
Setelah beberapa saat merundingkan calon permaisuri yang akan mereka pilih sebagai kandidat terkuat.
Ketua tetua tersebut kembali maju dan berdiri berjarak 3 meter dari singgasana Kaisar.
"Yang mulia kami sudah memutuskan calon permaisuri untuk yang mulia Kaisar." ucapnya dengan membungkukkan diri penuh hormat.
"Katakan!"
"Dia adalah Putri Xie Shine Aurora. Putri ketua wilayah Xierus. Selain cantik, putri Xie juga telah terbukti kemampuan dan kepandaiannya dalam membantu mengurus wilayah bagian. Selain itu Putri Xie juga telah belajar berbagai bidang keilmuan. kualitasnya sebagai ibu bagi seluruh rakyat tidak diragukan lagi."
"Baiklah. Aku akan mengirim prajurit Istana untuk menjemput Putri Xie. Aku sendiri yang akan menguji dan melihat kualitasnya sebelum aku memutuskan. Jika memang Putri Xie lolos maka aku akan menikahinya dan menjadikannya Permaisuri Neptunus. Tapi Jika dia gagal maka kalian dan siapapun harus berhenti untuk membahas hal ini." jawab Kaisar dengan cepat.
Keputusan Kaisar yang begitu cepat membuat air muka para tetua dari wilayag Xierus berubah bahagia.
"Kami mengerti yang mulia. Terima kasih atas kebijaksanaan yang mulia Kaisar." ucap mereka serempak kemudian.
_ * * * _
"Waooowww..." Violet takjup melihat tempat kerja Virgia yang dipenuhi dengan berbagai monitor juga alat-alat yang sudah pasti sangat canggih.
Diplanet ini, semua adat dan kebiasaan lama masih sangat dipertahankan. Berbagai bangunan dan kebiasaannya masyarakatnya masih mengikuti jaman kuno. Tetapi disebalik semua yang terlihat kuno tersebut memiliki kecanggihan teknologi dan fungsi yang luar biasa.
Bisa dikatakan kehidupan di planet Neptunus adalah gabungan dunia kuno dan modern yang menyatu dengan apik.
"Ini apa?" tanya Violet melihat sebuah kapsul besar dengan lapisan kaca yang terdapat bangsal kulit didalamnya.
"Ini adalah tempat untuk pengobatan penyakit kulit. Semacam tempat terapi untuk penyakit kulit yang disebabkan virus atau bakteri. Orang yang menderita penyakit kulit menular akan ditempatkan didalam sana sampai sembuh."
Violet menganggukkan wajahnya.
"Apakah ini untuk semua orang?"
"Benar. Semua orang memiliki fasilitas yang sama. Tapi semua yang ada ditempat ini dikhususkan untuk Kaisar dan keluarganya. Tapi untuk saat ini ya hanya Kaisar yang bisa memakainya."
__ADS_1
"Kenapa hanya dia?"
"Karena Kaisar tidak memiliki keluarga. Hanya pangeran Mark. Itupun saudara sepupunya. Sedangkan bibinya, yaitu ibu pangeran Mark mengasingkan diri ke bukit cahaya."
"Bukit cahaya?"
"Benar. Bukit cahaya adalah tempat tertingi di planet ini. Tempat itu terdapat alat untuk menangkap cahaya matahari dan mengalirkannya keseluruh penjuru planet. Makanya disini tetap ada cahaya terang meskipun letaknya sangat jauh dari matahari." jelas Violet sembari mengajak Violet menuju sebuah ruangan lain.
"Ayo masuk."
"Ini apa?" tanya Violet melihat bentuk kendaraan berbentuk bulat dan agak pipih.
"Jika di Bumi ini semacam jet."
"Woow... ini keren sekali. Milik kak Gia?"
"Tentu saja milikku. Aku akan mengajakmu kesuatu tempat."
Virgia menekan beberapa tombol dan memegang kemudi, kemudian alat tersebut melesat keatas. Sepanjang perjalanan Violet hanya melihat warna awan putih.
"Kenapa tidak tampak pemandangan apapun?"
"Tentu tidak Violet. Kita berada diatas ketinggian."
"Lihat itu." Gia menunjukkan pusaran putih dengan tengah yang gelap.
"Itu adalah badai. Disini selalu ada badai." Gia menjelaskan.
