
Setelah pertemuannya dengan kaisar Mark menemui Violet yang masih bersembunyi
bersama Ling ling.
"Kak bagaimana?" tanya Violet tidak sabar ketika melihat Mark kembali mendatanginya.
"Vi, dia sudah tau aku menyembunyikanmu. Dia memintaku mengantarkanmu kesana."
"Apa kakak menyetujuinya?" tanya Violet harap-harap cemas menunggu jawaban yang akan diberikan Mark.
Mark menganggukkan kepalanya.
"Kak kenapa kamu tega sekali. Habislah hidupku di tempat ini." Mata Violet berkaca-kaca.
"Dia tidak akan membuangmu Vi. Tapi dia akan menjadikanmu pelayan utamanya."
"Apa pelayan? Kak aku dirumah memiliki beberapa pelayan, kenapa disini hidupku justru menjadi pelayan? Menyedihkan sekali haawww..." protes Violet sambil merajuk.
"Vi, bukankah tujuanmu kesini untuk bertemu dengannya? Justru ini kesempatanmu untuk berdekatan dengannya. Lagipula anggap saja kamu melayaninya sebagai penebus rasa bersalahmu atas sikapmu dulu. Justru kamu lebih diuntungkan karena dia lupa ingatan. Jika dia ingat maka dia mungkin akan menghukummu dengan berat. Ingat Vi di Planet ini dialah yang berkuasa."
Violet mengangguk-anggukkan kepalanya sambil berpikir.
"Benar nona. Bukankah nona juga bercerita tadi jika nona mencintainya dan ingin bertemu dengannya?"
Violet menatap Ling, sesaat kemudiam tersenyum.
"Baiklah aku mau. Tapi dengan 1 syarat aku ingin Ling ikut bersamaku juga. Bagaimana?"
Ling terkejut dengan ucapan Violet,
"Nona aku tidak pantas berada disekitar istana utama dan didekat kaisar." ucap Ling ragu.
"Kenapa?"
Ling melirik Mark dengan wajah takut.
"Ling berasal dari suku Marro, yaitu suku yang sangat tertinggal. Kemampuanku tidak sebaik pelayan lain. Saya bisa sampai ditempat ini karena kebaikan hati Pangeran." jelas Ling.
"Tapi kamu bisa menjadi pelayan utama kakak Mark."
"Itu sebab kemuliaan hati pangeran."
"Kak, bagaimana ini?" tanya Violet pada Mark yang dari tadi diam mendengarkan perdebatannya dengan Ling.
"Tidak masalah. Aku yang akan mengaturnya."
"Benarkah?"
Mark menganggukkan kepalanya, Violet dan Ling berpelukan.
__ADS_1
Bagi Violet, Ling adalah sosok sahabat baru yang akan selalu bersamanya. Di tempat asing ini hanya Mark, Ling dan Gia. Sedangkan Gia, sejak Violet sampai ditempat ini belum sekalipun mengunjunginya.
_ * * * _
Kaisar mondar mandir di istana dalamnya. Hatinya begitu gelisah karena malam sudah menjelang tapi Mark belum membawa gadis yang telah dicarinya selama 10 hari kedalam Istananya.
"Apa mungkin dia akan mengingkari janjinya?"
"Tidak. Tidak mungkin. Mark tidak mungkin menghianatiku."
"Bagaimana jika manusia itu melarikan diri lagi?"
"Apa aku harus kembali keistana Mark?"
"Tidak. Sebaiknya aku tunggu disini dulu." batinnya tidak tenang.
Seorang penjaga masuk,
"Yang Mulia, Pangeran Mark minta menghadap."
"Suruh dia masuk." ucap kaisar dengan cepat.
Kaisar melihat cermin besar yang ada didekatnya. Melihat bayangan dirinya dibalik cermin, kemudian sedikit merapikan pakaiannya.
Mark masuk, diikuti oleh Violet dan Ling-Ling.
Kaisar membalikkan badannya dan menatap mereka bertiga.
Tatapan matanya fokus kepada Violet.
"Cantik sekali. Seperti mendiang ibu. Apakah wanita dibumi semua secantik ini?
Tatapan matanya teduh dan sayu membuat siapapun yang melihatnya tidak akan rela melepaskannya." ucap Kaisar dalam hatinya.
"Kamu benar-benar datang bersamanya?"
"Sesuai dengan janji saya yang mulia. Hanya saja tadi kami mengalami sedikit masalah membuat kami terlambat."
Kaisar menganggukkan kepalanya.
Kaisar Kay kembali melihat Violet, ingatan kaisar selama di Bumi hilang karena penyakitnya, membuatnya merasa aneh dengan pakaian Violet.
"Kenapa kau berpakaian seperti itu?" tanya kaisar sambil menatap Violet.
"A-aku? Memangnya kenapa dengan pakaianku?" Violet berbalik bertanya.
"Yang mulia, dia menggunakan pakaian manusia diBumi. Pakaian mereka disana seperti itu." Mark memberikan penjelasan.
__ADS_1
"Tapi, bukankah pakaian seperti ini yang dulu dibawa oleh ibuku." tanya kaisar terheran sambil menunjukkan pakaiannya.
"Benar yang mulia. Pakaian yang kita gunakan ini adalah pakaian manusia Bumi pada jaman dahulu. Dan pakaian mereka sekarang seperti inilah. Mereka menamakannya fashion, pakaian mereka cepat berubah dari waktu kewaktu." Mark menjelaskan.
"Dia tampak berbeda dengan kita jika berpakaian seperti ini."
Mark menoleh kepada Violet.
"Kenapa? Ini styleku."
"Kau menyukai pakaianmu ini?" tanya Kaisar dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Benar." Violet menganggukkan kepalanya.
"Kamu boleh memakainya jika didalam sini. Jika kamu keluar dari pintu maka kamu harus menggantinya."
"Kenapa?"
"Karena jika kamu berpakaian seperti ini maka semua orang akan lebih mudah mengenalimu sebagai manusia dari Bumi sebelum mereka mengenalimu dari bau keringatmu itu."
"Ling apa keringatku bau?" Violet berbisik pada Ling yang berasa disebelahnya.
"Benar. Keringatmu bau. Baunya mengoda kami." jawab Ling.
"Apa maksudnya?"
"Penciuman kami tajam. Kami bisa mencium aroma asli tubuhmu meskipun kamu baru selesai mandi."
"Aku bisa gila lama-lama disini. Bahkan sekarang mereka seperti anjing pelacak bisa mencium bau tubuh asliku." gerutu Violet.
"Dan aku bisa mendengar dengan jelas meskipun kamu berbisik-bisik." ucap Kaisar sambil menatap tajam Violet.
"Baiklah, tempat tidurmu sudah ku siapkan. Disana." Kaisar menunjuk sebuah pintu yang juga terletak didalam ruangan itu.
"Dan kamu," kaisar menatap Ling.
"Kamu bersama dengan pelayan yang lainnya." lanjutnya kemudian.
"Kenapa kami tidurnya terpisah? Aku bisa berbagi tempat denganya." protes Violet sambil memegangi lengan Ling.
"Apa kamu sedang menentang perintahku?"
"Aku hanya takut tidur sendiri." Violet beralasan.
"Baiklah. Akan aku persiapkan tempat tidurmu didekat tempat tidurku."
"Apaaaa?" Violet teriak terkejut mendengar ucapan Kaisar.
__ADS_1