
Lisa sudah sampai diruangan milik Suzu yang penuh dengan monitor dan alat-alat canggih. Bahkan banyak diantaranya Lisa selama ini baru melihatnya seperti yang ada didalam film dengan efek CGI.
"Aku akan menelusuri jejak adikmu melakui rekaman CCTV yang ada disekitar pelabuhan."
"Apa bisa?"
"Kenapa tidak? Aku akan mencoba dan menemukan jawabannya kurang dari 15 menit. Duduklah dengan tenang disana." Suzu menunjuk sebuah sofa.
"Aku disini saja."
"Aku tidak akan bisa berkonsentrasi jika kakak disini. Duduklah dengan tenang. Aku janji akan membantu sampai adikmu ditemukan."
Lisa mengangguk, kemudian berjalan menuju sofa yang ditunjuk Suzu tadi.
Suzu berkonsentrasi penuh mengamati setiap pergerakan diCCTV yang terpasang disetiap sudut pelabuhan.
"Kak Lisa kemari!" pinta Suzu.
Lisa dengan cepat menghampirinya,
"Ada apa?"
"Apa ini adikmu?" tanya Suzu sambil memperbesar gambar dimonitor.
"Benar! Benar Suzu dia Violet. Jadi dia sudah benar-benar sudah sampai disini. Lalu dimana dia sekarang?"
"Aku akan melacaknya lagi. Pasti kita akan segera menemukannya."
"Semoga saja."
Drrrttt... Drrrtt....
Ponsel Lisa bergetar notifikasi pesan masuk
Lisa membukanya,
Chandra:
"Bisa ketemu sekarang? Ada yang ingin aku bicarakan mengenai Violet."
__ADS_1
Lisa:
"Aku sedang sibuk sekarang. Aku belum mendapatkan kabar dari adikku."
Chandra:
"Aku tau tentang dia. Temui aku jika ingin tau apa yang aku tau."
Lisa terkejut dengan isi pesan Chandra.
"Mungkinkah dia tau kepergian Violet? Andaipun dia tau untuk apa aku meladeninya. Sebaiknya aku fokus dengan mencari Violet daripada meladeninya." batin Lisa.
Lisa kemudian kembali membalas pesan Chandra,
Lisa:
"Aku sangat sibuk sekarang. Lain kali saja."
Chandra:
"Kamu yakin tidak ingin menemuiku? Baiklah jika berubah pikiran segera hubungi aku secepatnya."
Lisa hanya membaca isi pesan Chandra, lalu mengabaikannya.
_ * * * _
"Kenapa perginya cepat sekali?"
"Aku belum pergi Violet. Tadi aku mandi dulu, setelah mandi aku mengirim pesan pada kakakmu dan minta bertemu. Tapi dia menolak bertemu denganku."
"Apa tidak kamu katakan soal diriku?"
"Sudah. Tapi dia menjawab sedang sangat sibuk."
"Sibuk apa kakakku sampai mengabaikanku?" tanya Violet dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan berpikir macam-macam. Pasti ada alasan yang sangat penting sampai kakakmu menolak bertemu denganku."
"Tapi,-"
__ADS_1
"Sudahlah. Ada aku. Aku janji akan menjaga dan menemani kamu terus. Makanya jangan berpikir negatif, dan istirahatlah supaya tubuhmu segera pulih. Setelah pulih kamu bisa menemuinya langsung."
_ * * * _
Kaisar sedang berada di aula utama Istana Neptunus. Hari ini adalah ujian terakhir Putri Xie untuk menguji kepantasannya sebagai calon permaisuri. Pejabat dan bangsawan Neptunus sudah hadir diruangan luas itu untuk menjadi saksi hasil ujian dan keputusan Kaisar.
"Hari ini adalah ujian terakhir untuk Putri Xie. Selama ini Putri Xie berhasil melalui semua ujian dengan sangat baik. Aku akan mengujinya untuk merakit senjata. Ini sangat penting, karena meskipun kita hidup disini dengan damai bukan tidak mungkin suatu saat akan ada pihak luar yang mencoba masuk keplanet kita tercinta ini. Putri Xie dikenal dengan kepawaiannya memainkan banyak senjata, jadi kurasa tidak akan kesulitan menyelesaikan ujian ini. Putri Xie apa kamu siap?" tanya Kaisar menatap lurus Putri Xie yang berdiri ditengan aula.
"Hamba siap yang mulia." jawab Putri Xie.
Seorang dua orang prajurit membawa sebuah kotak besar. Kemudian mengeluarkan semua isinya dan menata diatas kotak tersebut.
Putri Xie maju mendekat pada kotak yang diatasnya telah berjejer rapi bagian-bagian senjata yang akan dia rakit sebagai ujiam terakhirnya.
"Putri Xie, waktumu merakit senjata itu 3 menit. Pergunakan waktumu dengan baik."
Kaisar mengangkat tangan kanannya keatas.
Teeeettttttt.... Suara bel sebagai tanda dimulaunya waktu merakit.
Putri Xie sama sekali tidak terlihat kesulitan dalam merakitnya. Tangannya begitu terampil memasang satu persatu bagian senjata itu dengan tenang.
Semua yang hadir penglihatannya terfokus pada Putri Xie, sedangkan Kaisar justru merasa sebaliknya. Meski terlihat tenang tapi hati dan pikirannya tertuju pada Violet. Kaisar tetap berusaha tenang dihadapan pejabat dan bangsawan Neptunus meskipun sebenarnya konsentrasinya terpecah menjadi dua. Antara ujian Putri Xie dengan hilangnya Violet. Dalam hati Kaisar sangat berharap Putri Xie gagal menyelesaikan ujiannya.
Teeeeeeettttt... bel kembali berbunyi tanda waktu telah habis.
Putri Xie tampak berhasil menyelesaikan ujiannya dengan baik. Tidak satu pun komponen tersisa diatas kotak yang artinya ia telah berhasil melalui ujian dengan baik.
Semua yang hadir disana saling mengangguk dan berbisik mengakui kemanpuan Putri Xie.
"Putri Xie, kau sudah menyelesaikan ujianmu?" tanya Kasiar dengan suara gugup. Sulit hatinya menerima kenyataan jika Putri Xie luus di ujian ini. Karena dengan begitu Kaisar harus menyerah dengan cintanya pada Violet.
Putri Xie menganggukkan kepalanya kemudian menunduk.
Tampak senyum puas mengembang diwajah para tetua Xierus dan ayah Putri Xie yaitu Raja wilayah Xierus.
"Aku akan meminta seseorang untuk melihat dan menguji hasil rakitanmu. Pangeran Feng masuklah!" kaisar memanggil Feng, ahli teknologi yang juga pembuat senjata yang digunakan untuk menguji Putri Xie.
Seorang pangeran masuk kedalam aula, berjalan dengan gagahnya diikuti oleh dua pelayan wanita dibelakangnya.
__ADS_1
Feng Lee (Adik angkat Mark Lee)