Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
PERNIKAHAN 3


__ADS_3

"Vi, Violet!" Lisa melambaikan tangannya didepan wajah Violet yang tengah termenung.


"Kenapa? Kamu tidak mau ikut denganku? Tidak masalah jika kamu tidak mau, aku bisa mengerti keadaanmu." sambung Lisa.


"Kak, aku tidak ingin mengingatnya apalagi bertemu dengannya. Aku mana sanggup. Terlebih pasti nanti aku akan bertemy dan melihatnya duduk dengan wanita lain disebelahnya."


"Jadi benar Vi kalau kamu masih mencintainya?"


"Kak Lisa, Kay adalah cinta pertamaku. Seumur hidupku aku tidak mungkin melupakannya. Pasti akan selalu ada saat yang mengingatkan aku padanya. Tapi aku harus bangkit kak. Sekadang ada Chandra yang sudah menyematkan cincin dijariku ini." Violet menunjukkan cincin yang melingkar dijari manisnya.


"Bagaimana jika kamu ikut, tapi tidak usah bertemu dengannya. Kamu cukup menemani dan menungguku didalam istana."


"Apa kakak yakin jika dia mengetahui kedatanganku, dia tidak akan mencariku? Lagipula aku mustahil kesana tanpa ijin darinya."


"Aku akan membicarakan ini dengan Mark Vi. Lagipula kamu satu-satunya keluargaku yang bisa kubawa."


"Beri aku waktu untuk berfikir."


Lisa menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan adiknya.


_ * * * _


Dua minggu kemudian di planet Neptunus


Kaisar Ri Kay Ray tengah duduk disinggasananya. Ditemani Kasim Jeong serta para pejabat Istana dan bangsawan Neptunus yang tengah menunggu kedatangan sepasang pengantin baru yaitu Pangeran Mark Lee dan Putri Yue Arshana Lisa.


Mark dan Lisa dalam perjalanan untuk memasuki aula utama istana dengan diiringi puluhan pelayan serta prajurit khusus. Sepanjang perjalanan mereka bertabur bunga dan tarian serta sorak sorai. Senyum mengembang di bibir kedua pengantin baru tersebut, tidak terkecuali semua pasang mata yang melihat mereka pun ikut hanyut terbawa arus kebahagiaan yang terpancar diwajah keduanya.


"Kamu bahagia?" bisik Mark pada Lisa tanpa mengendurkan sedikitpun senyuman di bibirnya.


"Sangat bahagia. Aku tidak menyangka akan semeriah ini."


"Pesta ini akan digelar selama tiga hari. Dan besok kita akan menyapa rakyat Neptunus didepan istana."


"Apakah itu perlu dilakukan?"


"Tentu saja. Sekarang kamu sudah menjadi bagian dari keluarga Istana Neptunus. Kita harus memperkenalkan dirimu pada seluruh rakyat Neptunus."


"Ini seperti berada didalam mimpi dimasa kecilku yang menjadi nyata."


"Benarkah?"


"Emmm... Aku dulu memiliki impian untuk menikah seperti cinderella. Dan sekarang impianku terwujud. Aku mencintaimu suamiku."


"I love you more." Mark mengenggam tangan Lisa lebih erat.


Sementara itu Violet yang berada tepat dibelakang Lisa setengah mati menahan debaran di dadanya. Bagaimana tidak, setelah sekian bulan berusaha keras untuk kembali menata hati dan hidupnya kini harus kembali bertemu dengan Kay. Tidak mungkin Violet menolak ajakan kakaknya untuk ikut serta ke Neptunus, dan sudah sepaket dengan resiko yang harus ia terima yaitu bertemu dengan penguasa planet ini, Kaisar Ri Kay Ray.

__ADS_1


Iring-iringan itu memasuki aula dengan alunan musik khas Neptunus.


Tatapan kaisar terkunci pada sosok yang begitu ia rindukan namun juga harus ia hindari karena janjinya.


Para penari yang berada dibarisan terdepan telah menempati tempatnya yang hanya berjarak beberapa meter dari singgasana Kaisar. Sedangkan sepasang pengantin serta pengiring tersebut masih berdiri ditempat menunggu tarian tersebut selesai, karena tarian tersebut merupakan salah satu ritual pernikahan bangsa Neptunus.


Violet ingin sekali terus menundukkan wajahnya namun hatinya justru menginginkan sebaliknya. Perlahan Violet memberanikan diri mengangkat wajahnya untuk menatap wajah yang hingga selama ini masih terus berputar-putar bebas didalam pikirannya, yang juga masih dengan jumawa merajai hatinya meskipun telah ada Chandra yang kini menjadi kekasihnya.


Namun saat Violet berhasil menatap wajah Kaisar justru hatinya kembali sakit karena kenyataan tak seperti yang ia harapkan. Awalnya ada harapan kecil didalam hati Violet bahwa Kaisar akan menatapnya dengan pandangan merindu, namun yang terjadi justru Kaisar membuang pandangannya ke arah lain.


Tarian berakhir kemudian Mark dan Lisa memberikan penghormatan dan restu pada Kaisar sebelum akhirnya mereka duduk ditempat khusus yang telah disiapkan. Sementara itu Violet diam-diam meninggalkan aula tersebut.


Violet berjalan menyelusuri jalan yang dulu pernah ia lalui. Tidak ada perubahan, bahkan saung tempat pertama kali dia dan Kaisar Kay bertemu di planet ini juga masih sama. Diantara banyaknya pelayan dan tamu undangan istana yang datang Violet berdiri termenung menatap riun kolam dengan yang berisi ratusan ikan . Sekilas ingatannya kembali pada saat kenangannya bersama dengan Kaisar ditempat ini.


