
"Pernikahan? Vi, apa kamu cemburu?"
"A-apa? Cemburu? Tidak! Memang dia siapa sampai aku cemburu." sungut Violet karena tidak terima dengan pertanyaan Lisa.
"Sebaiknya kamu jangan cemburu Vi."
"Aku sudah bilang aku tidak cemburu, jadi tidak perlu dilarang." segera Violet menjawab dengan kesal, dadanya berdebar kencang dan timbul rasa nyeri didalam hatinya.
"Bukan itu maksudku. Kamu tenang aja Kay nggak bakalan nikah kok sama gadis bernama Gia itu."
Violet membolakan matanya mendengar ucapan Lisa,
"Kok bisa kenapa?" tanyanya dengan antusias dan penasaran.
"Hahahaa... kamu penasaran ya Vi?" goda Lisa, yang sukses membuat kedua pipi Violet blusshing dan gugup.
"Apaan sih. Kan kita lagi bergosip." elak Violet.
"Hahaa bergosip. Bukannya bergosip Vi, tapi kamu kepo."
"Iiih kak Lisa nyebelin banget sih!" Violet kesal memukul pelan bahu kakaknya.
"Ya kalo kamu gak merasa kepo ya sudah. Aku tidak akan memberi tahu kamu apapun. Padahal aku tau banyak hal soal Kay dari sumber terpercaya looh."
"Iyaa percaya, kan secara dirimu kekasih hatinya orang kepercayaan Kay nomer satu."
"Hahahaa itu betul sekali. Ya sudah kalo gitu aku mau tidur. Kamu balik kekamarmu giih." Lisa melangkah dan naik ke atas ranjangnya.
"Asli yaa kakak nyebelin banget." Violet makin kesal.
"Byee Vi." Lisa semakin menjadi-jadi mengoda adiknya.
"Kak Lisa jangan tidur dulu." Violet menarik selimut yang baru akan dipakai Lisa.
"Aku mau tidur disini aja kalo gitu." sambung Violet kemudian, sambil naik dan mengambil posisi disebelah Lisa.
Lisa tersenyum senang bisa mengerjai adiknya,
"Ihh apaan sih Vio, sana tidur dikamarmu." Lisa pura-pura mengusir adiknya.
__ADS_1
"Gak mau kecuali kakak cerita padaku kenapa Kay tidak mungkin menikahi gadis itu."
"Kok jadi maksa sih Vi? Kan tadi kamu bilang tidak kepo. Apa levelnya sekarang naik dari kepo menjadi penasaran?"
"Bodo amat. Pokoknya aku akan terus ngikutin kak Lisa sampai kasih tau aku semua yang kak Lisa tau."
"Duuh... duh... duh... Segitu penasarannya. Jangan-jangan kamu mulai suka sama Kay ya Vi? Hahahaa... ternyata 23 tahun jomblo Violet berhasil jatuh cinta. hahahaaa.." Lisa tertawa lepas membully adiknya.
"Ngaco!"
"Cieeee... Vio gak mau ngaku."
"Ya udah terserah kakak mau bully aku seperti apa yang penting ceritakan padaku kenapa Kay tidak mungkin menikahi gadis itu?" ulang Violet yang ketiga kalinya.
"Baiklah aku mau cerita tapi ada syaratnya."
"Apa?" tanya Violet antusias.
"Akui dulu kalo kamu mulai penasaran dengan Kay? Atau kamu sudah mulai menyukainya?"
"Tidak. Aku tidak mau."
"Ya sudah kalau tidak mau. Aku mau tidur." Lisa menarik selimutnya dan membelakangi Violet.
Lisa yang mendengarnya terkikik puas berhasil mengerjai adiknya sampai rela menurunkan gengsinya yang setinggi bintang.
Lisa menyibakkan selimutnya di bagian atas lalu membalikkan badannya.
"Kak Lisa udah puaskan? Sekarang ceritakan padaku!"
"Baiklah, baiklah. Aku pasti menepati janjiku. Sekarang apa yang ingin kamu tau?"
"Huuufft aku harus mengulangnya sebanyak 4 kali, Kak Lisa kenapa tadi kakak bilang kalau Kay tidak mungkin menikahi gadis bernama Gia itu?"
"Karena dia bukan calon istri Kay yang sebenarnya. Dia itu semacam dokter pribadinya Kay. Yang diminta untuk berpura-pura jadi calon istrinya saat pers konferens waktu itu."
"Apa?" Violet mengerjapkan matanya.
Lisa menganggukkan kepalanya meyakinkan Violet.
__ADS_1
"Sejak kapan kakak tau masalah ini?"
"Sehari setelah pers konferens itu." jawab Lisa dengan santai.
"Kak Lisa tau dari dulu tapi tidak memberitahuku? Keterlaluan!" nada bicara Violet meninggi karena merasa kesal.
"Kenapa aku harus memberi tahumu?"
Skak matt. Violet total bungkam tidak bisa menjawab pertanyaan Lisa.
"Lagipula kamu tidak tanya padaku selama ini." imbuh Lisa.
"Trus kalau itu dokter pribadi? Kay apa sakit sesuatu?" tanya Violet saat mengingat kejadian di kantor Kay saat dada Kay sakit.
"Benar."
"Sakit apa?
"Aku gak tau, yang jelas ada hubungannya dengan hormon dan gen kalo tidak salah Mark pernah mengatakan seperti itu."
"Hormon? Gen?"
Lisa menganggukkan kepalanya lagi.
"Trus dimana dia sekarang?"
"Soal itu Mark tidak pernah mau menjawab tiap aku bertanya."
Violet terdiam memikirkan semuanya. Kenyataan yang baru saja dia ketahui hari ini benar-benar membuatnya merasa begitu tega kepada Kay, sekaligus bodoh.
Lisa melihat adiknya terdiam begitu lama meraih tangan Violet.
"Vi, apa kamu mau kuberitau sebuah rahasia besar mengenai Kay?"
Violet menatap bola mata Lisa dengan tajam.
rahasia apalagi yang harus dia ketahui sekarang? Seluruh rahasia yang selama ini tersimpan rapi dari dirinya baru dia ketahui dan masih ada rahasia besar lagi.
"Rahasia apa? Berapa banyak rahasia yang kalian simpan dari aku?"
__ADS_1
"Jika kamu marah atau pikiranmu sedang tidak bersih sebaiknya lain waktu aku memberi tahumu. Karena jika kamu tidak bisa menyikapinya dengan bijaksana, hanya akan menimbulkan kesalah pahaman yang besar."
"Kak Lisa masih tega mau bermain rahasia dariku? Sedangkan dulu kakak sendiri yang memintaku untuk tidak menyimpan rahasia apapun dari kak Lisa." air mata Violet akhirnya tumpah.