Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
KEMBALI 3


__ADS_3

"Kamu ada perlu apa kesini?" tanya Cecil begitu melihat Chandra langsung duduk santai sambil menumpukan kaki kanan diatas lutut kaki kirinya.


"Nganterin itu."


"Selain itu?" tanya Cecil penasaran.


"Nggak ada."


"Trus?"


"Trus apa?" tanya Chandra tidak mengerti maksud Cecil.


"Trus ngapain bukannya pulang kok malah duduk?"


"Kenapa? Tidak boleh? Kamu ngusir?" cecar Chandra tersinggung.


"Bukannya ngusir, cuma kan alasanmu kesini cuma ngantar ini. Kan udah kuterima dan nggak ada keperluan lain. Kok malah duduk?"


"Jadi beneran kamu ngusir aku?"


"Bu, bukan gitu. Ih susah ngomong ma kamu mah! Ribet! " jawab Cecil kesal kemudian berjalan kedapur mengambil minuman.


"Eh cerewet! Bukan aku yang ribet tapi kamu yang gak jelas!" teriak Chandra tak mau kalah.


Cecil datang membawa dua kaleng soda dan air putih.


"Ngomong-ngomong, makasih dah nganterin makanan. Tau aja jam lapar." Ceil basa basi sambil nyengir kuda.


"Hemm.." Chandra membuka tutup kaleng dan meminum soda yang baru saja disediakan Cecil.


"Kamu gak takut ketauan fans kamu atau fans pacarmu itu?" tanya Cecil sembari menyuapkan sepotong Pizza kedalam mulutnya.


"Takut sih. Cuma aku juga khawatir kalo sampai ada berita seorang gadis mati kelaparan didalam appartemen sepupunya. Hahahaaa..."


Cecil menghentikan aktifitas mulutnya yang sedang mengunyah. Matanya mendelik kesal menatap Chandra yang tengah puas tertawa.


"Kamu tu aslinya ngeselin banget ternyata ya. Gak kaya kesan yang kamu tampilkan diatas panggung!"


"Cil, kamu harus banyak hal yang kenyataannya itu berbeda jauh dari apa yang tampak dimedia. Dimedia kita harus berusaha membangun karakter positif, karena begitulah tuntutan sebagai publik figur. Tapi aku juga punya kehidupan pribadi dan karakter asli, mereka yang dekat denganku yang bisa mengetahuinya."


"Apa aku sekarang jadi salah satunya?"


"Emm... bisa jadi."


"Lalu hubunganmu dengan model terkenal itu asli atau settingan?" tanya Cecil dengan asal.


Seketika raut wajah Chandra berubah, Cecil yang dengan cepat menyadari ucapannya langsung meralat ucapannya.


"Maaf maksudku bukannya mau tau urusan pribadimu. Aku,-"


"Nggak papa. Aku dan dia benar-benar berpacaran. Aku benar-benar menyukainya sejak pertama bertemu. Dia adalah gadis pertama yang membuatku merasa ingin memiliki seutuhnya, yang membuatku sangat ingin memperjuangkannya, dan dia yang paling berbeda dari banyak gadis yang ku kenal." Chandra menjeda ucapannya, mengambil nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar.


Cecil hanya bisa terdiam menjadi pendengar Chandra. Hanya itu pilihan terbaik baginya, mungkin pria yang tengah duduk berada didekatnya itu sedang membutuhkan seseorang untuk mendengarkannya.


"Sudah hampir dua minggu ini dia pergi, dengan kakaknya berpamitan ke Belanda. Tapi selama itu juga dia sekalipun tidak memberiku kabar. Aku, aku tidak tau apa yang harus ku lakukan." Chandra mengakhiri ceritanya dengan wajah binggung.


"Sudah kamu coba untuk menghubunginya?"

__ADS_1


Chandra menganggukkan kepalanya.


"Kenapa tidak kamu coba menghubungi orang tua atau kakaknya?"


"Nihil."


"Tidak ingin menyusulnya?"


"Aku dan dia baru berpacaran. Aku tidak mau terkesan mengekangnya atau tidak mempercayainya. Aku tau dia seperti apa."


Cecil ikut terdiam. Memangnya mau memberikan saran apa lagi sedangkan dirinya sendiri tidak mengetahui masalahnya dengan benar.


...****************...


Di Mansion milik Kay


Mike dan Suzu menyambut kedatangan Kay dan Violet. Begitupun para pelayan yang pernah Violet temui dulu sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu keperluan tuannya.


"Selamat datang tuan, nona. " sambut Mike dan Suzu bersamaan.


