Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Pelayan Pribadi Kaisar I


__ADS_3

Kaisar memanggil seluruh kepala prajurit yang berada didalam maupun diluar istana.


"Cari manusia bumi itu sampai ketemu. Jika gagal, kalian akan kuasingkan kedalam lembah hitam selama 5 tahun." ucap Kaisar dengan ancaman yang membuat seluruh kepala prajurit tersebut bergidik ngeri.


"Siap laksanakan titah yang mulia." Jawab mereka serempak.


Kemudian mereka keluar dari tempat itu dengan barisan yang tetap rapi.


Tinggal para pejabat tinggi dan bangsawan yang tersisa.


Mark berjalan mendekat kepada kaisar.


"Salam yang mulia." sapa Mark.


"Pangeran Mark, apa sudah kamu temukan dimana manusia bumi itu berada?"


"Maafkan saya. Sampai saat ini belum ada petunjuk lagi dimana manusia itu berada. Kami masih mencarinya."


"Ini semua karena kecerobohanmu. Segera cari dia dan serahkan padaku. Aku yang akan mengurusnya."


"Siap melaksanakan perintah yang mulia." ucap Mark kemudian meninggalkan tempat itu.


Seluruh penjuru kerajaan dibuat sibuk mencari keberadaan Violet. Terlebih ketika kaisar sendiri yang langsung memberi perintah untuk membawanya dalam keadaan hidup dan menyerahkan kepadanya. Bukan hanya prajurit semua rakyatnya pun ikut mencari keberadaan Violet di Planet itu.


Mark menemui Violet ditempat persembunyiannya. Di ruang rahasia bawah tanah yang berada didalam istananya.


"Violet." panggil Mark dengan suara berbisik.


"Kakak Mark. Bagaimana?"


"Kacau Vi. Kaisar mencarimu, bahkan memerintahkan kesemua kepala prajurit untuk mengerahkan seluruh pasukannya untuk mencarimu. Bahkan rakyat diberbagai wilayah juga ikut serta mencarimu."


"Bagaimana bisa? Memangnya imbalan apa yang akan dia berikan sampai semua rakyatnya mau ikut mencariku." Violet mendengus kesal.


"Tidak ada imbalan Vi. Kamu harus tau kaisar begitu dicintai seluruh rakyatnya. Jangankan hanya mencari seorang tawanan. Nyawa merekapun mungkin akan mereka berikan dengan senang hati jika Kaisar memintanya."


"Apa sebesar itu cinta mereka?" tanya Violet heran.


"Benar. Kaisar membawa kejayaan yang lebih besar dari yang ditinggalkan mendiang kakeknya. Di Planet ini tidak ada rakyat yang berkekurangan. Semua hidup berkecukupan berkat kebijaksanaan kaisar dalam memimpin."


"Waahh hebat sekali." gumam Violet.

__ADS_1


"Violet, bagaimana jika kamu menyerahkan diri padanya saja?"


"Akh tidak, tidak. Aku tidak mau hidupku berakhir di lembah hitam itu."


"Percayalah padaku Vi. Dia tidak akan melakukannya."


"Tidak kak, aku takut."


"Kamu ceroboh Vi, kenapa kamu kabur dan menemuinya tanpa aku." kini Mark yang berbalik kesal.


"Maaf kak. Aku begitu merindukannya. Aku sudah jauh-jauh datang ketempat ini. Bahkan aku terkurung didalam peti demi sampai kesini. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menemuinya."


"Aku tau Vi kamu ingin bertemu dengannya. Tapi harusnya kita diskusikan caranya. Kalau sudah seperti ini jadi bagaimana?"


"Maaf kak." Violet mengerti kesalahannya.


Ling-ling, seorang pelayan setia Mark datang tergesa-gesa sampai nafasnya tersegal-segal.


"Maaf Pangeran, yang mulia Kaisar sedang menuju kesini."


"Yang mulia kaisar?" tanya Violet dan Mark bersamaan.


"Benar pangeran."


"Tidak, dia hanya bersama beberapa prajurit yang berada diluar dan 2 pelayan.


"Terima kasih Ling. Ling tolong temani nona Violet disini." Kalian jangan bersuara apapun selama kaisar berada didalam istanaku."


Ling menganggukkan kepala.


Kaisar masuk kedalam ruang baca pangeran Mark. Mark menyambutnya dengan ramah dan mempersilahkannya duduk, telah siap teh diatasnya.


"Ada apa datang kemari? Tumben sekali?" tanya Mark santai.


Mereka memang berbicara santai layaknya sahabat jika sedang berada diluar istana utama. Istana utama adalah istana yang dikhususkan untuk pertemuan dan segala sesuatu yang bersifat formal.


"Aku tau kamu menyembunyikannya."


Mark tersenyum.


"Kenapa begitu sibuk mencarinya? Bukankah ini kesalahanku yang harus aku selesaikan? Beri aku waktu untuk menyelesaikannya dan mengembalikannya ke bumi."

__ADS_1


"Tidak! Kali ini aku yang akan mengurusnya."


"Kenapa harus serepot itu? Aku masih mampu menyelesaikannya tanpa merepotkanmu sebagai Kasiar. Banyak hal yang lebih membutuhkan tenaga dan pikiranmu."


"Apa kali ini kamu menentangku?"


"Tidak saudaraku. Bagaimana mungkin aku melakukannya. Kalau boleh tau memangnya apa alasanmu sampai mengerahkan semua prajurit dan rakyatmu untuk mencarinya? Bukankah ini berlebihan?"


"Sudah 10 hari aku mencarinya dan tidak ditemukan. Aku bisa apa selain mengerahkan mereka semua?"


"Aku yakin ada alasan lain. Beri aku alasan terbaiknya supaya aku lebih semangat mencarinya."


"Dia, Manusia bumi itu sudah membuatku panas."


"Panas?"


"Maksudku sejak bertemu dengannya aku tidak lagi perlu menyuntikkan energi kedalam tubuhku. Dia seperti penyihir. Dia membuatku merasa hangat dan bisa tertidur. Tapi dia kemudian meninggalkanku begitu saja tanpa jejak. Aku yakin dia memiliki ramuan sihir yang membuatku sekuat ini."


"Lalu jika nanti sudah ditemukan apa yang akan kamu lakukan kepadanya?"


"Tentu saja aku akan menjadikannya pelayan khusus yang harus selalu bersamaku."


"Tidak kau buang kedalam lembah hitam?"


"Tentu saja tidak. Tapi tunggu dulu. Darimana kamu tau soal aku akan membuangnya kedalam lembah hitam?"


Mark tersenyum sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Jadi benar kamu yang menyembunyikannya?"


"Maafkan aku. Aku yang bertanggung jawab atas dirinya, karena dia berada disini karena kesalahanku. Dia datang meminta perlindungan dariku dan aku harus melindunginya sebagai tanggung jawabku."


"Baiklah. Aku menerima alasanmu."


"Terima kasih. Aku berjanji akan membawanya padamu sebelum malam tiba. Tariklah seluruh prajuritmu dan sebarkan berita jika aku sudah menemukannya."


"Baiklah jika sampai matahari tenggelam dia belum sampai kedalam keistana dalamku maka istanamu ini akan aku bakar."


"Apa kamu akan membuat sejarah baru?"


"Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Tentu saja akan menjadi sejarah baru di Planet ini jika seorang Kaisar membakar istana milik saudara sepupunya."


"Hahahaa.." mereka berdua tertawa bersama.


__ADS_2