"Tapi kenapa aku tidak pernah menemui badai selama disini?"
"Itu karena kami memiliki alat untuk mengatur kemana arah laju badai itu."
"Waaah keran banget. Kenapa kalian tidak membantu manusia dibl Bumi untuk membuat alat yang sama?"
__ADS_1
"Kita tidak bisa terlalu ikit campur dengan urusan manusia dibl Bumi Vi."
"Apakah selain aku ada manusia bumi lain yang mengetahui keberadaan kalian di Bumi?"
"Ada, tapi hanya 10 juta manusia berbanding 1. Kami tidak bisa membuka identitas asli kami sebagai makhluk dari planet lain. Coba ingat, bagaimana manusia Bumi begitu tamak, bahkan mereka bisa menghancurkan planet mereka sendiri. Dan coba lihat bagaimana mereka mengotori planet mereka dengan sampah yang sulit terurai, menggali planet mereka untuk mengambil semua yang terkandung didalamnya hingga habis dengan rakusnya, merusak planet mereka dengan membangun bangunan tinggi dengan menancapkan pasak besar kedalamnya. Jika manusia Bumi yang memiliki hati tamak itu mengetahui identitas kami, kami takut mereka akan berbuat sama kepada kami, ataupun planet kami. Bahkan mereka seringkali mengatakan cinta pada perdamaian tapi mereka juga memproduksi senjata yang bisa memusnahkan sesama mereka. Dulu kami begitu iri dan ingin sekali tinggal di Bumi. Tetapi semakin kami melihat perbuatan manusia di Bumi kami semakin takut."
"Lihat kita sudah sampai." kemudian Gia menunjukkan hutan lebat dari dalam pesawatnya.
Violet takjup melihat hal yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
"Itu, bukankah hewan-hewan di Bumi?" tanya Violet sambil menunjuk kawanan hewan berkumpul.
"Benar. Dulu kami membawa mereka dari Bumi. Semua hewan dan tanaman disini sebagian dari Bumi dan planet lain. Tapi lebih didominasi dari Bumi karena Bumi memiliki kekayaan dan unsur terbaik dari sebuah planet. Kalian beruntung memiliki planet yang luar biasa kayanya. Tapi sayang hanya sedikit dari kalian yang menyadari dan menyayangi planet kalian sendiri. Banyak hewan di Bumi yang hampir atau bahkan sudah punah tapi mereka masih ada dan hidup disini. Lihat itu! Burung indah itu!" Gia menunjukkan burung dengan bulu panjang nan Indah.
"Itu burung Cendrawasih. Burung itupun hampir punah dibumi. Tapi lihat diatas pohon itu! Disini mereka masih bisa hidup dan berkembang biak dengan baik."
Sesaat raut wajah Violet berubah menjadi sedih. Sejak tadi semua yang dikatakan Gia benar adanya. Bahkan hewan yang telah punah di Bumi ternyata masih terpelihara dengan baik ditempat ini.
"Virgia, bukankankah itu Triceratops? Dia sudah punah ribuan tahun lalu di Bumi apa disini juga masih ada berbagai macam dinosaurus?"
"Benar Violet. Tapi sayang sekali itu bukan triceratops asli. Itu hanyalah replika yang terlihat sangat hidup. Feng yang membuatnya."
"Feng? Siapa dia?"
"Dia adalah saudara angkat pangeran Mark. Feng dulu adalah anak seorang pejuang Neptunus. Kedua orang tuanya gugur saat melawan bangsa Ariexsus 5 tahun yang lalu. Dia ahli dibidang teknologi bangsa kami. Dan dia memiliki adik bernama Suzu. Feng berada di Venus dan Suzu saat ini berada di Bumi. Jadi mereka tidak bisa menemuimu selama disini."
"Dan itu? Jerapah putih?" Violet menunjuk jerapah albino yang tampak putih bersih.
"Iyaa... Kami memilikinya disini. Di Bumi entah masih ada atau tidak. Berita terakhir yang kudapat ada dua ekor yang masih hidup tapi pada akhirnya juga mati dibunuh pemburu."
"Kalian menyimpan semua yang hilang dari Bumi kami?"
"Benar. Kami membuat hutan khusus yang sangat luas untuk habitat mereka.
__ADS_1