Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Mencari Makna Cinta 3


__ADS_3

Lisa berada didepan pintu ruang rawat Violet. Dirinya ragu untuk masuk dan mengatakan yang sebenarnya jika dirinya gagal membawa Kay kerumah sakit untuk menemui Violet.


Ceklekk... Suara Lisa membuka pintu, setelah sesaat sebelumnya berkali-kali mengatur nafas.


"Lisa!" seru Chandra.


Lisa tidak menanggapi panggilan Chandra, berjalan menuju bangsal dimana Violet terbaring dengan wajah pucat dan bibir membiru dan terbalut berlapis-lapis selimut hangat.


"Lisa, kamu nggak bersama Kay?"


"Aku gagal."


"Kenapa? Apa dia tidak mau?"


"Dia bahkan tidak menyadari kesalahannya. Dan berbalik menyalahkanku. Ini bukan saatnya memperdebatkan siapa yang salah dan siapa yang benar. Jadi aku meninggalkannya. Aku sudah tidak mau lagi berurusan dengannya."


"Kamu terlalu cepat mengambil kesimpulan sendiri. Sama seperti adikmu!" suara Kay menanggapi ucapan Lisa.


"Kau?" Lisa terkejut melihat kedatangan Kay dan Mark didepan pintu.


"Ya! Aku!" jawab Kay sambil berjalan mendekat kesisi ranjang Violet.


"Yaa Ampun! Kenapa bisa sampai seperti ini? Mark hubungi Virgia. Suruh dia persiapkan semuanya. Kita harus membawanya."


Mark mengangguk dan menyingkir.


"Violet, bangun!" Kay membuka satu persatu selimut yang membungkus rapi tubuh Violet.


"Violet, ini aku. Sadarlah!" Kay mengusap dahi Violet.


Perlahan Violet membuka matanya,


"Kay, dingin sekali." ucap Violet lirih karena begitu lemah.


"Aku akan menghangatkanmu." Kay kemudian ikut naik keatas bangsal dan memeluk erat Violet.


Chandra yang menyaksikan itu matanya terasa panas dan perih. Segera dia palingkan mukanya dan menghindar kedekat jendela.


Lisa memahami perasaan Chandra kemudian mendekatinya


"Kamu baik-baik saja?"


"Apa menurutmu aku baik-baik saja?" Chandra bertanya balik.


"Maaf." Lisa mengusap punggung Chandra.


Mark masuk, melihat kedekatan Lisa dan Chandra wajahnya tampak acuh tapi terlihat jelas dari matanya ada api kecemburuan yang menyala.

__ADS_1


"Apa kita perlu membawanya sekarang?" tanya Mark pada Kay.


Kay hanya melirik pada Lisa sebagai isyarat yang mampu diterjemahkan oleh Mark dengan sempurna.


"Lisa, Kemarilah ada yang harus kita bicarakan." Mark memanggil Lisa.


Lisa dan Chandra berjalan mendekat.


"Violet tidak akan ada perubahan jika hanya dirawat disini. Dia harus dirawat ditempat khusus. Aku akan membawanya." ucap Kay.


"Membawanya kemana?"


"Ke mansionku. Disana ada ruang khusus medis yang lebih baik dari tempat ini. Disana juga ada tenaga ahli."


"Tapi aku tidak bisa meninggalkan kota. Aku memiliki kontrak kerja. Jika aku membatalkannya maka aku akan mendapatkan denda yang sangat banyak dari mereka."


"Aku yang akan membayarnya!"


"Maaf aku tidak mau berhutang budi padamu."


"Jika begitu biar Violet ku bawa tanpamu. Jika kamu ingin mengunjunginya datanglah dengan Mark."


"Setelah apa yang terjadi dengan Violet saat bersamamu apa menurutmu aku masih bisa mempercayaimu kali ini?" tanya Lisa dengan nada sinisnya


"Lalu kamu ingin aku bagaimana? Membiarkan adikmu mati atau aku harus sepanjang hari memeluknya seperti ini untuk menghangatkannya?"


"Sudahlah Lisa. Bagaimana jika aku yang menemaninya?" Chandra memberi usul.


"Tidak! Kamu hanya akan mempengaruhinya nanti." ucap Kay dengan egois.


"Aku? Mempengaruhi apa?"


"Kamu pikir aku bodoh hah? Aku tau kamu menyukai Violet dan kamu ingin merebutnya dariku!"


"Apa katamu? Merebut? Sebaiknya kamu berkaca dengan cermin ditembok itu! Kamu bukan apa-apa bagi Violet. Bahkan kemarin Violet sendiri yang mengusirmu!" Chandra tidak mau kalah.


