Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
PERNIKAHAN 8


__ADS_3

"Violet, sudahlah. Jangan menangis lagi. Aku tidak menyalahkanmu. Aku menganggap ini sebagai konsekwansi karena telah berbohong dan menghianati kepercayaanmu." Kaisar mengusap air mata Violet dan merengkuhnya, menyandarkan kepala Violet dipundak kokohnya.


"Maafkan akuuu... huuu..huuu..." tangis Violet pecah.


"Aku sudah memaafkanmu tanpa kamu memintanya." Kaisar megeratkan pelukannya.


_ * * * _


Esok harinya saat Violet terbangun dari tidurnya.


"Aku rasanya belum siap ketemu sama Kay. Malu sekali, apa yang harus ku lakukan sekarang?"


"Sudah kedua kalinya aku berpirik buruk tentangnya, mengusirnya dari hidupku, tanpa mau mendengarkan penjelasannya." Violet menarik nafas panjang dan membuangnya dengan kasar.


"Bahkan dia masih mau memaafkanku, memperlakukanku dengan baik seolah-oleh tidak ada kecewa maupun sakit hati pada diriku."


"Aaaaaarrrrrggghhh... Violet, kamu bodoh! bodoh! bodoh!" teriaknya sembari memukul-mukul ranjangnya.


"Nona, kenapa?" Ling yang baru saja masuk langsung berlari begitu panik mendengar teriakan Violet.


"Aaaaawww... Ling aku malu bertemu dengannya!" teriak Violet.


"Dengan siapa nona?"


"Dengan Kay, memangnya mau siapa lagi!" sungut Violet.


"Kenapa malu nona?"


"Aku sudah tidak memiliki muka lagi didepannya."


"Nona membuatku binggung." Ling menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


"Ling aku mau mandi dan pergi dari sini."


"Pergi kemana nona?"


"Ketempat kakakku. Aku akan pindah hari ini."


"Apa sudah nona bicarakan dengan baginda?"


"Tidak. Dia hanya mengatakan aku perlu istirahat disini dua hari. Jadi aku bisa kembali hari ini."


"Nona, sebaiknya tunggu Kaisar kembali dulu. Setidaknya akan lebih baik jika nona berpamitan dan berterima kasih padanya."

__ADS_1


"Tidak. Tidak mungkin aku menemuinya Ling. Aku malu. Sudah ayo mandi."


_ * * * _


Sementara itu didalam Istana Mark Lisa tengah khawatir dengan keadaan Violet. Ini adalah hari ketiga ataupn hari terakhir pesta perayaan pernikahannya digelar di Neptunus. Tubuhnya sudah sangat lelah dengan aktifitasnya yang luar biasa padat selama dua hari kemarin.


"Sayang, apa yang kau pikirkan hmm?" tanya Mark sambil mengalungkan tangannya memeluk Violet yang sedang duduk didepan cermin.


"Aku khawatir dengan Violet."


"Dia akan baik-baik saja. Percaya padaku."


"Aku takut akan terjadi hal seperti dulu."


"Tidak akan,-"


"Peluk-pelukan aja terus." suara Violet yang masuk kedalam kamar mereka secara tiba-tiba menggagetkan keduanya membuat Mark tidak jadi melanjutkan ucapannya.


"Violet." Lisa terkejut sekaligus senang. Hatinya tenang adik yang ia khawatirkan sudah ada dihadapannya dengan baik-baik saja.


"Yeee, it's me!" Jawab Violet sambil duduk dengan melipat satu kakinya dikursi empuk didekat posisi Lisa jangan lupakan wajah malasnya yang sangat menggemaskan.


"Kamu sudah pulih? Syukurlah. Kamu hutang penjelasan panjang padaku bagaimana kamu bisa sampai nyasar dikamar Kaisar dan ditahan disana."


"Tidak!"


"Sudahlah sayang Violet baru saja sampai biarkan dia menyenangkan dirinya dulu dan kamu bersiaplah. Dan kamu Violet, jangan menjauh dari kami, tetap berada disamping kami. Ganti pakaianmu, minta Ling menyiapkannya." perintah Mark yang diangguki malas Violet sembari memanyunkan bibir merahnya.


_ * * * _


Ini adalah perayaan hari terakhir pernikahan Mark dan Lisa yang digelar di Neptunus. Hari terakhir ini mereka memiliki jadwal untuk menyambut tamu dari berbagai planet.


Pengamanan dari dalam maupun luar Istana sangat diperketat, berbeda dari dua hari kemarin.


