Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Pengorbanan Cinta 1


__ADS_3

"Ling kamu menariknya terlalu kuat. Sakit!" omel Violet enggan membalikkan badannya.


"Ling aku akan memberi pelajaran pada Kaisar mata keranjang itu, bagaimana menurutmu? Aku tidak akan membiarkan dia berbuat semaunya padaku. Harus aku tujukkan padanya bahwa aku adalah VIOLET. Tidak bisa dia tindas dan permainkan seenaknya."


"Ling, kira-kira apa yang harus aku lakukan untuk memberinya pelajaran? Apa aku harus memasak dan memasukkan banyak garam dan cabai didalamnya?"


Violet kesal Ling yang biasanya cerewet menjadi sangat diam dan tidak merespon ucapan panjangnya,


"Ling, kenapa kamu diam saja? Apa kamu takut?"


Violet membalikkan badannya, seketika wajahnya berubah merah dan matanya terbuka lebar.


"K-kau?" Violet tercekat, yang dihadapannya bukanlah Ling melainkan Kaisar. Orang yang sejak tadi dia caci maki.


Kaisar tersenyum menyeringai, sambil melangkah lebih dekat, Violet mundur menghindari Kaisar tapi dengan cepat Kaisar meraih pinggangnya dan mengunci gerakan Violet.


"Jadi kamu sangat ingin menendang bokongku dan melempar saus cabai di wajahku, setelah itu kamu akan meracuniku dengan banyak garam dan cabai Heeemmm?" tanya Kaisar sambil menatap tajam Violet.


"Aamm... emmm... tadi a-aku hanya-." jawab Violet gugup, seketika otaknya kosong untuk mecari alasan.


"Kenapa gugup? Apa sekarang kamu takut?" Kaisar memajukan wajahnya lebih dekat dengan wajah Violet yang semakin menegang.


"Aku tidak takut. Untuk apa takut padamu! Kamu memang pantas mendapatkannya." sungut Violet sambil berusaha melepaskan tangan Kaisar.


"Oh ya? Biar aku buktikan jika kamu tidak sedang takut sekarang." Kaisar menarik tengkuk Violet kemudian menyambar bibir mungilnya. Mengecapnya penuh hasrat tanpa perduli dengan Violet yang meronta sambil memukul dadanya.


"Aku merindukanmu."


"Brengsek kau! Beraninya menciumku setelah semua yang kamu lakukan padaku! Tidak punya hati!" teriak Violet sambil menunjuk wajah Kaisar.


"Jika hanya berdua kamu boleh memakiku sepuasmu. Mau memakiku lagi? Silahkan." tantang Kaisar dengan wajah mengejek.


"Kau benar-benar mata keranjang, rajungan, saus tar-tar!" teriak Violet memaki dengan makian ala Spongebob.


"Sudah selesai memakiku? Sekarang giliranku!"


Kaisar kembali mencium bibir Violet dengan rakus. ******* seluruh bagian bibirnya hingga kedalam rongga mulutnya, lidah Violet tidak bisa lolos dari serangan panas kaisar.


Violet berhasil menggigit bibir bawah Kaisar hingga akhirnya berhasil melepaskan ciuman kasar itu.


"Kenapa mengigitku?"


"Karena kau kurang ajar padaku!"


"Apa salahnya mencium kekasihku?"

__ADS_1


"Kekasih? Huuh! Tidak tau malu. Jika aku kekasihmu lalu akan kau apakan wanita yang bermesraan denganmu kemarin?"


"Kau cemburu?"


"Aku tidak perduli!"


"Tapi aku ingin kamu cemburu."


"Aku tidak sudi!"


"Aku akan menciummu lagi."


"Kau-" Violet mendengus kesal kalah berdebat dengan Kaisar.


Kemudian Violet mengingat sesuatu didalam kepalanya. Ucapan Gia mengenai dirinya dan Kaisar.


Violet kemudian mendekat pada Kaisar, menyerang balik Kaisar dengan ciuman kasarnya.


Violet kedua tangannya merangkul leher Kaisar, kemudian dengan langkah memutar dia merobek pakaian atas Kaisar dan meletakkan tangannya tepat didada kirinya.


Seketika Violet merasakan hawa dingin merasuk seluruh tubunya bersamaan dengan itu Kaisar merasakan hawa panas merasuki tubuhnya. Tubuh mereka bergetar hebat, peluh membasahi tubuh masing-masing karena dua energi besar yang berlawanan saling berbenturan.


Mereka tidak lagi mampu menahan rasa yang semakin lama menjadi semakin sakit dan membuat tubuh mereka menjadi lemas karena kehabisan energi. Sampai akhirnya mereka pingsan bersama.


Kaisar tersadar, dirinya panik melihat tubuh Violet yang tiba-tiba berubah menjadi putih pucat, bahkan rambutnyapun ikut memutih.


"Kenapa tubuhmu dingin sekali?"


Kaisar mengingat kejadian diantara mereka sebelum pingsan.


"Yaa ampun, apa yang terjadi? Violet kenapa kau lakukan ini?" tangan Kaisar tiba-tiba bergetar dan tubuhnya lemas.


Dadanya begitu sesak seakan-akan jantungnya berhenti berdetak dan paru-parunya kosong.


Untuk pertama kalinya air mata Kaisar mengalir diwajahnya untuk seseorang, selain ibunya.


"Violet ku mohon bangunlah. Bangun Violet."


Kaisar bangkit dari ranjang dan berjalan mendekati pintu.


"Panggilkan dokter Virgia cepaat!!" Kaisar berteriak keras hingga terdengar oleh penjaga diluar.


Kaisar masih menangis dengan mengenggam tangan Violet.


"Eeemmmhhh..." Violet mengerang saat tersadar.

__ADS_1


"Violet, kamu sudah bangun?" tanya kaisar dengan panik dan segera merangkul Violet.


"Lepaskan, sakit." pinta Violet dengan suara serak.


"Dingin sekali." Violet menarik kembali Selimut sampai menutup rapat tubuhnya.


Virgia datang bersama dengan Ling terkejut melihat penampilan Violet.


"Apa yang terjadi?" tanya Gia panik.


Kaisar berdiri melihat Virgia yang bergegas menghampiri Violet untuk memeriksanya.


Cukup lama Virgia memeriksa Violet dengan telaten.


"Apa yang terjadi?" tanya Gia sambil menatap Kaisar penuh tanda tanya.


"Ikuti aku." titahnya sambil berjalan kemudian diikuti Gia.


Ling menghampiri Violet, air matanya jatuh melihat kondisi Violet saat ini.


"Nona, apa yang terjadi? Kenapa jadi begini?"


Violet menatap rambut putihnya dibahunya baru menyadari apa yang terjadi.


"Ling kenapa rambutku memutih? Apakah aku berubah menjadi tua?" tanya Violet takut dengan kenyataan jika dirinya berubah menjadi tua.


"Tidak nona. Tapi,-" Ling takut melanjutkan ucapannya.


"Ambilkan aku cermin!"


Ling segera berlari kecil mengambilkan cermin kecil untuk Violet.


Violet menerimanya dan melihat bagaimana perubahan dirinya melalui cermin.


"Ke-kenapa aku menjadi putih pucat seperti ini Ling?"


Ling menggelengkan kepalanya.


Virgia dan Kaisar kembali menemui mereka.


"Violet, kau?" Virgia terkejut melihat Violet memegang cermin ditanganya.


Violet menoleh pada Virgia dan Kaisar,


"Kak Gia kenapa aku jadi seperti ini?"

__ADS_1



__ADS_2