
"Benar aku akan menempatkan ranjang tidurmu disitu." Kaisar menunjuk tempat kosong tepat disebelah ranjangnya."
"Tidak. Aku tidak mau. Aku mau tidur bersama pelayan lain saja."
"Aku sudah memutuskan kamu akan tidur disana." ucapnya tegas.
Mark dan Ling ling hanya bisa diam tidak bisa berbuat apapun. Di Planet ini tidak ada yang berani melawan ataupun menentang perintah Kasiar. Tidak ada hukuman rajam ataupun pancung tapi hukuman terberatnya adalah di asingkan di lembah hitam. Dan siapa yang memasuki wilayah itu 99% berakhir dengan kematian mengenaskan.
"Penjaga." kaisar teriak kepada penjaga yang berada di pintu depan.
Datang dua orang penjaga.
"Panggil beberapa penjaga lain dan pelayan. Pindah ranjang yang ada disana, kesini sekarang juga." titahnya sambil menunjuk tempat yang ia maksud, dengan segera panjaga itu melaksanakan perintah Kaisar kebanggaan mereka.
Kaisar dan lainnya menunggu proses pemindahan tempat tidur Violet ditempat yang agak jauh diujung ruangan besar itu. Para prajurit dan pelayan yang berlalu lalang mempersiapkan semuanya.
"Kak, tolong katakan padanya aku mau tidur sendiri di kamar itu." Violet berbisik meminta Mark membantunya lolos dari keputusan kaisar.
"Maaf Vi, kali ini aku tidak bisa membantu."
Violet menghentakkan kakinya kesal.
"Kaisar yang tampan, baiklah aku minta maaf. Tolong jangan pindahkan tidurku didekatmu. Aku bersedia tidur di kamar itu sendiri." rayu Violet memohon.
Kaisar meliriknya dan tersenyum penuh kemenangan.
"Lihat senyuman menyebalkan itu. Masih sama dengan yang dulu. Dan sifat egoisnya. Sama saja tidak hilang. Apa benar dia lupa ingatan?" batin Violet tanpa ia sadari dia ikut tersenyum.
"Semua yang ada disini ada dalam kekuasaanku. Semua milikku. Dan aku memiliki kuasa melakukan dan memutuskan semuanya. Dan atas sikapmu yang berani menentangku tadi harusnya kamu bersyukur tidak ku hukum tidur dengan kambing peliharaan Istana."
"Kambing?" senyum yang sempat mengembang dibibirnya seketika menghilang berganti dengan rasa terkejut.
"Benar. Tidur bersama kambing selama beberapa bulan atau tahun adalah hukuman paling ringan yang ada di istana ini."
ucap kaisar sambil berdiri dari duduknya kemudian mendekat pada Violet.
Memandang Violet dengan intens membuat jantungnya berdisko ria.
"Seharusnya kamu bersyukur atas ketidak sopananmu itu kamu tidak kuhukum justru kuberi kemuliaan?" bisik kaisar tepat di telinga Violet.
"Kemuliaan apa?" Violet balas berbisik.
"Kemuliaan mengijinkanmu tidur di kamarku dengan ranjang yang berada disebelahku." ucap kaisar sambil berbalik dan tersenyum puas.
"Ck! Apaaa? Kau-"
"Violet." Mark memotong kalimat Violet dan menggelengkan kepalanya sebagai isyarat agar Violet diam dan menurut atau kaisar akan semakin menjadi-jadi mempermainkannya.
Violet mendengus kesal dan membuang mukanya.
"Yang mulia, tugas telah kami selesaikan. Tempat tidur telah siap." lapor seorang pada Kaisar.
"Keluarlah kalian semua. Kecuali yang memang seharusnya berada didalam." titah kaisar, semua orang keluar termasuk Mark dan Ling.
__ADS_1
Violet hanya menatap kepergian mereka semua dengan wajah pasrah. Entah nasib seperti apa yang akan dia lalui setelah ini.
Diluar Istana dalam.
"Maaf pangeran, apa tidak masalah jika nona Violet tidur sedekat itu dengan kaisar?" pertanyaan Ling menghentikan langkah Mark.
"Memangnya kenapa Ling?"
"Hamba takut jika akan banyak yang cemburu dengan posisi nona Violet. Ada banyak putri di kerajaan ini yang sangat ingin mendekati Kaisar tapi tidak ada satupun yang berhasil. Dan justru nona Violet yang seluruh kerajaan tau bahwa dia adalah seorang tawanan justru bisa sedekat itu dengan Kaisar." ucap Ling dengan khawatir.
"Tidak ada yang bisa mencelakainya Ling. Dia berada dalam perlindungan Kaisar. Kau bantu jaga dia dengan baik."
Ling ling menganggukkan kepalanya setuju.
