Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Pelarian Violet I


__ADS_3

Saat Violet telah berhasil menyusup kedalam pesawat induk yang telah meninggalkan planet Neptunus.


Kaisar mendatangi kamar Violet untuk kembali melihat keadaannya.


Didepan pintu Kaisar bertemu dengan Ling.


"Salam yang mulia. Nona Violet kemarin berpesan kepada hamba agar tidak ada yang mengganggunya sampai nanti sore. Nona Violet mengatakan ingin bermeditasi untuk memulihkan dirinya." Ling menundukkan kepalanya penuh hormat.


Kaisar melirik Ling,


"Mungkin memang dia berusaha memulihkan dirinya setelah energinya habis untuk menyelamatkanku. Aku harus memberinya waktu yang ia butuhkan." batin Kaisar.


"Baiklah. Aku akan kembali nanti sore."


Kaisar kemudian meninggalkan kamar Violet yang sebenarnya adalah kamar miliknya sendiri.


_***_


Sementara itu Violet yang telah berhasil menyusup ke dalam kapal Induk binggung mencari tempat untuknya beristirahat. Dalam pelariannya ini cukup menguras banyak energinya.


Setelah berpikir keras akhirnya ide cemerlang muncul dibenaknya.


Violet mendekati seorang penjaga yang sedang mengawasi pekerja yang menyiapkan segala keperluan penumpang kapal.


"Bawakan ini kekamarku." ucap Violet sambil menyerahkan sebuah ransel yang sejak tadi ditangannya.


Penjaga itu berjalan menuju kamar khusus Virgia yang akan ditempati Violet selama perjalanannya kembali ke Bumi.


Penjaga itu kemudian membawa Violet kesebuah ruangan yang tampak beberapa macam alat-alat medis seperti yang pernah ia lihat didalam ruangan Gia.


"Silahkan beristirahat dokter."

__ADS_1


"Terima kasih. Jangan ada yang mendekat kedalam kamarku ini kecuali memberitau hal penting."


"Baik. Dokter." penjaga itu meninggalkan Violet.


Violet menghempaskan tubuhnya keatas ranjang kecil.


Pikirannya melayang kepada Kaisar.


"Maaf aku meninggalkanmu dengan cara seperti ini. Jika tidak begini aku yakin kamu tidak akan melepaskanku. Hutangku padamu sudah lunas. Sudah kutebus kesalahanku dimasa lalu dengan menyelamatkanmu. Semoga kamu tetap menjadi Kaisar yang bijaksana disana. Meskipun hatiku sakit karena tidak bisa memilikimu, tapi aku tenang ada wanita yang hebat seperti Putri Xie yang akan mendampingimu. Lagipula kamu hidup dengan seluruh cinta penghuni planet itu. Aku tidak akan khawatir." ucap Violet sambil berderai air mata. Ulu hatinya terasa nyeri dengan kenyataan yang harus ia dapatkan dari perjalanan panjangnya.


"Aku hanya berharap dimasa depan aku tidak memiliki kisah cinta yang sepahit ini lagi dalam hidupku."


_ * * * _


Di Bumi.


Chandra sudah frustasi mencari keberadaan Violet yang sudah menghilang selama 1 bulan lebih. Bahkan Chandra sempat menyusul Violet ke Paris tapi hasilnya nihil.


"Violet. Kamu benar-benar membuatku gila! Kamu sengaja menantangku untuk menemukanmu haaah?" rancaunya karena pengaruh alkohol.


"Bro, sudahlah. Masih banyak gadis cantik yang mereka bahkan akan merelakan dirinya untuk kamu nikmati. Kenapa kamu hancurkan karir dan hidupmu demi seorang gadis yang jelas-jelas mengabaikanmu." Erick, sepupu Chandra mencoba menasehati.


"Tidak Rick, dia berbeda. Dia tidak akan sudi melemparkan dirinya kedalam pelukanku. Dia tidak semurah itu! Dan itu yang membuatku tergila-gila padanya." Chandra mendekati Erick, membuat Erick memalingkan wajahnya karena bau alkohol yang sangat menyengat dari mulut Chandra.


"Bro, mungkin ini karma karena dulu kamu sering mempermainkan wanita, setelah kamu kencani kamu abaikan dan meninggalkannya sekarang kamu tau rasanya diabaikan dan ditinggalkan. Bahkan oleh gadis yang baru saja kamu kenal. Ku akui gadis itu sangat hebat, bisa menghancurkanmu tanpa menyentuhmu."


"Brengs*k kau!" maki Chandra tidak terima dengan ucapan Erick.


Erick hanya tersenyum mendapat makian dari Chandra.


_ * * * _

__ADS_1


Sore Hari Di Neptunus.


"Buka pintunya!" titah Kaisar pada penjaga pintu depan kamar Violet.


Kaisar masuk diikuti oleh Ling dan beberapa pelayan wanita lain yang membawa nampan berisi berbagai macam hadiah dari Kaisar untuk Violet.


Kaisar melihat seluruh sudut ruangan tidak tampak Violet berada dikamarnya.


"Dimana dia?" tanya Kaisar sambil melirik Ling.


Ling mengangkat wajahnya dan melihat sekitar juga tidak menemukan keberadaan Violet. Tiba-tiba jantungnya seakan berhenti berdetak, peluh dingin mulai menjalari wajahnya.


"Mohon ampun yang mulia, hamba tidak tau. Kemarin sore nona berpesan untuk tidak menganggunya dan boleh masuk ketika sore hari karena tidak mau meditasinya terganggu. Selain itu nona tidak mengatakan apapun." Ucap Ling kemudian berlutut.


"Periksa kamar ini!"


Para pelayan seketika mencari keberadaan Violet diruangan itu. Dan tidak ditemukan.


"Yang mulia hamba menemukan ini diatas tempat tidur." Seorang pelayan membawa kota perhiasan.


"Cari dia diseluruh istana, jika tidak ditemukan Cari dia diseluruh planet ini. Dia harus ditemukan bagaimanapun caranya!" ucap Kaisar menahan emosinya.


Seluruh penjaga dan pelayan kemudian serentak mencari keberadaan Violet.


Maaf yaa jika waktu updatenya tidak menentu karena aku harus mencari waktu saat baby boy tidur. Mohon dimaklumi authornya mamud yang juga masih sambil belajar menjadi ibu yang baik buat baby boy.


Mohon dimaklumi yaaa...


Terima kasih dan setia terus dalam novelku.


I Love You All

__ADS_1


Authoor El-Shi


__ADS_2