraku. Siapapun engkau, dimanapun engkau. Jadilah manfaat bagi sesama, yang rela berbagi, dan ikhlas memberi. Yang hadirnya menggembirakan dan ketiadaanya dirindukan.


jika engkau tak mampu menjadi akar yang pohonnya menghasilkan banyak buah


Maka jadilah akar yang menopang pohon yang memberi keteduhan bagi yang lelah.


jika tak mampu menjadi akar bunga yang memberikan keharuman bagi dunia


maka jadilah akar rumput yang mengenyangkan hewan—hewan peternak.


إن لمْ تكُن وَرْدا فلاَ تكُن شوْكا


"Jika kau tak mampu menjadi bunga, maka janganlah menjadi duri."

__ADS_1


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


Gibran amat terkejut, bahkan langsung terbatuk-batuk, tatkala ia mendengar perkataan sang Nenek, bahwa Gado-gado yang ia makan berasal dari warung Mbok Suminah. Melihat Cucunya tersedak Syarah langsung memberikan air putih kepadanya. Lalu ia juga menepuk-nepuk pelan pada punggungnya Gibran.


"Hati-hati dong Nak, makanan tinggal sedikit lagi saja kok sampai tersedak sih?" ujar Syarah dengan lembut, seraya ia masih mengelus punggung cucunya itu.


"Aaah... ini salah Nenek! Kenapa tidak bilang dari tadi, kalau gado-gado itu punya si Mbok-mbok itu sih!" balas Gibran, setelah ia selesai meminum air putih yang diberikan oleh Syarah.


"Kok Mbok-mbok sih Nak? Emangnya sapi apa? Mbok Sumi gitu akh Nak," kata Syarah, seraya ia tersenyum lucu, melihat mimik wajah sang cucu yang terlihat sudah memerah. Entah karena malu, atau karena ia habis tersedak.


Akan tetapi Syarah yakin sekali, kalau saat ini Cucunya merasa malu karena tadi, ia sempat memuji rasa dari Gado-gado tersebut. Apalagi ia sempat Makanya tambah-tambah, padahal ia tak pernah makan sampai seperti itu. Bahkan ia sulit sekali bila di suruh makan. Makanya Syarah begitu senang, saat melihat sang cucu, makan sangat lahap.


"Bodo akh! Yuda jadi nggak berselera lagi!" kata Gibran, seraya ia mendorong piringnya, yang terlihat masih bersisa tinggal sedikit lagi. Mendengar perkataan Gibran, Syarah pun tersenyum mengejek, Seraya berkata..


"Humm... nggak berselera...? Padahal tadi makannya sampai tambah-tambah, tapi bilangnya nggak berselera? hahaha.. Yuda-yuda kamu kok lucu banget sih Nak? Lihat saja tuh, yang dipiring juga tinggal sedikit lagi, jugaan.." ujar Syarah, sambil tertawa lucu melihat tingkah laku Gibran.


"Hu'uuh! Nenek kok malah ngetawain Yuda sih? Akh, sudahlah! Yuda pergi saja!" katanya seraya ia bangkit dari duduknya, lalu ia pun langsung melangkah pergi, dengan wajah yang terlihat amat kesal, karna dirinya, sudah ditertawakan oleh Neneknya sendiri.


"Lah gue kemarikan mau bertanya, tentang Ruko! Kenapa gue malah pergi, sebelum bertanya ya?" gumam Gibran, seraya ia menepuk jidatnya, "Aaah.. ya sudah balik lagi sajalah! Dari pada penasaran!" katanya lagi, seraya ia membalikkan tubuhnya, dan kembali berjalan memasuki mansionnya Syarah. Dan baru saja ia hendak masuk, tiba-tiba..


"Aah.. Nenek! Bikin kaget aja!" sentak Gibran. Begitu terkejut, karena hampir saja menabrak sang Nenek, yang terlihat ia juga sedikit terkejut.


"Loh, kok balik lagi Nak? Apa ada yang tertinggal?" tanya Syarah, yang ternyata ia bermaksud, Ingin keluar untuk melihat kepergian cucunya.


"Tidak Nek! Hanya saja, Yuda ingin bertanya sama Nenek," balas Gibran, membuat Syarah langsung mengerenyitkan dahinya.


