
Chandra memarkirkan mobilnya digarasi khusus di appartemen miliknya.
"Buka penutup matamu!"
Lisa melepas kain yang menutupi matanya, sesaat ia mengedip-kedipkan matanya untuk menyesuakan matanya dengan cahaya disekitarnya.
"Kita dimana?"
"Ditempat yang aman. Jarak kita dengan Violet sudah dekat."
"Jadi kamu tau dimana dia?"
"Dia bersamaku!"
"Ba-bagaimana bisa bersamamu?"
Chandra kemudian menceritakan pertemuannya dengan Violet di minimarket hingga keadaan Violet saat ini. Lisa yang mendengar cerita Chandra hanya bisa menangis. Ada penyesalan besar didalam dadanya telah mengijinkan Violet menyusul Kay ketempat sejauh itu. Dan ternyata Violet kembali dengan kondisi yang buruk.
"Lisa, kamu selama ini membohongiku. Mengerjaiku hingga aku seperti orang bodoh, membuatku frustasi sampai hampir gila mencari adikmu. Tapi aku memaafkanmu, karena yang penting sekarang Violet sudah kembali. Sekarang jika kamu ingin menemui adikmu aku akan memberimu beberapa syarat. Yang pertama, jawablah setiap pertanyaanku dengan jujur. Yang kedua jangan pernah membodohiku lagi, karena jika itu terjadi aku tidak akan memaafkanmu lagi.Dan yang ketiga rahasiakan ini dari orang yang berada dibelakangmu saat ini. Entah siapapun dia aku tidak perduli karena aku yakin dia juga yang telah membuat Violet sampai seperti ini. Jika kamu berjanji maka kamu akan bertemu dengannya. Tapi jika tidak maka aku tidak janji sampai kapan aku akan menahan Violet." Chandra mencoba menekan Lisa dengan ancamannya.
"Aku setuju. Apapun yang syarat yang kamu ajukan aku akan menyetujuinya." jawab Lisa dengan cepat.
"Pertama, jawablah setiap pertanyaanku ini dulu dengan jujur!"
Lisa menganggukkan kepalanya setuju.
"Kemana Violet pergi selama ini? Kenapa tidak ada jejaknya? Jejak yang kudapat hanyalah jebakan dari seorang hacker yang berusaha membodohiku."
" Violet pergi menyusul Kay. Dia merasa bersalah telah memaki dan mengusirnya. Lalu Violet pergi mencarinya untuk meminta maaf dan menebus kesalahannya."
"Kay? CEO Neptunecorps?"
Lisa menganggukkan kepalanya.
"Apa mereka memiliki hubungan? Bukankah Kay sudah memiliki calon istri?"
"Violet tidak memiliki hubungan dengannya, tapi dia pergi untuk menebus kesalahannya."
"Apa Violet menyukai Kay?"
Lisa menganggukkan kepalanya.
"Cih! Violet, ternyata kamu terpuruk seperti ini karena patah hati dengan Kay!" batin Chandra.
"Syarat yang kedua aku hanya membutuhkan komintmenmu untuk tidak membodohiku lagi. Kamu sanggup?"
"Aku janji asal cepat pertemukan aku dengan adikku." air mata Lisa sudah tidak bisa ia bendung lagi.
"Yang ketiga, apakah hacker yang selalu menghalangiku adalah orang Kay?"
"Bukan Kay yang menyuruhnya tapi Mark kekasihku. Aku tidak tau apa yang terjadi antara kamu dan Violet. Violet tidak pernah merahasiakan apapun dariku tapi dia merahasiakanmu dariku. Aku khawatir jika kamu membawa hal buruk untuk Violet karena kamu terlalu terobsesi dengannya. Sungguh itu karena aku mengkhawatirkan adikku." jawab Lisa mulai frustasi merasa tidak sabar karena merasa Chandra hanya mengulur waktu untuk dia menemui adiknya.
__ADS_1
"Bukankah Mark adalah sekretaris Kay?"
"Benar! Aku menjalin hubungan dengannya. Dia kekasihku!"
"Baiklah soal itu aku tidak akan bertanya lebih lanjut karena bukan urusanku. Tapi aku ingin memastikan keberadaan Violet bersamaku tidak akan bocor pada siapapun. Termasuk kekasihmu. Aku juga tau jika saat ini seseorang sedang melacak keberadaanku dengan Violet."
"Iya aku tau itu. Tapi aku harus bagaimana?"
tanya Lisa setengah berteriak.
"Tetap diam dan berpura-puralah mencari adikmu. Dan nanti dihadapan Violet kamu jangan pernah membahas mengenai pencariannya. Tapi jika dia ingin bicara maka dengarkanlah. Kamu hanya boleh mendengarkan dan menghiburnya saja. Mengerti?"
"Aku mengerti."
"Pakai kembali kain itu dan tutup matamu. Aku akan membawamu pada Violet. Berpura-puralah tidak terjadi apapun demi kebaikan dan kesehatannya agar segera pulih."
Lisa dengan cepat menutup kembali matanya kemudian berjalan dituntun oleh Chandra.
Chandra membawa Lisa masuk kedalam.appartemennya.
"Kamu bisa membukanya sekarang."
"Dimana Violet?" tanya Lisa dengan cepat setelah membuka penutup matanya.
"Dia ada didalam kamar. Rapikan dirimu dan kontrol emosionalmu. Jangan membuatnya curiga."
