
"Violet tanda dikeningmu ini terkadang tampak begitu jelas, dan terkadang menghilang. Apa kamu tidak merasakan sesuatu bersamaan dengan perubahannya?"
"Tidak. Aku tidak merasakan apapun."
"Jika kamu merasakan sesuatu segera katakan padaku."
"Baiklah."
"Kemari!" Kaisar menepuk pahanya meminta Violet tidur dipangkuannya.
"Aku duduk disitu?" tanya Violet binggung belum mengerti maksud kaisar.
"Letakkan kepalamu disini. Jangan ditempat keras itu."
Violet tersenyum dan menurut perintah Kaisar. Kaisar membelai helaian rambut Violet dengan lembut.
"Kamu bahagia hemm..?"
"heeemmm..." Violet menjawabnya hanya dengan gumaman kecil.
"Kita akan memiliki banyak waktu untuk seperti ini. Tapi rasanya aku belum benar-benar tenang jika belum mengikatmu dengan pernikahan."
"Kapan kita kembali ke Bumi?"
"Aku akan meminta Gia mempersiapkannya."
Violet mengangguk senang.
"Salam yang mulia Kaisar. Rombongan dari Xierus telah tiba digerbang utama." Seorang prajurit melapor.
"Baiklah, aku akan menemuinya."
Prajurit itu pergi, Violet mengangkat kepalanya dari pangkuan Kaisar.
"Aku akan menemuinya sebentar. Kembalilah kekamar dan tunggu aku. Apa kamu keberatan?"
Violet menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Pergilah, aku akan membersihkan diriku sambil menunggumu kembali."
__ADS_1
"Terima kasih." Kaisar memberikan kecupan manisnya sebelum meninggalkan Violet.
_ * * * _
Putri Xierus telah ada diruangan itu ditemani kedua pelayan setianya. Duduk dibangku dengan anggunnya. Mengetahui kedatangan Kaisar dirinya tersenyum dan membungkuk memberi salam dan hormat.
"Putri Xie kamu datang lebih awal dari perkiraanku."
"Benar yang mulia. Hamba berada diwilayah San Gi sudah sejak 2 minggu yang lalu untuk urusan kerja sama antar wilayah."
Kaisar tersenyum dan mempersilahkan Putri Xie kembali duduk.
"Putri Xie tentu kau sudah tau kenapa kau kuminta untuk sementara waktu tinggal diistana ini."
Putri Xie menganggukkan kepalanya dan menunduk.
"Putri apakah kau sendiri setuju dengan perjodohan ini?"
"Hamba tidak punya kuasa untuk menolak titah yang mulia dan juga keputusan para tetua Xierus."
Putri Xie terdiam mencerna dan mempertimbangkan jawaban yang akan ia berikan pada Kaisar.
"Hamba datang atas titah yang mulia dengan membawa kehormatan bangsa wilayah Xierus. Tidak mungkin hamba mundur sebelum berjuang yang mulia."
Kaisar tersenyum mendapat jawaban yang berani dengan menjunjung tinggi kehormatan bangsanya dari bibir Putri Xie.
"Putri Xie, kau cantik, putri dari ketua wilayah Xierus. Kecerdasanmu diberbagai bidang keilmuan tidak lagi diragukan. Apakah tidak ada pangeran ataupun pemuda yang menarik dirimu?"
"Maafkan hamba yang mulia Kaisar, tapi apakah arti dari pertanyaan ini? Apakah yang mulia ingin saya mundur ataukah yang mulia ingin merubah keputusan yang telah dibuat oleh baginda Kaisar sendiri dengan tetua Xierus?"
"Kamu benar-benar cerdas Putri Xie. Pergilah beristiharat. Pelayanku akan mengantarmu pada tempat tinggalmu selama disini." titah Kaisar kemudian.
Putri Xie berdiri dan membungkukkan badannya memberi hormat pada Kaisar kemudian keluar dari tempat tersebut.
"Putri Xierus itu ternyata tidak hanya memiliki keanggunan sebagai putri juga paras rupawan sebagai bangsawan. Tapi kecerdasannya memang tidak bisa dianggap remeh." batin Kaisar begitu Putri Xie sudah tidak tampak diruangan tersebut.
_ * * * _
__ADS_1
Kaisar kembali kedalam kamarnya mendapati Violet tengah asyik membolak balikkan teks kuno ditangannya.
"Apa yang sedang kamu lakukan dengan itu?"
tanya Kaisar mengagetkan Violet yang tidak menyadari kehadirannya.
"Tidak ada. Aku menemukannya disana dan aku ingin melihatnya." jawab Violet sambil menunjuk rak basar yang berisi berbagai barang unik yang berjejer dengan rapi.
Kaisar mendekat pada Violet.
"Ini terdapat tulisan kuno. Aku tidak mampu membacanya. Bisa kamu membacanya?"
Kaisar tidak menjawab pertanyaan Violet, matanya menatap tajam pada benda yang ada ditangannya.
"Tolong bacakan untukku." pinta Violet dengan senyum manisnya.
"Tidak. Berikan padaku atau letakkan kembali pada tempatnya." titah Kaisar dengan wajah memerah.
"Tapi aku ingin tau apa arti tulisan ini. Sepertinya ini sebuah sastra yang bagus." Violet yang masih diliputi rasa penasaran belum menyadari amarah diwajah Kaisar.
"Kenapa kamu begitu keras kepala?" tanya Kaisar begitu keras dengan air muka yang telah berubah semakin memerah marah.
"A-aku hanya ingin tau." Violet mulai gugup.
"Jangan selalu membantahku! Kembalikan pada tempatnya Violet! Aku membebaskanmu bukan berarti kamu bisa melewati batasanmu." ucap Kaisar dengan tegas.
Violet yang melihat Kaisar marah menjadi merasa takut. Ada rasa nyeri diujung hatinya mendapati perlakuan kaisar yang tiba-tiba saja berubah.
"Maaf aku telah lancang. Aku akan mengembalikannya." ucap Violet dengan suara bergetar kemudian bangkit dari duduknya dan menuju rak besar untuk mengembalikan barang yang berada digenggaman tangannya, sejalan dengan itu tangan Violet mendadak basah berkeringat.
Mendapati perubahan sikap Kaisar yang begitu mendadak Violet tidak mampu menahan air matanya yang menyeruak mengaliri kedua pipinya.
Hatinya terasa begitu ngilu. Setelah beberapa saat lalu Kaisar membawa perasaannya terbang tinggi serta bertabur bunga. Kini dengan kesalahan yang tidak ia mengerti sebagai kesalahan besar merubah sikapnya dalam sekejap dan menghempaskan perasaannya hingga ke dasar.
Disaat Violet masih berusaha menahan kecewa dihatinya dan sekuat hati menahan dirinya bukan permintaan maaf yang ia dapat dari Kaisar. Tetapi justru Kaisar meninggalkannya begitu saja.
Seketika tubuh Violet luruh, ia dekap kedua lututnya dan membenamkan wajahnya diatas lututnya.
__ADS_1
" Apa salahku? Kanapa dia tiba-tiba seperti itu? Kak Lisa aku takut, Aku ingin pulang." tangis Violet seketika.