"Bertanya? Kalau begitu dudulah dulu, biar kamu bisa leluasa bertanyanya," ujar Syarah, seraya ia duduk, di sofa yang berada di ruang tamu. Melihat nenek duduk, Gibran pun akhirnya ikut duduk, di sofa yang berhadapan dengan Syarah.


"Sekarang katakanlah, kamu mau bertanya apa Nak?" tanya Syarah lagi, Setelah ia melihat sang cucu telah duduk dengan nyaman.


"Ini perihal ruko Nek! Apakah benar, Nenek telah memberikan ruko yang berada di depan taman kota itu pada si Embok sum-sum itu secara cuma-cuma?" tanya Gibran dengan wajah yang terlihat penasaran.

__ADS_1


"Benar! Emangnya kenapa Nak? Nggak masalahkan kalau Nenek memberikan salah satu ruko tersebut?" balas Syarah terlihat begitu tenang dan Santai.


"Hah..! Kok nggak masalah sih Nek? Itukan Ruko berharga miliaran rupiah Nek! Kok gampang sekali Nenek memberikannya secara cuma-cuma begitu? Itu sama saja rugi besar Nek!" ujar Gibran, dengan wajah yang terlihat tidak suka dengan keputusan sang Neneknya itu.


"Rugi? Tidak akan merugi Nak, bila untuk berbuat kebaikan. Karena kata guru ngaji Nenek, Allah dan rasul-nya memerintahkan kita untuk gemar menolong orang lain, memenuhi kebutuhan mereka, bersegera membantu kesulitan yang sedang mereka hadapi. Yang mana semua itu dilakukan demi merealisasikan kebersamaan, ukhuwah persaudaraan, kecintaan, dan kasih sayang diantara sesama saudara muslim.


Allah azza wa jalla menjelaskan dalam salah satu firman -Nya:


 لَّا خَيۡرَ فِي كَثِيرٖ مِّن نَّجۡوَىٰهُمۡ إِلَّا مَنۡ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوۡ مَعۡرُوفٍ أَوۡ إِصۡلَٰحِۢ بَيۡنَ ٱلنَّاسِۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ ٱبۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِ ٱللَّهِ فَسَوۡفَ نُؤۡتِيهِ أَجۡرًا عَظِيمٗا 


“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar”. [an-Nisaa’/4: 114].


Dalam ayat lain Allah tabaraka wa Ta’ala berfirman:


 مَّن يَشۡفَعۡ شَفَٰعَةً حَسَنَةٗ يَكُن لَّهُۥ نَصِيبٞ مِّنۡهَاۖ 


“Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bagian (pahala) dari padanya”. [an-Nisaa’/4: 85].


"Nak, di dalam sebuah hadits juga mendukung perilaku terpuji bagi orang yang gemar berbagi, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ


Dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa beliau bersabda:


“Barangsiapa yang menutupi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yang melapangkan kesusahan seorang muslim maka Allah akan mengangkat darinya dengan sebab amalan tadi kesusahannya kelak pada hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi cela saudaranya muslim maka Allah akan menutupi aibnya kelak pada hari kiamat“. [HR Bukhari no: 2442. Muslim no: 2580].


Didalam hadits tadi, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan pada kita kalau yang namanya memberi suatu yang bermanfaat bagi orang lain merupakan amal ibadah yang sangat agung. Jadi dimana ruginya Nak? Justru sangat indahnya berbagi Nak,"


Mendengar penjelasan Syarah, yang didapatkan dari guru ngajinya, membuat Gibran terdiam. Bahkan ia langsung bangkit dan langsung pergi begitu saja, tanpa berpamitan.


"Astaghfirullah.. Ya Allah, berikanlah Hidayah-Mu pada cucu hamba ya Rabb," gumma Syarah seraya ia menatap kepergian Gibran.


...•••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏

__ADS_1


Serta jangan lupa berikan 👉" ⭐⭐⭐⭐⭐ " serta ulasan Oke 😉 Dan tak lupa juga Vote serta Hadiahnya ya 🤭 biar memicu Author update kembali oke guys 😉 Syukron


__ADS_2