Lisa merapikan rambut dan pakaiannya. Kemudian beberapa kali menarik nafas panjang dan perlahan membuangnya agar bisa lebih temang.
Violet melihat Chandra masuk kedalam kamarnya, kemudian tampak dibelakangnya Chandra ada Lisa.
"Kak Lisa..." teriak Violet hampir tidak percaya melihat kakak yang begitu dirindukan sudah ada dihadapannya.
Lisa berjalan mendekati Violet yang tengah duduk diatas ranjang kamudian memeluknya erat. Ada nyeri diulu hatinya bak tersayat melihat adiknya yang begitu pucat dan kurus. Mereka menumpahkan kerinduan mereka dengan sama-sama menangis. Chandra ikut meneteskan air matanya melihat pertemuan kakak dan adik yang saling mengasihi itu dengan penuh keharuan.
"Kak Lisa, aku kangen. Maafkan aku selalu membuatmu khawatir." ucap Violet terbata-bata disela isak tangisnya.
"Sssttt... Ngomong apaan sih Vi. Diam dan biarkan aku memelukmu lebih lama. Aku benar-benar merindukanmu." Lisa mengeratkan pelukannya.
Setelah cukup lama saling berpelukan akhirnya mereka melepaskannya.
Lisa mengamati wajah dan tubuh Violet yang tampak lebih kurus dan lemah.
"Kenapa bisa seperti ini Vi?" bisik Lisa dengan kesedihan melihat keadaan adiknya.
"Infusmu sudah dilepas?" tanya Chandra saat melihat tangan Violet tidak lagi memakai selang infus.
"Sudah tadi sama kakak cantik." jawab Violet dengan memaksakan senyuman dibibirnya.
"Baiklah kalian selesaikan dulu kangen-kangenannya aku mau keluar dulu."
Chandra kemudian melangkah pergi.
__ADS_1
"Vi apa yang terjadi? Kenapa kamu bukannya pulang kerumah tapi justru bersamanya?"
"Kak Lisa ceritanya panjang." Violet kemudian menceritakan apa yang menimpanya semenjak sampai di Neptunus hingga akhirnya berada di appartemen Chandra.
Sepanjang mendengarkan cerita Violet, Lisa hanya bisa menangis. Dadanya ikut terasa sesak mengetahui bagaimana selama ini Violet menjalani hari-harinya ditempat asing hingga nyaris kehilangan nyawanya.
"Violet, maafin kakak. Seharusnya saat itu aku bisa menahanmu untuk tidak pergi."
"Sudahlah kak. Aku tidak menyesalinya karena setidaknya aku sudah bisa menebus kesalahanku padanya. Dan aku harus bersyukur karena aku masih bisa kembali dengan selamat."
"Violet, sekarang mereka mencarimu."
"Kak, kumohon sementara ini biarkan aku tetap disini. Chandra sudah mengijinkanku untuk tetap tinggal. Dan jangan beri tahu mereka jika aku berada disini. Aku tidak mau bertemu dengannya. Aku belum siap kak." Violet memohon pada Lisa sambil berlinang air mata.
"Violet sayang. Kamu hanya cukup meminta dengan mengatakannya tanpa perlu memohon. Aku akan merahasiakannya." Lisa mengusap pucuk kepala Violet penuh kasih sayang.
"Terima kasih kak."
Mereka berdua kembali berpelukan.
"Violet kamu istirahatlah dulu. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Chandra. Tadi aku sempat memberikan barcode ponselnya pada Suzu. Aku takut dia berhasil melacak keberadaanmu dari ponselnya."
"Iya kak, tubuhku juga masih sangat sakit. Aku akan istirahat."
"Iya sayang. Cepat pulih." ucap Lisa penuh dengan kasih sayang.
Lisa mendekati Chandra yang tengah rebahan disofa sambil memainkan ponselnya.
"Chandra." sapa Lisa begitu sudah dekat dengan Chandra.
"Hemmm... Ada apa?" Chandra merubah posisinya menjadi duduk.
"Ada yang mau aku bicarain."
"Apa? Katakan!"
" Violet sudah menceritakan semua yang sudah terjadi. Dia meminta ijinku untuk sementara tinggal disini. Jika memang itu demi kebaikannya agar lebih tenang hatinya aku tidak mempermasalahkannya. Tapi bagaimana denganmu? Aku takut dia merepotmanmu."
"Tidak perlu khawatir. Jika Violet mau tinggal disini selama sisa hidupnya justru aku merasa lebih senang." jawab Chandra dengan senyumnya.
"Dan satu hal lagi. Kamu benar mengenai hacker itu. Bahkan tadi aku memberikan barcode ponselmu padannya. Aku khawatir dia akan melacakmu dan menemukan kalian."
"Tenang saja. Ponselku sekarang sedang dalam perjalanan ke Surabaya."
"Maksudmu bagaimana?" Lisa mengerutkan dahinya tidak paham maksud dari ucapan Chandra.
"Tadi saat berangkat menjemputmu aku mendapat kabar jika seseorang mencoba melacak dan mencari posisiku dengan ponsel itu. Jadi saat kereta barang tujuan Surabaya kebetulan lewat langsung kulempar saja ponselku keatas container."
"Sekarang aku sudah memiliki ponsel baru." Chandra menunjukkan ponsel yang berada ditangannya dengan menggoang-goyangkannya.
"Syukurlah aku lebih lega sekarang." Lisa menghela nafas.
__ADS_1