JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
MENIKAHLAH DENGANKU.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


Kemana engkau hendak berlari..?


Kepada Allaah juga akhirnya engkau kembali


Kemanapun engkau bersembunyi. Tersingkap juga rahasiamu secara pasti...


Tiada tempat aman bagimu. Tiada ruangpun bisa menyembunyikan dirimu. Orang yang pandai.


Pasti ia segera berbenah diri. Karena tiada secuilpun jejak kehidupan lepas dari pengawasan


Tak sejenak waktupun berlalu tanpa hisab


"Kembalilah kepada Allah. Sebelum engkau kembali ke tanah. Lepaskan topeng kemunafikan


Jadilah hamba Allah


Lepaskan jubah malaikat yang kau gunakan untuk memikat. Mencari pujian yang hanya sesaat. Gunakanlah jubah kehambaan...


Karena sampai kapanpun engkau tetaplah. Hamba Allaah....


So, Kita gunakan sisa waktu ini. Untuk bertaubat dari segala dosa dan salah. Memperbaiki hati.


Mempersiapkan bekal untuk akhirat nan kekal abadi.

__ADS_1


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


Alisha terlihat begitu terkejut, saat mendengar perkataannya Syarah, Neneknya Gibran. Yang mengatakan bahwasanya, hari ini Gibran telah berjanji akan menikahi dirinya! Padahal tadi Gibran tak mengatakan apapun padanya tentang janjinya pada Sang Neneknya. Dan yang hanya dia Ingat malahan Gibran mengajaknya untuk Nikah Kontrak.


"Apa maksud dia tadi Nek? Janji apa yang sudah dia janjikan pada Nenek, Nek?" tanya Alisha, dengan wajah yang terlihat begitu sangat penasaran.


"Begini Nak, tadi Yuda sudah berjanji pada Nenek, kalau dia..." balas Syarah. Namun belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya. Gibran langsung menyelanya.


"Nek? Biar Yuda yang menjelaskannya pada Dia! Nenek tunggu disini sebentar ya? Yuda ingin berbicara dulu sama Lisha!" ujar Gibran. Seraya ia langsung meraih tangan Alisha. Lalu ia juga langsung membawa Alisha, keluar dari kamar rawatnya Syarah. Tanpa menunggu jawaban dari sang Nenek, yang terlihat hanya tercengang saat melihat cucunya membawa Alisha begitu saja. Namun saat mereka tak terlihat lagi, ia pun tersenyum senang.


"Benarkan dugaanku! Kalau Sebenarnya Mereka itu sangat cocok sekali! Dan aku sangat berharap, semoga Alisha mau menerima Yuda sebagai suaminya. Dan aku juga Yakin, pasti Alisha bisa merubah sifat keras kepalnya Yuda. Dan Aku juga bakalan tenang, bila saatnya nanti Aku dipanggil Illahi. Karena sudah ada yang akan menemaninya," gumam Syarah, dengan tatapan yang terlihat masih mengarah kepintu tempat menghilannya Gibran dan Alisha.


...*****...


Gibran yang tadi menarik tangannya Alisha. Kini keduanya sudah berada di luar kamar. Namun Gibran tak langsung menghentikan langkahnya. Sehingga membuat Alisha terlihat tampak bingung. Pasalnya Gibran yang masih menggenggam tangannya, masih terus menarik tangannya disepanjang mereka menelusuri koridor rumah sakit. Sampai pada akhirnya langkahnya berhenti tepat di depan pintu yang bertuliskan Doctor's Room. Lalu Gibran langsung mengetuk pintu itu, dan tak berapa lama terdengar seruan dari dalam.


"Masuk!"


Setelah mendengar seruan dari dalam Gibran pun langsung membuka pintu ruangan tersebut. Lalu setelah pintu terbuka, ia kembali menarik tangan Alisha dan keduanya akhirnya masuk ke ruangan dokter tersebut.


"Siang Dok!" sapa Gibran, pada seorang pria berjas putih, yang terlihat sedang duduk dibelakang meja kerjanya.


"Oh Pak Gibran! Silakan duduk pak! Ada apa?Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter tersebut, sambil ia mempersilahkan Gibran duduk.