"Nona Violet!" suara yang tidak asing bagi Violet memanggil namanya. Violet langsung membalikkan badannya dan melihat Ling berlari kepadanya.


"Ling-Ling!" seru Violet kemudian memeluknya setelah Ling sampai dihadapannya.


"Aku merindukanmu Ling. Bagaimana kabarmu?" tanya Violet mengurai pelukan mereka.


"Kabarku baik nona, bagaimana denganmu? Nona jahat sekali meninggalkanku tanpa pamit." air mata Ling jatuh mengingat perpisahannya dengan Violet saat itu sekaligus terharu dan bersyukur sekarang sudah kembali bertemu dengan seseorang yang sangat berharga didalam hidupnya.


"Kemari, ayo duduk ceritakan bagaimana dirimu tanpa aku." ajak Violet menggandeng tangan Ling.


"Nona, maaf aku tidak bisa menemanimu duduk disini. Saat ini banyak sekali tamu undangan istana yang datang. Jika mereka melihat pelayan duduk ditempat Kaisar maka aku bisa mendapat masalah."


"Boleh saja nona, tapi tidak sekarang. Aku masih memiliki banyak tugas."


"Ling, temani aku. Aku sendirian dan merasa bosan."


"Nona, aku berjanji akan menemanimu jika semua tugasku sudah selesai nanti."


"Baiklah. Aku akan menunggumu dikamar." ucap Violet kemudian membiarkan Ling pergi untuk kembali menyelesaikan tugas-tugasnya.


Setekah cukup lama termenung sendiri, Violet merasa bosan di saung kemudian mengayunkan kakinya menuju kamar.


Prajurit penjaga kamar menghadang langkahnya,


"Aku mau masuk! Berani kalian melarangku? Kalian lupa siapa aku?" tanya Violet dengan lantang.


Kedua penjaga itu saling bertatap mata lalu mempersilahkan Violet masuk.


"Aku lelah sekali. Baru saja sampai langsung kepuncak acara pernikahan. Aku akan tidur sebentar sebelum kak Lisa kembali berteriak nanti." Violet berjalan menuju ranjang dan tertidur.


_* * *_


Beberapa waktu kemudian setelah acara diaula istana selesai Lisa bersusah payah mencari Violet.

__ADS_1


"Sayang, kamu tau dimana Violet?" tanya Lisa pada Mark yang baru saja masuk kedalam kamarnya.


"Tidak. Aku terakhir melihatnya sejak kita didalam aula tadi. Memangnya kemana dia?"


"Aku tidak tau. Coba kamu tanyakan pada para pelayan siapa tau mereka melihat Violet."


"Kenapa tidak kamu saja yang bertanya?"


"Aku malu. Aku masih baru disini." jawab Lisa jujur.


Mark menakupkan kedua telapak tangannya dipipi mulus Lisa.


"Sayang, sekarang kamu adalah istriku. Kamu adalah istri dari satu-satunya Pangeran Neptunus. Kamu bahkan memiliki hak dan kuasa untuk memerintahkan para pelayan."


"Tapi aku belum terbiasa. Sekarang aku mohon, tanyakan pada mereka atau minta mereka mencari adikku. Aku khawatir dengannya. Kamu taukan jika dia memiliki pengalaman buruk ditempat ini. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengannya."


"Baiklah. Tunggu sebentar."


Mark menjentikkan ibu jari dan jari tangahnya, seluruh pelayan yang berada didalam ruangan itu langsung berkumpul dan berbaris rapi.


"Ada diantara kalian yang melihat Putri Violet?"


Seorang pelayang mengangkat menggeser tubuhnya dari barisan itu,


"Maaf Pangeran, tadi hamba melihat Putri Violet disaung istana dalam."


"Istana dalam? Untuk apa dia kesana?"


"Istana dalam? Tempat apa itu?" tanya Lisa panik.


"Itu adalah istana khusus untuk Kaisar."


"Apa? Apa yang sedang Violet lakukan disana?" tanya Lisa semakin panik.


"Sayang, tenang dulu. Jangan panik yang penting Violet masih didalam lingkungan Istana dia akan aman." ucap Mark menenangkan Istrinya.


_ * * * _


Sementara itu di istana dalam milik Kaisar Violet yang tengah tidur terlelap tidak menyadari jika Kaisar telah kembali kedalam kamarnya. Begitupun kaisar yang masih belum mengetahui keberadaan Violet diatas ranjangnya. Lebih tepatnya ranjang yang sama dengan ranjang mereka dulu.


Kaisar diikuti dua pelayan masuk kedalam kamar dan melepaskan pakaian kebesarannya dan berganti dengan pakaiam yang lebih ringan.


"Kalian keluarlah semua!" titah Kaisar, kemudian duduk didekat meja yang diatasnya telah tersedia teh dan buah-buahan segar.


Pikirannya melayang kembali mengingat wajah Violet didalam aula tadi.


"Violet, aku tidak tau harus bagaimana mengindarimu selama kamu berada disini. Mengalihkan pandangan mataku dari wajahmu saja sangat sulit ku lakukan. Maafkan aku Violet, bukan maksudku mengingkari janjiku tapi keadaanlah yang memaksaku harus bertemu denganmu." bisik Kaisar, tanpa terasa bulir air matanya jatuh gambaran sesak yang menghimpit dadanya.

__ADS_1


__ADS_2