
Mark dan Lisa menemui Kaisar untuk menanyakan keberadaan Violet di istana dalamnya.
"Kalian tidak perlu mencarinya kemana-mana. Dia berada ditempat ku. Dua hari kedepan biarkan dia tetap disana sampai keadaannya membaik."
"Maksudmu dia sakit?" tanya Lisa panik.
"Tadi dia sempat pingsan tapi sudah sadar."
"Pingsan kenapa?"
"Aku tidak tau. Dia tiba-tiba dia berada didalam kamarku, tertidur diatas ranjangku, dan oh yaa dia juga meminum teh dari cangkirku."
"Apa?" Lisa menyempitkan matanya dengan wajah belum percaya.
"Kalian boleh menanyakan kebenarannya pada yang telah berbuat." Kaisar berjalan menuju kamarnya diikuti Mark dan Lisa.
Sesampainya dikamar mereka bertiga melihat Violet sudah duduk bersandar diranjang besar milik Kaisar.
"Mereka menanyakan keadaanmu." ucap Kaisar pada Violet dengan nada datar.
"Kalian bicaralah yang penting-penting saja dan biarkan dia tetap istirahat disini sampai pulih." selesai dengan ucapannya Kaisar meninggalkan mereka.
"Vi, kamu bagaimana bisa sampai disini? Apa yang terjadi? Apa dia yang memaksamu kesini?" tanya Lisa begitu telah sampai disisi adiknya.
Violet menggelengkan kepalanya lemah,
"Tidak kak. Aku juga nggak tau bagaimana aku bisa tiba-tiba kesini dan tertidur. Aku sadar tapi aku lupa jika aku sekarang hanyalah sebagai perwakilan keluarga kita."
"Itulah kenapa sebabnya sejak awal aku selalu berpesan supaya jangan jauh-jauh dariku. Malah kamu kelayapan sampai disini." omel Lisa dengan kesal.
"Sssttt... Sudah sayang jangan marahi Violet. Dia sekarang kurang sehat, biarkan Violet istirahat disini seperti perintah Kaisar." Mark mencoba menenangkan Lisa sembari mengusap kedua punggungnya.
"Tapi bagaimana aku bisa mengawasinya jika dia disini? Bagaimana kalau nanti dia,-"
"Sudahlah kamu terlalu banyak berpikir. Dia disini aman dalam perlindungan Kaisar. Dan kamu Vi, jangan membuat ulah apapun lagi. Selama kamu disini kami patuhi perintah Kaisar. Jika memang kamu sudah benar-benar pulih aku akan minta supaya kamu bisa berkumpul bersama kami."
"Maafkan aku kak, aku akan menuruti semua nasihatmu."
"Ya sudah. Istirahatlah dan makan yang banyak dan cukup nutrisi agar kamu segera pulih dan bisa pergi dari sini. Kami pergi dulu." Mark menuntun Lisa, namun baru beberapa langkah Lisa kembali memutar badannya dan menghampiri Violet.
"Ku harap kamu tidak akan membuat masalah besar lagi disini Vi. Tolong jaga kehormatanku dan Mark disini." pesan Lisa kemudian mengecup lembut kening Violet.
Violet memandang sendu kepergian Mark dan Lisa.
"Siapa juga yang mau lama-lama disini. Aku sebenarnya juga sudah malas berurusan dengan tempat ini, tapi malah kau yang membawaku." gerutu Violet kemudian menghembuskan nafas panjangnya.
"Nona jangan berbicara seperti itu. Jika Putri Lisa tidak membawa nona kesini maka aku mungkin tidak akan pernah bertemu denganmu lagi. Aku berjanji selama nona disini aku akan selalu menemanimu."
__ADS_1
"Baiklah, maafkan aku." Violet meraih jemari Ling dan tersenyum senang. Benar kata Ling setidaknya Violet bisa kembali bertemu dengan sahabat terbaiknya di planet ini.
Sudah tengah malam tapi Violet belum juga mampu memejamkan matanya padahal tubuhnya terasa begitu sakit dan lelah.
"Nona cepat tidur. Berapa lama lagi aku harus menunggumu disini sampai tertidur?" tanya Ling yang sudah terlalu mengantuk menunggu Violet tidur.
"Aku juga ingin sekali tidur Ling tapi sulit sekali."
"Nona jangan berpikir macam-macam. Apa nona tidak bisa tidur karena menunggu Kaisar?" tanya Ling yang sudah mulai kehilangan kontrol kesadaran dirinya sembari memejamkan matanya yang sudah sulit untuk bertahan.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu Ling?" tanya Violet penasaran karena didalam hatinya pun Violet menyadari ada kemungkinan ucapan Ling benar adanya.
"Nona dulu kau pernah tinggal ditempat ini dan selalu selalu bersama baginda Kaisar mungkin nona merindukan saat-saat itu." jawab Ling dengan mata terpejam sempurna dengan kepala bertumpu ditelapak tangannya tepat disisi ranjang Violet.
Ucapan Ling membuat Violet merenung memikirkan dirinya.
Jauh diujung kamar itu pintu terbuka dan Kaisar masuk kedalam.
Mata Kaisar dan Violet beradu dan saling mengunci, saling menyelami perasaan masing-masing namun juga mereka masih sekuat tenaga bertahan untuk tidak mengakuinya.
