Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Kaisar Neptunus IV


__ADS_3

Kaisar berdiri disebuah saung yang berada diatas kolam dekat kamar pribadinya seorang diri. Sembari matanya fokus menatap kotak kaca sebesar buku.


Dari arah depan tampak seorang gadis berlari.


Gadis itu mendekat dan langsung bersembunyi dibalik tirai yang berada disebelah kaisar. Kaisar hanya diam melirik perbuatan gadis itu.


Tidak lama kemudian beberapa prajurit datang ketempat tersebut langsung berbaris membungkukkan badan mereka memberi hormat kepada sang kaisar.


"Apa yang terjadi" tanya kaisar sambil menatap mereka.


"Maaf yang mulia, kami sedang mengejar tawanan. Tadi dia berlari kearah istana dalam (kamar) yang mulia kasiar. Kami khawatir dia akan mencelakakan yang mulai. Kami akan segera mencari dan menemukanya yang mulia." jawab salah seorang diantaranya.


"Tawanan?"


"Benar yang mulia. Dia adalah manusia yang menyusup dan ditahan dipenjara istana pangeran Mark. Tapi dia berhasil kabur karena mengelabuhi kami."


"Dia tidak ada disini. Carilah ditempat lain." kaisar berbohong karena dirinya ingin mencari tau sendiri siapa gadis itu dan apa tujuannya datang menyelinap ke planet yang ada dalam kekuasaannya.


"Yang mulia apa tidak sebaiknya kami memastikan dulu dengan memeriksa tempat ini?"


"Tidak perlu. Carilah ditempat lain."


"Baik yang mulia, hamba mohon undur diri." prajurit itu segera pergi.


Gadis itu keluar dari tempat persembunyiannya. Sang kaisar terpana melihat gadis itu. Gadis tercantik yang pernah dia lihat di Planet itu.



Gadis itupun sebaliknya. Dadanya begitu berdebar. Wajah yang lama dia rindukan berada dihadapannya. Ingin rasa hatinya memeluk sosok yang ada dihadapannya dengan erat, lalu mengucapkan kata maaf yang selama ini dia pendem, ingin dia menumpahkan segala penyesalan yang selama ini dibendung didalam dadanya.



Matanya terasa begitu panas, kemudian air matanyapun mengalir tapi dengan segera dia hapus airmatanya.

__ADS_1


"Siapa kau?" tanya Kaisar dengan tatapan mengintimidasi.


"A-aku Violet. Xing Arshine Violet." jawab Violey gugup.


"Apakah kamu manusia bumi yang menyelinap dalam wilayah kekuasaanku ini?"


"Aku tidak menyelinap." Violet membela diri.


"Kamu tidak mau mengaku? Aku akan memanggil prajuritku untuk menangkapmu lalu membuangmu kedalam lembah hitam."


"Apa itu lembah hitam?"


"Lembah tempat para binatang buas. Tempat yang gelap dan berlumpur. Tidak ada tumbuhan ataupun makanan. Jika ingin makan maka harus membunuh binatang buas itu."


Violet bergidik membayangkan tempat itu.


Jauh-jauh aku datang kesini apa iya hanya untuk menyerahkan diriku untuk menjalani nasib semengenaskan itu!" batin Violet.


"Baiklah, kamu rupanya memang sangat ingin menghabiskan hidupmu dilembah hitam."


"Tidak! Jangan! aku berkata yang sebenarnya." Violet memohon, dirinya ketakutan jika harus mengalami hidup seperti yang dikatakan kaisar.


"Kenapa kak Mark tidak menceritakanku hukuman yang akan diterima semengerikan itu." batinnya.


"Aku akan memanggil prajuritku, diam dan tunggu." ucap kaisar kemudian menarik nafasnya.


Violet dengan segera membekap mulut kaisar dengan telapak tangannya sebelum kaisar mengeluarkan suara untuk memanggil prajuritnya. Kaisar menarik tangan Violet, membuat tubuh mereka saling bertabrakan. Mata mereka saling memandang satu sama lain.


