
Makanan sudah tersaji lengkap dimeja mereka.
"Ayo makam." ajak pria itu.
"Aku kenyang." jawab Violet acuh.
"Sayang banget aku dah pesan banyak kalo nggak dimakan. Ayolah makan, aku tau dari tadi kamu belum makan." bujuknya.
"Rewel banget sih. Jangan sok tau, aku tadi sudah makan."
"Oh ya? Kamu makan apa? Dimana?"
"Ya disinilah. Restorannya disini masa makan di pasar ikan!" jawab Violet geram.
"Jangan bohong. Cepat ayo makan, aku kalau menghabiskannya sendiri akan butuh waktu beberapa jam. Jadi lebih baik kamu bantu aku menghabiskannya supaya kamu juga cepat mendapatkan kunci mobilmu. Kecuali jika kamu ingin berlama-lama denganku disini."
Violet akhirnya menyendok makanan itu dan memasukkan kedalam mulutnya dengan kesal.
"Jus Sirsak." ucap laki-laki itu sambil menyodorkan segelas jus.
Melihat segelas jus sirsak ingatannya kepada Kay kembali muncul. Kay juga memesan segelas jus sirsak untuknya saat pertama kali bertemu. Tanpa dia sadari air matanya kembali mengalir lembut melewati pipi mulusnya.
"Kok, malah nangis?" tanya pria itu.
"Gak papa. Kelilipan!"
"Kelilipan apa? perasaan nggak ada angin atau debu."
"Kelilipan kepiting!" jawab Violet bersungut kesal sambil menunjuk kepiting di atas piring yang tersaji di hadapannya.
"Hahahaa... ternyata kamu suka humor ya?"
"Gak lucu!"
"Menurutku lucu sekali. Hahahaa..."
Violet sama sekali tidak tertawa justru semakin kesal dan ingin segera pergi.
"Oh ya, em tadi namamu Violet kan? Kamu kenapa tidak bertanya siapa namaku?"
__ADS_1
"Ogah! Nggak penting!"
"Jangan begitu, kamu pasti sudah tau siapa aku makanya kamu tidak bertanya."
"Kamu habis mabok lobster ya sampai Imajinasimu tinggi sekali. Aku tidak tau kamu, tidak ingin tau dan masa bodoh. Puas?"
"Mukanya cantik tapi galak banget. Biasanya gadis-gadis banyak mengejarku hanya untuk bisa berfoto selfie dan bangga bisa mengunggah di akun sosial media mereka."
"Itu mereka. Bukan aku!"
"Hahaa... Violet, kamu tau nggak semakin kamu jutek begini kamu semakin menarik."
"Benar, aku memang ingin menarikmu. Tapi menarik nyawamu mau!"
"Oww... seram banget. Tapi nggak papa Violet, meskipun kamu tidak menanyakan siapa namaku aku akan dengan senang hati memperkenalkan namaku."
"Tidak perlu! Aku tidak mau tau dan tidak perduli. Aku hanya menginginkan kunci mobilku. Jadi segera berikan."
"Tapi aku pengen kamu tau namaku." Pria itu mengulurkan tangannya tapi Violet enggan menjabat hanya melirik sebentar dan membuang pandangannya.
"Setelah kamu jabat tanganku dan tau namaku, aku akan memberikan kuncimu." pria itu memaksa.
Pria itu mengangguk.
"Tidak bohong?"
"Tidak."
"Serius"
"Iya aku sangat serius."
Violet akhirnya menerima uluran tangan Pria itu. Sedangkan pria itu tersenyum puas uluran tangannya di sambut Violet. Meskipun terpaksa.
"Namaku Chandra. Chandra Chou. Kamu bisa panggil aku Chandra, panggil sayang juga boleh." pria itu memperkenalkan dirinya sambil tersenyum penuh percaya diri.
Violet segera menarik tangannya.
"Amit-amit deh panggil kamu sayang."
__ADS_1
"Terima kasih sayang, kamu sudah memanggilku sayang."
"A-apa...! Hey maksudku bukan seperti itu. Dasar bodoh! Sekarang berikan kunciku!"
Chandra memberikan kunci yang dia letakkan di sakunya pada Violet. Violet secepat kilat meraih kunci itu dan segera bersiap pergi.
"Sayang, apa kamu tidak mau memberikan nomer ponselmu padaku? Untuk kita atur jadwal kencan lagi."
Violet yang sudah berjalan beberapa langkah meninggalkan meja menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Tidak! Aku justru berharap supaya tidak bertemu lagi denganmu."
"Tapi aku akan memastikan harapanmu itu tidak menjadi nyata. Kita akan bertemu lagi secepatnya."
"Terserah. Aku tidak perduli!" Violet kembali melangkah pergi meninggalkan Chandra yang masih duduk melihatnya sampai hilang saat menuruni tangga.
"Gadis yang menantang. Galak tapi cantik. Aku harus bisa menakhlukkan yang sepertimu. Wajahnya tidak begitu asing. Tapi aku pernah melihatnya dimana ya?" Chandra bergumam sambil berpikir menginggat.
Chandra mengeluarkan ponselnya dari saku,
"***Hallo bos apa ada masalah?"
"Cari tau gadis bernama Violet."
"Ada data pendukung bos? Nama lengkap, foto, atau yang lainnya?"
"Tidak. Yang pasti dia galak dan cantik."
"Haaa? Bagaimana saya bisa menemukan gadis hanya dengan clue nama panggilannya juga ciri-ciri sifatnya galak. Bos mudah bagiku mencari data seseorang dengan kemampuan hack-ku. Tapi setidaknya aku harus memiliki beberapa data pendukung. Minimal jangan hanya nama panggilannya. Itu bisa saja dipalsukan.
"Tidak mau tau. Cari segera semua gadis cantik yang bernama Violet. Jika tidak mampu menemukannya kupatahkan semua jari-jarimu."
"Oke Bos segera ku cari gadis itu***."
Chandra menutup panggilannya dan kembali memasukkan ponselnya kedalam sakunya.
"Violet. Mungkinkah nama itu nama palsu? Huuuh aku terlalu mudah melepaskannya tadi.
"Tapi aku pasti akan menemukanmu gadis galak. Tidak ada satupun yang bisa lolos dari Chandra Chou."
__ADS_1