Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Pengorbanan Cinta III


__ADS_3

"Ling bantulah aku turun kesungai." pinta Violet sambil mengulurkan tangannya pada Ling.


Violet menyelam kesungai yang jernih itu.


Menikmati hangatnya air yang mengalir menyapu lembut kulit tubuhnya.


"Nona aku kan menaburkan bunga melati ini disana." ucap Ling sambil melemparkan segenggam bunga melati yang baru saja ia petik.


Violet menanggapinya dengan senyuman.


Sekali lagi Violet menyelam.


Ling tersentak kaget saat menatap wajah Violet yang baru saja timbul dari air. Hampir saja ia jatuh terpeleset kehilangan keseimbangannya. Buru-buru Ling ikut menceburkan dirinya kedalam sungai, mendekati Violet dan mengamati wajahnya.


Violet menatap Ling dengan binggung.


"Nona, anda...?" Ling masih mengamati wajah Violet dengan seksama.


"Kenapa Ling? Apa yang salah?" Violet tiba-tiba menjadi panik.


"Nona anda kembali seperti semula."


Violet mendengar ucapan Ling seakan tidak percaya, perlahan dilihatnya bayangan wajahnya diantara beriak air.


"Ling, aku kembali seperti semula." teriak Violet dengan bahagia kemudian memeluk Ling.


"Ling. Bisa kamu membantuku lagi?" Violet mengurai pelukannya.


"Apa nona?"


"Rahasiakan masalah ini. Jangan beri tahu siapapun jika aku sudah kembali seperti semula."


"Tapi nona,-"


"Ling, kumohon. Anggap saja ini permintaan terakhirku."


"Nona kenapa bicara seperti itu? Nona boleh selalu meminta apapun dariku. Jangan mengatakan yang terakhir, seakan-akan nona akan menggantikanku dengan pelayan lain."


"Tidak mungkin aku menggantikanmu Ling. Kamu adalah yang terbaik selama aku disini."

__ADS_1


_* * *_


Di Bumi


"Sayang, aku berjanji akan menjemput dan membawa adik tersayangmu kembali kerumah." Mark mengusap lembut pipi Lisa untuk meyakinkan kekasihnya.


"Kembalilah dengan cepat. Aku sangat merindukan Violet. Dia sudah lebih dari satu bulan disana."


"Iya sayang. Kan aku tidak bisa kembali kesana kemarin karena aku sibuk mengurus perusahaan."


"Baiklah. Kamu juga cepat kembali. Aku ingin cepat menikah denganmu, jadi kita harus ketemu orang tuaku." Lisa merajuk manja.


"Iyaa. Aku janji tidak akan lama. I love you" Mark mengecup kening Lisa.


"Aku tau." jawab Lisa tersenyum memeluk kekasihnya.


"Baiklah aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik. Dan sementara ini kamu akan diawasi Mike juga Suzu dari kejaran Chandra."


Lisa menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


_ * * * _



Sesampainya dikamar Violet memeluk Ling sambil menangis.


"Nona, kenapa anda menangis?" tanya Ling terheran.


Violet mengurai pelukannya setelah hatinya merasa puas.


"Tidak apa-apa Ling. Terima kasih sudah menjadi sahabat terbaikku selama disini. Aku akan selalu mengingat dan merindukanmu." Violet menghapus air matanya.


"Nona kenapa selalu berbicara seperti itu?"


"Tidak apa-apa Ling. Oh ya tolong berikan aku buah-buahan dan kue. Setelah nanti kamu siapkan kamu dan siapapun jangan masuk kedalam kamar ini sampai besok sore."


"Kenapa nona? Bagaimana aku menyiapkan keperluanmu?"


"Aku akan bermeditasi untuk memulihkan diriku dengan cepat Ling. Orang yang bermeditasi tidak boleh diganggu siapapun sampai meditasinya selesai."

__ADS_1


"Baiklah nona. Akan saya siapkan sekarang."


"Terima kasih Ling."


Ling menganggukkan kepalanya dan pergi.


Violet menghela nafas berat, kemudian memandangi seluruh ruangan kamar yang selama ini ia tempati.


Violet membuka nakas, mengeluarkan kotak perhiasan pemberiam Kay dulu.


"Maaf, aku harus mengembalikan ini padamu. Aku tidak pantas menerima apalagi memakainya. Putri Xie lebih pantas menerima ini." Violet mengusap butiran bening dipipinya kemudiam menutup kembali kotak itu.


_ * * * _


Malam hari Violet diam-diam sudah keluar dari kamarnya melalui jendela untuk menghindari para penjaga.


Violet menyelinap ketempat kapal induk yang akan membawa hewan dan tumbuhan untuk akan dikembalikan ke Bumi.


Setelah berhasil menyelinap masuk, Violet memasang alat pengaman berupa pakaian dan penutup kepala. Dengan pakaian ini Violet bisa lebih leluasa menyamar.


Ketika memasuki pintu kapal induk Violet harus melewati pemeriksaan. Orang yang ada didalam antrian itu menunjukkan sebuah kaca pipih kepada penjaga.


Tiba giliran Violet yang menyerahkan benda pipih itu.


Violet mengeluarkan benda yang sama dengan milik yang lainnya.


"Dokter Virgia anda tidak masuk dalam daftar


" tanya penjaga itu dengan suara samar karena penutup kepala itu menggunakan filter suara, sehingga suara yang dikeluarkan bukanlah suara aslinya.


"Kaisar menyuruhku memastikan kesehatan binatang-binatang itu hingga siap dilepaskan dihabitatnya di Bumi."


"Tapi sudah ada perwakilan dokter hewan disini."


"Jadi aku tidak diijinkan masuk? Baiklah jika kamu ingin membangkang dari perintah Kaisar."


"Maaf dokter atas kelancangan saya. Silahkan masuk."


Violet yang menyamar sebagai Virgia itu akhirnya bebas masuk kedalam kapal besar yang akan membawanya pulang ke Bumi.

__ADS_1


Keplanet tempat ia dilahirkan, dibesarkan, juga tempat pertama kali dirinya bertemu dan jatun cinta dengan Kaisar Neptunus, Ri Kay Ray.


__ADS_2