Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
PERNIKAHAN 11


__ADS_3

Kaisar tenggelam dengan perasaannya, hanya satu hal yang ia pikirkan saat ini yaitu menikmati saat berharga bersama cintanya, violet.


"Emmmmhhh..." Violet berusaha mendorong tubuh Kaisar darinya.


PLAAAKK...


Violet menampar pipi kiri kaisar.


"Kau! Beraninya melakukan ini padaku! "


Kaisar menatap sayu wajah Violet yang sedang dipenuhi amarah sehingga bibirnya bergetar.


"Kau pikir aku ini apa? Kau pikir aku adalah ****** yang selalu bisa kau perlakukan seperti ini? " Air mata Violet mulai meremang dipelupuk matanya.


"Vi, aku,- bukan seperti itu maksudku." Kaisar terbata-bata. Kesalahannya telah membuat cintanya merasa terhina atas sikapnya.


"Lalu apa? Kau taku aku sudah,-" Violet tidak melanjutkan ucapannya.


Kaisar mengerti apa maksud dari kalimat yang tidak mampu Violet lanjutkan lagi. Hatinya semakin perih sadar akan dirinya telah diingatkan untuk kembali pada kenyataan bahwa Violet telah bersama dengan orang lain. Chandra.


"Maafkan aku Vi. Aku bodoh. Aku selalu bodoh. Aku tidak mampu menahan diriku dihadapanmu." ucap Kaisar lemah. Kemudian pergi dengan langkah gontai meninggalkan Violet.


Sementara tubuh Violet seketika luruh hingga terduduk dilantai sembari merangkul kedua lututnya setelah Kaisar hilang dari pandangan matanya.


"Aaaaaaaaaggggggrrrrrhhhhh...... " teriak Violet.


Berharap teriakannya bisa mengurangi beban seberat batu gunung yang menghimpit dadanya.


"Nona apa yang terjadi?" Ling lari tergopoh-gopoh menghampiri Violet.


"Kenapa harus seperti ini Ling? Kenapa? Kenapa takdir selalu mempermainkanku?" isak Violet kemudian menyandarkan kepanya dalam pelukan Ling.


"Nona, jangan bicara seperti itu. Tidak ada hal pahit yang tidak membawa manfaat. Tidak ada kesedihan yang tidak berujung kebahagiaan. Semua hanya perlu proses untuk sampai pada saatnya." ucap Ling sembari mengusap punggung Violet. Air mata Ling ikut serta mengalir. Meskipun hanya seorang pelayan, namun Ling tau bagaimana takdir mempermainkan kisah cinta wanita cantik yang sedang berada didalam dekapannya.


sementara itu Kaisar duduk termenung disaung pinggir kolam. Tempat dimana pertama kali dirinya bertemu dengan Violet.


"Salam yang mulia." suara Feng menyadarkan Kaisar dari lamunannya. Tampak Feng dan putri Xie berdiri tidak jauh dari dirinya.


"Kalian sudah berapa lama disitu?"


"Kami baru saja. Maaf kami lancang, saya melihat Baginda sendiri jadi hamba bermaksud hendak menyapa."


"Duduklah! "titah Kaisar.


"Setelah pernikahan Mark dan Lisa, kalian juga akan segera menikah. Feng, aku tidak mengijinkanmu untuk keluar dari Neptunus ke planet manapun kecuali atas perintah dariku."


"Hamba mematuhi titah Baginda Kaisar."


_ _ _ * * * _ _ _


Di Bumi

__ADS_1


Chandra termenung didekat jendela kaca appartemennya. Netranya memandang kerlip lampu ibu kota namun pikirannya melayang, mengumpulkan memori yang ada didalam ingatannya tentang Violet. Hatinya merasa tidak tenang sudah beberapa hari berpisah dengan pujaan hati tanpa ada kabar berita darinya.


"Boss, kau memanggilku?" suara Boy memecah kesunyian didalam appartemen besarnya.


"Emm..." Chandra berjalan mendekat pada Boy yang telah duduk disofa empuk miliknya.


"Ada job untukku?"


"Ya, dan aku membutuhkan saran darimu."


"Tumben bos."


"Boy, aku merasa ada yang tidak beres dengan Violet."


Boy mengerutkan keningnya sebagai respon ekspresi atas ucapan Chandra."


"Coba kau pikir, bukankah kamu pernah gagal total saat dulu melacak keberadaan Violet. Bahkan dengan bodohnya aku menyusulnya hingga ke Paris. Lalu saat Violet kembali Kay bukankah memiliki. pelindung yang pernah kita kecoh hingga Surabaya?"