Violet terlebih dulu memutuskan untuk mengalinhkan pandangannya kepada Ling yang sudah tertidur. Perlahan Violet mengulurkan tangannya dan membangunkan Ling-Ling.
"Ling, bangun!"
"Eemmmhh Nona cepat tidur aku juga sudah sangat ngantuk." ucap Ling sembari mengangankat kepalanya dan perlahan membuka mata.
Begitu tersadar atas keberadaan Kaisar, Ling langsung gugup berdiri dan memberi hormat pada Kaisar.
"Maafkan hamba atas kelancangan hamba yang mulia."
"Pergilah tidur! Besok bangun dan kembali urus semua keperluannya." titah Kaisar.
Ling bernafas lega ternyata Kaisar tidak menghukum atas kelalaiannya yang tertidur saat menjaga Violet, kemudian segera keluar.
Kaisar beralih menatap tajam Violet, yang membuat Violet gugup.
"Kenapa kau belum tidur? Kamu sepertinya sangat menikmati sakitmu agar bisa berlama-lama disini."
Ucapan kaisar memancing emosional Violet naik seketika.
"Jika kau keberatan aku berada disini untuk apa menahanku disini? Aku bisa pergi sekarang." jawab Violet dan segera turun dari ranjang.
"Diam dan tetap disana aku sedang berbicara denganmu!" titah Kaisar membuat Violet berhenti bergerak.
"Kamu berani sekali memanggil kaisar dengan katapQw Kau!"
"Maafkan atas kelancanganku." Violet memilih mengalah menyadari kesalahannya.
__ADS_1
"Cepat tidur! Aku sudah disini, kamu pasti bisa tertidur lelap."
"A-apa maksudnya?" tanya Violet memandang Kaisar dengan penuh tanda tanya.
Tampak senyum smirk dari bibir Kaisar mendengar pertanyaan Violet,
"Kau tidak bisa tidur karena merindukaku bukan? Sekarang aku sudah disini dan kamu sudah melihatku. Jadi cepat tidur!"
"Kau,-" Violet menunjuk Kaisar dengan wajah kesal namun tidak ia lanjutkan karena kaisar sudah membolakan matanya saat baru kata pertama keluar dari mulut Violet.
"Kamu menyebut kau lagi padaku?" tanya Kaisar dengan tegas.
"Jangan memancing emosiku supaya aku tidak mengatakan itu padamu!"
"Sekarang kamu melarang dan berani mengaturku?"
"Aaagggrrrrhhh...!" Violet mengepalkan kedua tangannya karena kesal.
"Terserah!" Violet kembali menaikkan kakinya dan kembali berbaring dengan posisi membelakangi kaisar.
Kaisar menunggu Violet untuk tidur sembari duduk dan melihat-lihat kaca pipih dengan berbagai laporan penting didalamnya.
Sudah satu jam Kaisar sibuk dengan benda transparan pipih itu, kemudian meletakkannya dimeja kecil dihadapannya. Kaisar berjalan menghampiri Violet.
"Kamu tertidur seperti ini apa tidak sakit?" bisik Kaisar kemudian merapikan posisi tidur Violet agar nyaman.
Kaisar duduk disisi ranjang dekat dengan Violet, Kaisar memandangi wajah Violet dengan leluasa. Memuaskan matanya untuk memandangi gadis yang begitu ia cintai dan rindukan. Yang membuatnya tersiksa selama berbulan-bulan, membuatnya menangis saat mengingat kesalahan yang telah ia lakukan sampai meyakiti gadis ayu tersebut.
Kaisar mengusap lembut pipi Violet,
"Kamu tetap cantik Violet. Baguslah kamu hidup dengan bahagia tanpa adanya aku."
"Violet, selama berbulan-bulan berpisah darimu aku sangat tersiksa. Aku selalu memikirkanmu. Aku takut kamu tidak bahagia. Tapi sekarang aku tenang kamu ternyata hidup dengan baik dan bahagia."
"Maaf jika sekarang aku harus bersikap keras kepadamu. Aku hanya ingin memenuhi janjiku dulu padamu. Jangan pikir hatiku tidak sakit melakukannya. Hatiku sangat sakit Vi. Aku tersiksa tanpamu, aku pernah ingin menyerah kepada hidupku namun aku ingat bahwa kamulah yang pernah berjuang untuk kehidupanku ini hingga akhirnya aku memilih melanjutkan hidupku." mata Kaisar berkaca-kaca saat mengucapkannya.
"Violet maafkan aku juga sudah menahanmu ditempat ini. Mungkin kamu tersiksa disini saat mengingat kenangan pahitmu. Namun inilah keegoisanku. Aku ingin melihatmu dengan bebas setidaknya malam ini saja. Maafkan aku jika aku kembali bersikap egois kepadamu." Kaisar menundukkan kepalanya.
Air mata keluar dari mata Violet yang terpejam.
"Aku masih mencintaimu Vi, masih sangat mencintaimu. Akan selalu begitu sampai matiku." kali ini air mata Kaisar lolos dan menetes ditangan Violet.
Violet membuka matanya, dan mengusap tangan Kaisar, membuat Kaisar terkejut.
"Kau- kau belum tidur?" tanya kaisar gugup.
Violet menggelengkan kepalanya perlahan.
__ADS_1
"Kembalilah tidur. Aku akan keluar." Kaisar bangkit dari duduknya, namun tangan Violet lebih cepat menggapai dan menahannya.