
Violet berjalan tergesa-gesa. Ling melihat Violet dari kejauhan langsung menyusulnya.
"Nona mau kemana? Kenapa jalan terburu-buru seperti itu?" tanya Ling ketika jalannya sudah mensejajari Violet.
Violet menghentikan langkahnya.
"Aku ingin pergi jalan-jalan. Ayo ajak aku melihat-lihat kota ini."
"Tapi nona, apa sudah meminta ijin pada kaisar?"
"Aku tidak perlu meminta ijinnya."
"Pasti perlu dan harus nona. Jika tidak nanti akan mendapatkan hukuman."
"Apa tidur di kandang kambing? Itu lebih baik daripada tidur di kamarnya." sungut Violet.
"Ada banyak hukuman nona. Bukan hanya itu, bisa jadi nona dihukum menangkap kera liar dihutan lalu mengambil semua kutunya."
"Apaaa?" teriak Violet kaget.
Ling menganggukkan kepalanya dan menatap Violet dengan serius.
"Kenapa hukuman disini begitu aneh? Tidur dikandang kambing, dan menangkap kera dihutan lalu mencari semua kutunya? Benar-benar gila!"
"Ada lagi yang lebih mengerikan nona."
"Apa itu? Menyikat kulit dan gigi buaya peliharaan Kaisar, dan memandikan juga memberi makan ular phyton."
Violet bergidik mendengarnya.
"Apa semua itu benar? Kamu tidak sedang berbohong padaku kan Ling?"
"Tidak, tidak berani aku membohongimu nona."
Violet mengembuskan nafas kasarnya.
"Jadi kamu ingin melihat kota." suara Kay tepat dibelakang Violet.
Violet melonjak kaget,
"Kau, mengikutiku?"
"Benar. Apa salah?"
"Tidak tuanku kasiar yang tampan." ucap Violet kemudian menoleh dan menjulurkan lidahnya.
"Benar aku memang tampan. Apa kamu mulai tertarik dengan ketampananku?"
"Tentu saja. Gadis mana yang bisa menolak pesona ketampananmu yang menggambarkan keindahan semesta ini. Dan, untuk itu yang mulia Kaisar tampan, bolehkah aku berkeliling kota berdua dengan Ling?" rayu Violet dengan nada mendayu-dayu yang jelas dibuat-buat.
"Jika kamu ingin melihat kota berdua boleh saja."
Violet melonjak kegirangan mendengarnya.
"Tapi denganku." ucap Kisar kemudian.
Seketika tawa riang Violet berhenti dan berubah menjadi dengusan penuh kekesalan.
"Aku akan pergi bersama Ling." ucapnya sambil merangkul lengan Ling yang sejak tadi hanya diam menunduk.
__ADS_1
"Ling, apa kamu tidak sibuk?" tanya Kaisar dengan tatapan menekan penuh arti.
Ling yang mengerti arti tatapan itu menjawab,
"Saya sangat sibuk. Maaf nona Violet anda bisa jalan berkeliling kota berdua dengan yang mulia Kaisar. Saya permisi." Ling kemudian berlari kecil meninggalkan mereka berdua.
"Ling, Ling-ling.." Violet memanggil Ling, sedangkan Ling hanya menoleh sebentar dan melambaikan tangannya.
"Ayo!"
Violet menghentakkan kakinya dan melangkah mendahului Kaisar.
_ * * * _
Mereka berdua berjalan keluar istana. Kay pergi tanpa baju kebesarannya. Tapi semua rakyat tau bahwa itu Kaisar yang mereka cintai. Ditempat yang penuh dengan kedamaian itu nyaris tidak ada tindakan kriminal, karena kehidupan mereka yang terjaga dan terjamin. Jadi meskipun berjalan-jalan hanya dengan beberapa pengawal dengan jarak yang agak jauh Kaisar tidak perlu khawatir akan keselamatannya.
Violet merasa sangat senang berada diluar istana. Dia mencari-cari kesempatan untuk lolos dari Kaisar. Dan benar saja, Kaisar lengah membuatnya berhasil kabur.
"Ini benar-benar liburan yang menyenangkan. Aku seperti sedang berada dipasar jaman dulu." batinnya sambil tersenyum.
Violet mendatangi penjual makanan.
"Anda ingin mencobanya nona?" tanya pria tua penjual makanan tersebut.