__ADS_1


"Terima Dok! Ini Dok, saya ingin bertanya tentang kondisi Nenek saya saat ini. Dan apa yang akan terjadi kalau sakit jantung kumat lagi Dok? Tolong jelaskan lagi Dok padanya," tanya Gibran seraya ia melirik ke Alisha. Setelah ia dan Alisha duduk di kursi yang berada di depan meja sang Dokter.


"Ooh, baiklah kalau begitu Pak!" balas Dokter yang sepertinya paham dengan maksudnya Gibran, "Begini ya Nona, kondisi Bu Syarah saat ini memang mulai stabil, akan tetapi jantung beliau belum sepenuhnya normal. Untuk itu, jangan membuat sesuatu yang membuat jantungnya terpicu. Hal itu akan membahayakan untuk Bu Syarah. Karena bila hal itu terjadi, saya tidak bisa menjamin lagi apakah beliau bisa terselamatkan lagi Nona," jelas sang Dokter pada Alisha. Membuat Alisha, merasa sedikit takut.


"Terima kasih Dok, atas penjelasannya! Kalau begitu kami permisi ya Dok!" balas Gibran, seraya ia bangkit dari duduknya. Dan langsung menarik tangan Alisha, tanpa membiarkan Alisha mengucapkan apapun pada sang Dokter. Bahkan, mereka pergi tanpa menunggu balasan dari sang Dokter tersebut.


"Nah sekarang kamu sudah tahukan kondisi Nenekku?" tanya Gibran setelah mereka berada di luar ruangan sang Dokter.


"Iya, teruus..?" balas Alisha dengan singkat.


"Dan kamu pasti tahu jugakan? Dia akan langsung meninggal bila terjadi sesuatu yang bisa membuat jantung terpicu bukan?" tanya Gibran lagi, dan kali ini Alisha hanya membalasnya dengan anggukan kepalanya saja.


"Nah dari itu, Saya tidak berani berkata tidak. Saat Nenek meminta Saya untuk menikahi kamu. Untuk itu saya minta Maaf! Karena tadi Saya berjanji pada Nenek, untuk menikahi kamu hari ini juga! Dan saat saya berjanji, kondisi beliau baru melewati masa kritisnya," jelas Gibran, lagi seraya ia duduk di sebuah kursi yang berada di koridor dekat ruangan sang Dokter. Lalu ia menunduk wajahnya dalam-dalam.


"Sekali lagi saya minta maaf, karena sudah melibatkan kamu, dalam masalah ini. Tapi itu karena saya tidak ingin kehilangan Nenek saya. Karena hanya tinggal Beliau saja keluarga Saya, yang masih tersisa. Dan saya tidak bisa membayangkan... kalau seandainya..Dia pergi meninggalkan Saya... Mungkin saya..." lanjut Gibran lagi, dengan suara yang terdengar sudah bergetar. Bahkan Alisha juga dapat melihat, getaran di tubuh Gibran. Sampai akhirnya, ia juga melihat tetesan air yang jatuh ketangan Gibran.


"Maa shaa Allah, sebegitu sanyangnya Tuan sombong ini pada Neneknya. Sampai-sampai dia menitikkan air matanya untuk sang Nenek. Tampaknya dia amat takut kalau Neneknya meninggal makanya, dia sampai berjanji untuk menikahiku. Lalu apa yang harus Aku katakan?" batin Alisha. Tampak ia seperti kebingungan ketika melihat tubuh Gibran, yang masih bergetar karena sedang menahan tangisnya.


"Lalu apa yang harus Saya lakukan Tuan?" tanya Alisha, yang terlihat ia masih berdiri di hadapan Gibran, yang masih duduk di kursi tunggu yang berada di koridor rumah sakit.


Mendengar pertanyaan Alisha, Gibran terlihat mengusap wajah. Dan tak berapa lama ia pun mendongakan kepalanya, karena posisi wajah Alisha jadi lebih tinggi. Untuk sesaat ia hanya menatap wajah Alisha begitu lekat. Membuat Alisha menjadi salah tingkah, karena mendapatkan tatapan dari Gibran.


"Kenapa Anda malah menatap saya seperti itu sih? Bukannya menjawab pertanyaan saya?" ujar Alisha, seraya ia bermaksud melangkahkan kakinya mundur. Namun tangan Gibran, langsung meraih tangannya, membuat Alisha sedikit terkejut.


"Alisha, menikahlah denganku!"

__ADS_1


...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰


__ADS_2