Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Pencarian II


__ADS_3

Sudah 3 jam lamanya Violet mengawasi bagian depan restoran tersebut tidak tampak Kay berada ditempat tersebut.


Kruuukk... kruukk... suara perut Violet yang lapar.


"Uugh... mana perut laper banget lagi."


"Apa aku masuk kedalam dan makan aja ya."


"Tapi bangaimana kalau justru nanti aku gak lihat saat dia datang."


"Pesan online ajalah. Bisa dimakan dimobil."


ucap Violet kemudian memesan makan online melalui aplikasi diponselnya.


30 menit kemudian pesanannya sampai. Violet langsung memakan makannya sampai habis hanya tersisa sendok dan bungkusnya.


"Uuffhh... Kenyang..." ucapnya sambil mengusap perutnya.


"Hoooaaammzzz... Duh, perut kenyang kok jadi ngantuk sih. Mana lagi ni orang lama amat keluarnya. Emang yang dimakan apaan sih. Makan piringnya juga kali ya!" gerutu Violet kesal.


Untuk menghilangkan jenuh Violet mainkan ponselnya, sampai tanpa sadar tertidur.


Tok tok tok...


Violet dikagetkan ketukan dijendela mobilnya.


Setelah mengusap matanya, dia menurunkan jendela mobilnya. Tampak seorang scurity berdiri tepat diluar pintu mobilnya.


"Selama malam nona." sapanya dengan ramah.


"Iya. Malam. Ada apa pak?"


"Maaf nona, tempat ini akan segera ditutup. Saya lihat mobil ini mesinnya masih menyala jadi saya hanya ingin memastikan jika didalam ada orangnya."


"Tutup?" Violet menatap restoran didepannya yang sebagian besar lampunya sudah mati.


"Aduuuh... Aku ketiduran." ucapnya lemah.


"Terima kasih pak. Kalau begitu saya pulang."


"Baik, sama-sama nona. Hati-hati dijalan."


"Terima kasih." ucap Violet sekali lagi sambil menganggukkan kepalanya.


_ * * * _


Jam 01:30 am


Violet membuka pintu rumahnya dan dengan lemas masuk menaiki tangga menuju kamarnya.


"Darimana saja jam segini baru pulang, nggak ada kabar, ditelfon nggak diangkat?" suara Lisa mengagetkan Violet.

__ADS_1


"Kak Lisa belum tidur?" Violet justru balik bertanya.


"Kamu pikir aku bisa tidur nyenyak sedangkan sampai lewat tengah malam kamu belum pulang dan nggak ada kabar?"


"Maaf kak aku ketiduran dimobil."


"Kamu memang ngapain sampai ketiduran dimobil?"


"Aku, emm aku tadi..."


Lisa menatap Violet tajam menyelidik melihat adiknya gugup menjawab pertanyaannya.


"Kak, tadi aku ke restoran trus ketiduran dimobil?"


"Kok bisa? Ke restoran tapi ketiduran di mobil? Kamu mencoba membohongiku?"


"Tidak kak. Beneran aku tadi ketiduran di mobil pas diparkiran restoran. Aku merasa capek dan main HP sebentar tau-tau ketiduran."


"Jadi kamu ke restoran hanya numpang parkir untuk tidur, begitu?"


"Bukan begitu. Tadinya aku mau menemui seseorang. Tapi malah ketiduran karena nungguin dia lama."


"Oh ya? Kamu mau ketemu siapa?"


"Ada kak, temanku."


"Teman yang mana?"


Lisa menganggukkan kepalanya, dia menyadari tidak semua urusan Violet harus dia ketahui meskipun dia sangat ingin karena itu juga untuk menjaganya. Tapi disisi lain juga Lisa sangat sadar adiknya memiliki batas privasi yang tidak bisa dia masuki, dan dia sudah berjanji pada Violet akan memberikan ruang privasinya.


"Ya sudah cepat tidur. Lain kali jangan buat aku panik. Kalau mau pergi kabari aku!"


Violet menganggukkan kepalanya, kemudian mendekat dan mencium kedua pipi saudari satu-satunya itu.


"Terima kasih kak, aku menyayangimu." ucap Violet sambil tersenyum tulus.


Lisa membalas senyuman Violet dan menganggukkan kepalanya.


_ * * * _


Jogjakarta.


Hari ini Violet berada di Jogja. Tour promosi produk baru dari Neptunecorps masih berlanjut dan ini adalah kota terakhir.


Setelah melewati serangkaian acara Violet yang ditemani Uci kembali ke Hotel tempatnya menginap.


"Vi kamu ke kamar dulu ya." pinta Uci.


"Mbak Uci mau kemana?"


"Aku mau beli oleh-oleh untuk anak dan keluargaku dulu Vi."

__ADS_1


"Aku ikut mbak, tapi perginya nanti malam saja gimana? Aku pengen jalan-jalan di Malioboro"


"Nanti malam kita pergi lagi, sekarang aku mau membeli sebagian dulu."


"Oh gitu. Ya sudah. Hati-hati mbak."


"Iyaa bawel." jawab Uci dengan gemas mencubit hidung Violet.


Violet menuju meja resepsionis hotel tersebut meminta kunci kamar.


"Kamar "465" ucap Violet


"Kamar "433" ucap seorang laki-laki disebelah Violet secara bersamaan dengannya.


Violet menoleh kekiri melihat sosok laki-laki yang berdiri tegap disebelahnya.


"Sekretars Mark." Violet membulatkan matanya saat memanggil laki-laki tersebut.


Mark menoleh kemudian tersenyum,


"Selamat sore nona Violet. Apa kabar?"


"Aku baik. Kenapa sekretaris Mark disini?"


"Urusan sedikit pekerjaan nona."


"Nona ini kunci kamar anda." bagian resepsionis hotel tersebut memberikan sebuah kartu tipis, kunci kamarnya.


Violet menerima kunci tersebut,


"Terima kasih."


"Dan ini tuan kunci kamar anda." kemudian dia menyerahkan kunci kamar Mark.


"Terima kasih." Mark menerima kuncinya sambil tersenyum.


"Selamat beristirahat." petugas resepsionis tersebut mengakhiri ramah tamahnya.


"Sekretaris Mark apa Kay ikut berada disini?" tanya Violet ketika mereka berada didalam lift.


"Tidak nona. Hanya saya."


"Bagaimana kabarnya sekarang?"


"Kabar beliau baik."


"Dimana dia sekarang? Kenapa sejak malam itu dia pergi? Dan kenapa dia akhirnya melakukan pers konferens sendiri? Lalu apa benar dia akan menikah? Apa dia marah padaku?" Violet langsung membrondong pertanyaan pada Mark.


"Nona, pertanyaan anda yang mana yang harus saya jawab terlebih dahulu?" tanya Mark sambil menaikkan satu alisnya.


"Emm.. Maaf aku terlalu banyak bertanya secara bersamaan." wajah Violet menjadi memerah menyadari dirinya terlalu bersemangat bertanya soal Kay.

__ADS_1


"Sekretaris Mark dimana dia sekarang?" tanyanya kemudian.


__ADS_2