"Kenyataannya disaat seperti ini, akulah yang dia cari dan dia butuhkan. Bukan kamu!"


"CUKUP!!!" bentak Lisa kesal mendengar perdebatan Kay dan Chandra.


"Kamu boleh membawa Violet tapi harus dengan Chandra. Dan setelah aku menyelesaikan pekerjaanku aku akan menyusulnya. Ini keputusanku untuk kebaikan Violet jadi bekerja sama lah dengan baik! Setidaknya sampai Violet pulih. Jika Violet sudah pulih kalian akan baku hantam dan saling melempar bom nuklir maka aku juga tidak akan perduli." Lisa langsung berjalan kearah pintu.


"Kamu mau kemana?" tanya Mark meraih tangan Lisa.


"Mau mengurus admistrasi untuk kepulangan Violet." Lisa sambil melepaskan tangannya dari Mark.


"Aku akan ikut bersamamu."

__ADS_1


"Terserah!" Lisa berjalan dulu dan disusul Mark dibelakangnya.


Selesai mengurus administrasi untuk kepulangan Violet,


"Lisa kita perlu bicara." Mark meraih tangan Lisa.


"Apa sekarang saat yang tepat?"


"Tapi aku tidak bisa kamu bersikap seperti ini terus padaku sayang."


Lisa menghela nafas berat.


"Baiklah. Memang sebaiknya kita berbicara lebih cepat supaya semua ini cepat berakhir. Kita bicara ditaman belakang rumah sakit saja." Lisa langsung melangkahkan kakinya menuju taman, diikuti oleh Mark.


Lisa duduk disebuah bangku panjang, disusul Mark disampingnya.


"Sayang, jangan mengabaikan aku seperti ini. Aku tau aku salah tidak mengawasi dan menjaga Violet dengan baik. Dan aku jugalah yang seharusnya bertanggung jawab atas semua ini." Mark memandang wajah Lisa yang menatap lurus kedepan.


"Dari kami kecil aku selalu menjaganya. Apapun yang dia inginkan aku selalu berusaha mewujudkannya. Dia satu-satunya yang paling mengerti aku didalam hidupku. Dan kamu hampir saja membuatku kehilangan dia. Apa menurutmu aku akan begitu mudah memaafkanmu?"


"Aku berjanji akan memperbaiki semua ini tapi aku mohon temani aku. Dengan kamu menemani aku akan semakin keras berusaha."


"Bukankah kamu juga pernah berjanji padaku bahwa kamu akan menjaganya saat kalian membawanya dulu? Tapi kenyataannya dia menderita seperti itu hingga sekarang. Mark ku pikir kita akhiri saja hubungan kita ini." ucap Lisa sambil mengelap air matanya.


"Apa? Kamu ingin mengakhirinya? Tidak! Aku tidak akan pernah mau!" tegas Mark sambil menggelengkan kepalanya, tidak percaya Lisa mengambil keputusan sebesar itu atas hubungan mereka.


"Tapi aku sudah tidak mau lagi memiliki urusan apapun dengan kalian. Aku takut.. Hixz..." Lisa kembali menangis.


"Kamu takut apa? Apa aku pernah menyakitimu selama ini?"


Lisa menggelengkan kepalanya.


"Lalu apa alasanmu untuk takut?"


Lisa hanya diam dan terus menangis,


"Apa karena laki-laki itu? Apa kalian sama-sama menyukainya?" tanya Mark dengan wajah memerah.


"Laki-laki mana yang kamu maksud? Chandra? Kamu sama saja dengan Kay! Tidak bisa mengakui kesalahanmu sendiri. Kamu tau, masalah yang kalian buat, dia yang berusaha menyelesaikannya!"


"Maaf sayang. Aku benar-benar kalut. Beri aku kesempatan. Akan aku buktikan padamu jika aku akan berusaha memperbaiki semua kesalahanku padamu dan Violet."


Lisa tetap diam, menahan hatinya yang sebenarnya juga sangat sakit mengatakan hal itu pada Mark.


"Sayang, aku mohon, beri aku kesempatan sekali lagi. Jika aku gagal aku berjanji tidak akan menuruti semua kemauanmu, meskipun aku akan tersiksa selama sisa hidupku."


"Baiklah. Sekarang kembalikan Violetku menjadi Violet yang seperti dulu!"

__ADS_1


"Terima kasih sayang. Aku janji tidak akan sia-sia kan kesempatan yang kamu berikan ini." Mark memeluk Lisa dengan penuh syukur.


__ADS_2