Sementara itu didalam kamar.
Violet masih berdiri dengan meremas-remas kedua tangannya.
"Sampai kapan kau mau berdiri disitu? Kemari!"
Violet masih tetap berdiri, kali ini keringat dinginnya mulai mengalir.
Kaisar menghampirinya.
"Kenapa jantungmu berdetak kencang sekali? Dan keringatmu ini, bukankah seharusnya hangat, kenapa justru dingin? Apa kamu sakit?" tanya kaisar sambil mencoba memegang kening Violet. Tapi buru-buru Violet menghindar.
"A-aku mau tidur." kemudian Violet berlari kecil menuju ranjangnya. Menarik selimutnya dan memejamkan matanya pura-pura tertidur.
Kaisar tersenyum melihat tingkah Violet yang menggemaskan.
_ * * * _
Sementara itu dibumi.
"Dimana dia, sudah dua minggu lebih aku mencarinya tapi bayanganya pun tidak tampak." Chandra memukul stir mobilnya yang terparkir di depan rumah Violet.
"Aku pasti akan menemukanmu Violet." ucapnya dengan geram.
"Nona, mobil itu sudah beberapa hari ini selalu berada disana. Sepertinya sangat mencurigakan." ucap mang Hasan satpam rumah Lisa.
Lisa menatap mobil itu kemudian berjalan menghampirinya dan mengetuk kaca depan mobil itu.
Srtttt... suara kaca mobil diturunkan.
"Hai.." Lisa menyapa ramah pada Chandra.
"Hai." Chandra menjawab sapaan Lisa.
"Kamu siapa? Ada perlu dengan seseorang? Satpam rumah bilang katanya beberapa hari ini mobilmu sering terparkir disini."
Chandra diam sesaat sambil mengamati wajah Lisa.
"Kamu Lisa kakaknya Violet kan?" tanyanya kemudian.
__ADS_1
"Benar. Kamu mengenal adikku atau kamu salah satu fans fanatiknya?"
"Bisa dibilang aku mengenal adikmu." jelas Chandra.
"Lalu kalau begitu kenapa tidak mencarinya dengan cara yang baik? Kenapa seperti penguntit begini? Apa kamu memiliki niat tidak baik?"
"Tidak. Tentu saja tidak seperti itu. Aku takut jika aku bertamu kerumah, dia akan menolak dan mengusirku."
"Hahahaa... Apa adikku segarang itu? Terkadang dia memang galak. Tapi dia tidak akan sejahat itu. Baiklah katakan padaku apa keperluanmu, mungkin aku bisa membantu."
"Aku sudah lama tidak melihatnya. Sudah dua minggu aku tidak bertemu dengannya. Dia kemana?"
"Emm... dia sedang cuti dan liburan."
"Liburan kemana?"
"Tepatnya sekarang dimana aku belum tau." Ucap Lisa berbohong.
"Dia bilang akan memanjakan dirinya dengan berkeliling dunia selama 1 bulan ini." lanjutnya kemudian.
"Kamu tau kemana saja tujuannya?"
Lisa menggelengkan kepalanya.
"Aku menghormati setiap privasinya dan aku memutuskan untuk tidak menanyakannya."
"Selama satu bulan?"
"Benar. Bisa jadi akan lebih."
"Baiklah. Terima kasih Lisa untuk informasinya."
"Sama-sama. Tapi tunggu, sepertinya wajahmu juga tidak asing." Lisa sambil menginggat sosok Chandra.
Chandra tersenyum,
"Aku Chandra Chou, putra Alexander Chou CEO Sonic Group."
"Aaaa... Benar. Kamu juga seorang penyanyi papan atas. Aduuuh maaf yaa aku tadi tidak mengenalimu dengan baik. Aku suka lagu-lagumu."
"Terima kasih. Lisa."
"Aaa jangan sungkan. Oh ya boleh minta nomer chatmu?" Lisa menyodorkan ponselnya.
"Tentu saja." jawab chandra kemudian menscan barcode diponsel Lisa.
"Sudah." ucapnya kemudian.
"Kalau begitu aku pergi dulu. Jika ada kabar dari Violet tolong segera kabari aku.".
"Tentu saja." ucap Lisa dengan senyum mengembang.
Chandra menyalakan mesin mobilnya lalu meninggalkan Lisa yang masih berdiri.
__ADS_1
"Eeehh! Tunggu. Sejak kapan Violet mengenal Chandra Chou? Kenapa dia tidak cerita? Aaah anak itu selalu saja begitu. Tapi untuk apa Chandra Chou mencarinya sampai menguntitnya seperti ini? Masalah apa lagi yang diperbuat Violet. Vi, aku berharap kamu disana baik-baik saja, cepat kembali. Dan jangan menambah maslah lagi." gumam Lisa penuh harap.