"Mike, Suzu apa kabar?" tanya Violet ramah.


"Baik nona."


"Tuan, Selamat datang kembali tuan Kay." serempak pelayan dan seluruh penjaga mansion itu menyambut Kay.


Kay menganggukkan kepalanya dan melempar senyum ramahnya.


"Mike siapkan semua keperluan Violet."


"Baik tuan. Semua sudah siap."


"Aku ingin pulang kerumah."


"Setidaknya tinggallah disini sampai tenagamu pulih. Aku dan Suzu malam nanti akan kembali."


"Secepat itu?" tanya Violet dengan raut wajah kecewa yang tidak bisa disembunyikan.


"Baiklah, sekarang bersihkan dirimu dan makan lalu istirahat. Setelah merasa baikan temui aku. Ada hal yang juga harus ku bicarakan dengan Mike."


Violet menganggukkan kepala pasrah.


"Mari nona." seorang pelayan mempersilahkan Violet dan menunjukkan kamarnya.


Setelah beberapa jam berlalu.


"Kay ada?" tanya Violet pada Mike yang sedang duduk sambil membuka tablet canggih miliknya.


Ya! Selama Kay dan Mark tidak ada, Mike yang menghandle semua laporan bisnis Kay di Bumi.


"Iya nona."


"Aku ingin bertemu."


"Silahkan tuan sedang didalam."


Baru saja selangkah maju Violet kembali memutar tubuhnya menghadap Mike.

__ADS_1


"Kenapa memanggilnya tuan? Kau tidak memanggilnya Kaisar?"


Kay tersenyum tipis mendapat pertanyaan dari Violey,


"Nona Ini di Bumi. Kami memanggilnya Mister atau Tuan. Jika kami memanggilnya kaisar maka akan memancing kecurigaan jika ada manusia yang mendengarnya. Atau jika tidak justru akan menjadi bahan tertawaan."


"Emm... benar juga." Violet manggut-manggut


"Baiklah aku masuk dulu." lanjutnya


"Silahkan nona."


Tok.. tookk.. tookk...


"Masuk!"


Violet masuk dan menutup pintu.


"Violet, sudah cukup istirahat?"


"Eemm... Sudah."


"Duduk." Pinta Kay mempersilahkan Violet duduk disofa panjang dekat dengan dirinya.


"Kay, kau, akan pergi sekarang?" tanya Violet dengan suara lemah.


"Iya Vio, aku akan kembali bersama Suzu. Kamu tau jika Feng dan Putri Xie akan menikah?"


"Aku tau, tapi apa harus secepat itu?" mata Violet mulai berkaca-kaca


"Aku datang lagi ketempat ini karena untuk memenuhi janjiku padamu. Aku akan menjaga dan memastikan keselamatanmu. Aku sudah menunaikan janjiku padamu sekarang Vi, dan aku harus kembali bahnyak hal yang harus ku kerjakan disana. Juga sebelum Ariexa curiga dengan ketidak beradaanku didalam istana." jelas Kay.


"Bagaimana jika aku ingin bertemu denganmu?"


Kay tersenyum,


"Kamu masih menyimpan perhiasan yang pernah kuberikan padamu?"


Violet menganggukkan kepalanya.


"Berikan itu pada Mark saat kau sangat ingin bertemu denganku. Tapi hanya satu kali kesempatan Vi, dan lakukan jika hanya kau sangat ingin."


"Kenapa hanya satu kali?"


"Memangnya kau butuh berapa banyak kesempatan untuk selalu ku temui dengan perjalanan sejauh Neptunus ke Bumi hemm?"


"Sangat banyak!"


"Heheee... Kamu ini, nakal. Tanpa bertemu aku akan selalu mendukungmu."


"Kay!" Violet tidak lagi mampu menahan dirinya. Violet langsung memeluk tubuh Kay dengan erat.


"Violet, aku berjanji hanya kamu yang pertama dan terakhir wanita yang ada didalam hatiku. Akunjuga berjanji bahwa hanya kamu satu-satunya wanita yang aku inginkan untuk menemani hidupku." Kay membalas pelukan Violet.


"Kay maafkan kebodohanku."


"Ssstt... sudah jangan mulai lagi! Jalani hidupmu dengan baik dan bahagia."

__ADS_1


"Tetap disini setidaknya sehari saja." renggek Violet.


"Tidak bisa Violet. Aku harus kembali secepatnya." Kay melepaskan pelukannya. Kemudian mengusap air mata Violet dengan penuh kasih sayang.


__ADS_2