Boy mengangguk-anggukkan kepalanya,


"Lalu? Apa maksudmu bos?"


"Setiap kali Violet pergi, aku tidak pernah berhasil melacaknya. Bahkan kepergiannya saat ini. Dia bersama Lisa dan suaminya bilang pergi ke Belanda menemui orang tuanya tapi kenapa tidak ada jejak? Dijaman dengan tekhnologi secanggih ini mungkinkah Violet kesulitan cara untuk menghubungiku?"


Sejenak keduanya diam. Boy kali ini hanya fokus dengan kata perkata yang diucapkan Chandra.


"Apa mungkin dia sebenarnya tidak memiliki perasaan kepadaku?" tanya Chandra dengan suara lebih pelan dari sebelumnya.


"Jangan berpikir terlalu jauh bos, jika Violet tidak memiliki perasaan apapun padamu mana mungkin dia menerimamu menjadi kekasihnya? Bos kau ini player kenapa jadi mellow begini? Apa pengalamanmu selama ini masih kurang cukup untuk menghadapi Violet?"


Boy menghela nafas. Pikirannyapun ikut buntu untuk memberi tanggapan pada Chandra.


"Aku akan berusaha lebih keras melacaknya Boss. Jika perlu dan kau ijinkan aku akan ke Belanda."


"Kurasa tidak perlu. Cari tau dan lacak keberadaan mereka. Laporkan padaku setiap ada perkembangan. Kali ini jangan kecewakan aku Boy! "


"Siap bos. Aku kembali dulu." Boy langsung berdiri dan pergi meninggalkan Chandra seorang diri.


Drrrrttt... ddrrrttt...


Suara getar diponsel Chandra.


"Ada apa rick? "


"Buka pintunya. Aku ada didepan pintu appartemenmu." suara erick dari seberang.


"Masuk aja, passwordnya masih sama." jawab Chandra langsung mematikan panggilannya.


Cekleek...


Suara pintu appartemennya terbuka dan kembali tertutup.

__ADS_1


Tampak Erick datang bersama wanita cantik dengan pipi cubby, Cecil. Tentu saja hal itu membuat Chandra terkejut.


"Elo kenapa, -?" Chandra tidak melanjutkan ucapannya.


"Kenapa? Gue gak boleh bawa dia?" tanya Erick sambil melirikkan matanya keara Cecil.


Chandra terdiam, suasana seketika membuat Cecil jadi merasa canggung.


"Sorry kalo aku ganggu. Aku pulang aja." ucapnya sembari bersiap pergi.


"Nggak papa. Duduk!" Chandra menahan Cecil pergi. Tidak nyaman banget jika seorang pria memiliki perasaan rasa bersalah pada seorang wanita yang tersinggung atas sikap ataupun ucapannya. CATET ITU!!!


"Sure?" Cecil memastikan apa yang didengar telinganya tidak salah.


"Hemm... " Chandra menganggukkan kepalanya.


"Tikaa.."


Tika datang dengan setengah berlari menghampiri mereka.


"Ya?"


"Buatkan kita minum, dan jangan lupa salad buah."


Tika mengangguk dan kembali kedapur.


"Tumben, kemari bawa gandengan? Ada apa?"


"Eh bro, ini sepupu gue bukan gebetan gue."


"Iyaa, lupa. Jomblo!" ejek Chandra.


"Lebih baik daripada punya pacar tapi dianggurin." balas Erick tak kalah sengit.


"Lo,-!" Chandra menunjuk wajah Erick namun tidak ia lanjutkan ucapannya karena melihat Cecil yang duduk disebelah Erick menatap dirinya.


"Gue mau minta tolong."


"Lo datang karena ada maunya? Cih!" Chandra dengan senyum smirknya.


"Gue titip Cecil ya. 3 hari aja."


"Apa?" teriak Chandra terkejut.


"Tolongin. Gue mesti ke luar kota. Ini perintah dari bokap lo juga. Gue gak mungkin tinggalin Cecil. sendirian dan biarin dia kemana2 sendiri. Bisa nyasar dia. Lagian cewek elo juga lagi gak ada ini."


"Violet emang gak ada, tapi paparazi dimana-mana." jawab Chandra dengan kesal.


"It's Ok. Aku bisa tinggal diappartemen selama 3 hari tanpa keluar kemana-mana sampai kamu kembali." Cecil menengahi perdebatan Chandra dan Erick.


"Tuh dengerin!!!" Chandra menghela nafas lega.

__ADS_1


"Gue khawatir sama elo Cil."


"Gue bisa jaga diri sendiri.


__ADS_2