"Apa yang kau lakukan! Manusia lancang!" ucap kaisar sambil melepaskan diri Violet dan merapikan pakaiannya.


"Aku mohon jangan tangkap dan buang aku ketempat mengerikan itu." Violet memohon dengan wajah memelas.


"Hukumanmu akan kutambah karena kelancanganmu."

__ADS_1


"Hey! Aku sudah minta maaf. Lagipula dulu kamu berbuat semaumu padaku juga tidak minta maaf!" sarkas Violet justru berbalik tersulut emosi.


"Apa maksudmu?" kaisar penasaran dengan maksud ucapan Violet.


Violet menutup mulutnya, kemudian memukul pelan pelipisnya,


"Bodoh. Kenapa aku bisa keceplosan." batin Violet.


"Tidak apa-apa lupakan! Rugi sekali aku disini. Aku mau kembali." ucapnya kemudian pergi berlenggang seakan tidak bersalah.


Kaisar dengan sigap meraih tangan Violet dan menariknya, membuat Violet membalikkan badannya, mereka kembali berhadapan dengan jarak sangat dekat.


Deg deg deeg... suara jantung Violet begitu kencang berdetak mampu didengar oleh telinga Kay.


"Siapa kamu? Kenapa suara jantungmu-?" kaisar tidak melanjutkan pertanyaanya. Wajahnya mengamati wajah Violet, membuat jantung Violet semakin berdetak kencang.


Violet tidak menjawab pertanyaan kaisar, matanya asyik menikmati wajah yang begitu ia rindukan. Violet juga tidak lagi mampu menahan gejolak dirinya untuk menumpahkan kerinduan yang dia tahan sejak tadi. Kamudian,


Cuuup...


Violet mencium bibir kaisar tanpa ijin. Bibirnya memainkan bibir sang kaisar dengan lembut. Kaisar yang mendadak mendapat ciuman dari Violet hanya bisa diam dan membolakan matanya.


Violet benar-benar merasakan bagaimana dinginnya bibir kaisar. Sekilas ingatannya kembali saat ia menempelkan tangannya di dada kaisar saat di kantor Kay dulu.


Rasa penasarannya terhadap ucapan Gia seminggu yang lalu ingin ia buktikan saat ini juga. Kemudian dia mendorong tubuh sang kaisar tanpa melepaskan pautan bibir mereka sampai tubuh Kay menabrak pada tiang di saung tersebut. Violet kemudian memasukkan tangannya di sela baju kaisar dan meletakkannya tepat di atas dada kirinya.


Rasanya sama seperti saat itu. Hawa yang begitu dingin mulai menjalar di tangannya. berbanding terbalik dengan kaisar yang justru dia rasakan adalah hawa hangat yang lembut perlahan merasuk kedalam dadanya. Jantungnya yang sebelumnya berdetak lemah menjadi berdetak normal dan tubuhnya ikut menghangat. Kaisar memejamkan matanya menikmati rasa hangat yang menjalar di tubuhnya, hingga dia tanpa sadar tertidur.


Violet pelepaskan ciuman dan menarik tangannya. Tubuhnya berusaha sekuat tenanga menahan tubuh kaisar agar tidak jatuh. Kemudian perlahan menidurkan kaisar di lantai. Mengamati wajah orang yang dulu selalu membuatnya kesal, sekaligus membuay jantungnya berdebar. Yang tanpa dia sadari dia telah jatuh cinta pada alien planet Neptunus bernama Ri Kay Ray.


Violet tersenyum kecil kemudian sambil mengusap lembut wajah kaisar dia berbisik,


"Aku merindukanmu. Maafkan aku menyelinap kesini. Aku ingin menemui cinta pertamaku. Kamu!" Kemudiam Violet kembali mengecup kaisar dan pergi meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2