
Mendapat pertanyaan yang dia sendiri belum tau jawabannya Virgia melirik Kaisar sebentar lalu mendekat dan duduk disisi Violet kemudian mengusap lebut bahunya.
"Violet sebaiknya kamu istirahat dulu. Sepertinya kamu sangat lemah saat ini."
"Tubuhku dingin sekali kak."
"Aku tau." jawab Virgia membantu Violet kembali berbaring.
Seorang penjaga masuk,
"Salam yang mulia. Hamba ingin menyampaikan pesan dari Putri Xie bahwa Putri telah menunggu anda diaula."
Kaisar hanya melirik penjaga itu kemudian menganggukkan kepalanya.
Mata Virgia dan Violet bertemu. Tampak jelas dimata Violet bagaimana perasaannya saat ini.
"Virgia jaga dia. Aku akan menyelesaikan urusanku dengan cepat." tanpa menunggu jawaban Gia, Kaisar berlalu pergi
Virgia hanya menahan rasa kecewa atas pilihan Kaisar yang lebih memilih menemui Putri Xie daripada menemani Violet yang sudah rela seperti itu demi menyelamatkan hidupnya.
"Violet, jangan khawatir ada aku disini." ucap Gia sambil mengenggam erat jemari Violet.
Hanya air mata yang menjadi jawaban Violet.
"Violet aku mohon maaf. Semua yang menimpamu sekarang adalah karena kesalahanku yang membawamu kesini. Maaf aku sudah turut andil besar dalam menyusahkan dirimu." ucap Gia tulus dengan derai air mata.
Lagi-lagi tidak ada sepatah katapun dari Violet. Hanya tatapan mata pilu yang sudah mewakili semua perasaannya.
Saat ini hanya kesedihan mendalam yang terasa diruangan besar itu.
_ * * * _
__ADS_1
Berita tentang kondisi Violet saat ini menyebar dengan cepat diistana. Tidak terkecuali didengar jelas oleh Putri Xie.
Putri Xie duduk berlutut dihadapan Kaisar.
"Yang mulia, bukankah lebih baik jika rencana perjodohan ini dibatalkan saja? Saya bersedia menanggung semuanya dihadapan tetua dan rakyat wilayah Xierus. Hamba akan mengatakan jika hamba telah gagal." ucap Putri Xie dengan mantab.
"Aku adalah Kaisar bagi seluruh rakyat dan planet ini. Janji yang telah ku ucapkan tidak akan kutarik ataupun kurubah. Ucapanku adalah kehormatan bagi seluruh planet Neptunus. Jika aku tidak mampu memenuhi ucapanku pada tetua Xierus maka aku bukan lagi Kaisar disini." jawab Kaisar dengan tegas.
"Yang mulia, bagaimana dengan Putri Violet? Setidaknya bisa kita beritahukan yang sebenarnya kepadanya."
"Tidak! Dia tidak akan menerima dengan mudah. Biarkan tetap seperti ini sampai saatnya tiba dia bisa menerima semuanya."
Putri Xie tidak berani lagi membantah titah Kaisar. Meskipun dalam hatinya ikut bersedih dan merasa bersalah kepada Violet tapi dirinya pun tidak bisa berbuat apa-apa. Semua adalah keputusan Kaisar.
_ * * * _
Violet terbangun dari tidurnya, ketika suara burung diluar kamarnya bersahutan berkicau.
"Selamat pagi nona." sapa Ling dengan ceria setelah sebelumnya dibalik pintu dia menarik nafas panjang dan mengatur senyumnya karena tidak mau Violet melihat kesediahannya.
Violet enggan menjawab salam.Ling, hanya menganggukkan kepalanya.
"Nona, aku menbawa bubur spesial dari koki istana. Dia mengatakan membuat ini dengan penun cinta dan kasih sayang untukmu."
"Aku belum lapar Ling. Nanti saja."
Wajah Ling berubah kembali bersedih mendapat jawaban Violet yang pasti suasana hatinya belum membaik.
"Nona apa anda ingin mandi? Aku akan menyiapkannya, bagaimana?"
__ADS_1
"Tidak Ling! Tubuhku masih terasa dingin."
"Baiklah. Aku akan tetap disini. Apapun yang nona inginkan katakan padaku."
"Aku ingin pergi jalan-jalan kesungai luar istana yang pernah kita datangi itu Ling."
"Tapi nona, bukankah anda baru saja mengatakan tubuh anda begitu dingin?"
"Aku bisa memakai pakaian berlapis Ling."
"Tapi nona, bagaimana jika Kaisar tau?"
"Dia tidak akan tau Ling. Dia sedang sibuk bersama wanitanya." selesai mengatakannya air mata Violet seketika mengalir.
Ling tidak tega melihat tangis Violet sepagi ini.
"Baiklah nona. Ayo kita persiapkan diri nona dan pergi kesana." ucap Ling kemudian. Ling tau resiko jika nanti Kaisar murka bisa jadi dia akan dihukum dengan hukuman berat. Tapi Ling bersedia menanggungnya sebab baginya selama ini tidak ada kebaikan yang ia dapatkan sebagaimana kebaikan yang ia dapatkan dari Violet.
Ling membantu Violet bangkit dari ranjangnya dengan tubuh yang masih tertutup selimut tebal.
_ * * * _
Violet dan Ling telah sampai dipinggiran sungai.
"Ling aku ingin sekali mandi disini. Airnya sangat hangat."
"Nona, air sungai ini hangat karena air ini berasal dari bukit cahaya."
"Andai aku memiliki waktu lebih lama aku ingin sekali melihat bukit cahaya itu Ling."
"Nona anda bisa kesana. Anda tinggal mengatakannya pada Kasiar." Ling mengatakannya dengan semangat membuatnya lupa menyebut nama yang pasti saat ini sedang tidak ingin didengar oleh Violet.
__ADS_1
"Maaf nona, mulutku lancang sekali." Ling merasa bersalah menepuk mulutnya.
"Tidak apa Ling. Terkadang sebuah perjalanan hidup hanya akan menjadi sebuah kisah belaka. Dan terkadang dalam sebuah perjuangan kita harus menyerah ketika kita memang kalah." Violet.