Violet menganggukkan kepalanya.
Pria tua itu menyerahkan barang dagangannya. Violet menyantapnya dan tersenyum senang.
"Ini lezat sekali. Aku ingin mencobanya lagi bolehkah?"
"Tentu saja. Ini." jawab pria tua itu sambil kembali memberikan makanan itu pada Violet.
"Terima kasih pak." Violet berbalik badan hendak pergi.
"Membayar? Berapa?"
"Sekeping perak nona"
Violet binggung. Sungguh dia tidak tau alat pembayaran ditempat ini.
"Pak tua maafkan aku. Aku tidak membawa uang."
"Nona, sudah menjadi peraturan ditempat ini jika membeli harus membayar. Jika anda tidak bisa membayar maka anda akan membayarnya dengan diri anda."
"Maksudnya?"
"Anda akan melakukan apa yang saya perintahkan. Anda membayarnya dengan tenaga anda."
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Emm... Nona anda bisa mengangkat karung tepung yang ada disana sampai selesai." Ucap pria itu sambil menunjuk tumpukan karung tepung.
"Semuanya?"
"Benar nona."
"Tapi itu tidak adil. Aku hanya memakan dua potong makanan itu dan imbalannya aku harus mengankat karung tepung sebanyak itu." protes Violet yang tidak terima.
"Jika anda keberatan anda harus membayarnya nona."
__ADS_1
"Aku tidak mau."
"Hai, hai, dia tidak mau membayar. Dia sudah mengambil barangku tapi tidak mau membayarnya." pria tua itu teriak menarik perhatian orang-orang disekitarnnya.
Dengan cepat orang-orang berkumpul dilapak bapak tua tersebut.
"Dia bukan bangsa kita. Coba dengar detak jantungnya, dan bau tubuhnya." teriak salah seorang diantaranya.
"Benar. Dia penyusup yang sempat kabur kemarin. Ayo tangkap dan serahkan pada baginda Kaisar." ucap lainnya lagi.
"Tunggu dulu. Penyusup itu sudah ditangkap Pangeran Mark kemarin?" tanya yang lain.
"Mungkin dia sekarang kabur lagi. Ayo tangkap." teriak yang lainnya lagi.
Violet takut bukan kepalang berada diposisi itu.
Tiba-tiba ketika mereka sudah akan menyentuh Violet terdengar teriakan.
"HENTIKAN!!!"
Semua menoleh kesumber suara, Kaisar Ri Kay Ray berdiri dengan gagahnya.
"Siapa yang berani menyentuhnya?" teriaknya dengan nada marah.
Semua seketika mundur teratur menjauh dari Violet.
Kaisar mandang kemudian menghampiri Violet yang tengah berjongkok ketakutan.
Kemudian Kaisar menggendongnya.
Sedangkan Violet yang ketakutan menurut saja. Tidak ada pilihan lain untuk aman selain menurut pada Kaisar.
Kaisar membopong Violet hingga sampai dibdalam kamarnya. Kemudian kaisar menurunkannya diatas ranjang Violet.
Violet masih tampak shock dan ketakutan.
Hati kaisar begitu iba melihat Violet yang begitu gemetar ketakutan.
"Ambilkan air minum!" perintahnya berteriak.
Tidak lama kemudian Ling masuk membawa air minum. Wajahnya cemas tapi tidak berani bertanya apalagi bersikap lebih pada Violet.
"Minumlah." Kaisar membimbing Violet minum. Setelah selesai Kaisar memberikan kembali gelas itu pada Ling.
"Keluar dan katakan pada penjaga untuk menjaga jarak dari ruangan ini."
"Baik yang mulia." jawab Ling kemudian pergi dan menutup pintu kamar itu.
"Kamu jangan mencoba terus lari dariku. Jika kamu lari dariku itu hanya akan membahayakan dirimu sendiri." ucap Kaisar sambil memegang kedua lengan Violet.
Mata Violet berkaca-kaca.
"Maaf..." ucapnya lirih.
"Lain kali turutilah ucapanku. Jangan membantah. Apapun yang aku katakan adalah untuk kebaikan dirimu juga."
Violet menganggukkan kepalaya.
__ADS_1
"Tidurlah. Aku akan menjagamu disini."
Violet kemudian mengambil posisi nyaman untuk tidur.