Semua telah berkumpul di aula utama istana Neptunus. Kaisar berada ditempat tertinggi ruangan tersebut. Kaisar tampak gagah dan berwibawa sebagai seorang raja diatas raja-raja Neptunus.


Kasim Jeong sudah bersiap untuk memberi sambutan untuk para tamu sekaligus memperkenalkan Lisa sebagai Putri, bagian dari anggota keluarga kekaisaran Neptunus.


"Tunggu!!" Suara berat dari arah pintu menggagalkan tugas Kasim Jeong.


"Pangeran Ri Yuan Lou!" nyaris seluruh orang diruangan itu menyebutkan nama tersebut sambil.terngangga seakan tidak percaya dengan yang mereka Lihat.


Namun berbeda dengan Kaisar yang tetap tenang meskipun wajahnya tampak memerah setelah kehadian sang Ayah dengan istri barunya yaitu Putri Ariexa, wanita jahat penghuni planet Ariexus.

__ADS_1


"Dia adalah Paman Ri Yuan Lou. Ayah dari Kaisar." bisik Mark pada Lisa yang juga bisa didengar oleh Violet karena jarak mereka berdekatan.


"Yuan Lou kau masih berani datang kesini?" tanya Ibunda Mark dengan suara lantang sembari mengeraskan rahangnya mrnahan amarah.


Ariexa tersenyum sinis serta membuka sebuah kertas undangan,


"Kami hanya datang untuk memenuhi undangan." jawabnya dengan kesombongan bagai kabut pekat menyelimuti gerak tubuh hingga bubir hitamnya.


"Silahkan!" Kaisar mempersilahkan sang Ayah dan istrinya menuduki tempat yang sama dengan tamu lain.


"Kaisar, bukankah sebuah penghinaan jika kau menyuruh ayahmu untuk duduk dibawah bersama tamu lain?" tanya Ariexa dengan senyum sinisnya.


"Bukankah aku mengundang kalian sebagai tamu, dan bukankah kau datang sebagai tamu untuk memenuhi undanganku? Jadi silahkan!"


"Kau,-" Ariexa menunjuk Kaisar namun isyaratd dengan tarikan tangan Pangeran Yuan Lou berhasil menghentikannya untuk meneruskan ucapan.


Mereka akhirnya menduduki sebuah tempat kosong yang tersisa.


Acara resmi pesta telah selesai, Lisa telah di kenalkan sebagai anggota keluarga kekaisaran Neptunus. Acara dilanjutkan dengan menyaksikan tarian serta lagu dari suara penyanyi Neptunus yang mendayu-dayu.


Violet yang merasa bosan meminta ijin pada Lisa dan Mark untuk beristirahat didalam Istana Mark. Setelah mendapatkan persetujuan Violet ditemani Ling pergi keluar aula itu.


Begitupun Ariexa yang tanpa disadari siapapu sejak awal selalu memperhatikan setiap gerak-gerik Violet.


Ketika Violet dan Ling baru saja keluar dari gerbang aula,


"Tunggu!" Suara serak dan terdengar mengerikan menghentikan langkah mereka.


Seketika Violet dan Ling mutar badan mereka. Dan Ling yang sebelumnya berada dibelakang Violet kembali menggeser posisinya dan bersembunyi dibelakang Violet.


"Anda memangilku?" tanya Violet berusaha setenang mungkin karena dirinya sudah tau siapakah wanita yang berada dihadapannya saat ini.


"Tentu saja kau. Siapa lagi? Apa menurutmu aku sudi memanggil pelayan yang berada dibelakangmu itu?" Jawab Ariexa ketus.


"Jangan menghinanya! Apa urusan anda menghentikanku? Apa hanya ingin menghinanya? Sebaiknya anda kembali kedalam dan menikmati pestanya!"


"Kau lancang! Kau tidak tau siapa aku?"


"Tau, aku sangat tau. Kau adalah wanita jahat dari planet terkutuk Ariexus yang bernama Ariexa. Kau gunakan sihirmu untuk menggoda Ayah Kaisar. Kau dan bangsamu juga yang pernah hampir membunuh Kaisar. Dan kau adalah wanita jelek yang sok cantik!" jawab Violet membela Ling tak kalah sengit.


"Kau berani menghinaku! Tunggu saja pembalasanku!"


"Kau ingin apa? Ingin membunuhku? Coba saja jika n bisa!" tantang Violet yang membuat Ariexa semakin meradang.

__ADS_1


__ADS_2