Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Pelarian Violet X


__ADS_3

"Sindy siapkan Helli untuk aku terbang ke surabaya sekarang! Aku akan segera sampai." Mark kemudian mematikan telfonnya dengan Sindy.


"Suzu bagaimana posisi sekarang?" Mark beralih menelfon Suzu.


"Posisi di kunci. Dipastikan ponselnya berada ditempat yang sama. Diperkirakan kereta sampai malam nanti."


"Baiklah. Terus pantau dan selalu laporkan padaku. Perjelas rutenya."


"Siap kak."


Mark mematikan panggilannya.


"Kantor induk." Mark memberi perintah tujuan pada sopirnya


_* * *_


Surabaya


Mark telah sampai dan turun dari Hellikopter yang membawanya.


"Suzu dimana posisinya sekarang?" tanya Mark melalui sambungan telfon sambil berjalan cepat.


"Aneh kak. Kenapa mereka menuju gudang pabrik milik Neptunecorps?"


"Apa maksudmu?" Mark menghentikan langkahnya. Begitupun orang-orang yang mengikuti dibelakangnya.


"Benar kak. Aku akan mengirim lokasi mereka sekarang."


"Baiklah. Kirimkan cepat!" Mark menutup telfonnya.


"Apa yang mereka rencanakan sekarang? Untuk apa ke gudang Neptunecorps disurabaya?" batin Mark.


_* * *_


Mark telah sampai di gudang sesuai dengan lokasi yang dikirimkan oleh Suzu.


Kedatangan Mark yang tiba-tiba di gudang itu membuat panik para penanggung jawabnya. Mereka pikir mereka sedang dalam masalah.


"Silahkan Mr. Mark." Manager tempat tersebut menyambut Mark dengan ramah.


"Pak Thomas, apa ada barang dari Jakarta yang baru saja datang?"


"Benar Mr. Apa ada masalah?"


"Benar. Aku khawatir ada penyusup. Dimana barang itu?"


"Masih di dalam container yang terparkir itu."


Thomas menunjuk sebuah truck.


"Perintahkan semua orang menurunkan barang itu sekaligus memeriksa isinya!"


"Laksanakan perintah Mr. Mark!" Thomas beralih menyuruh anak buahnya.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang terjadi tuan?"


"Aku sedang mencari seseorang. Ada kemungkinan dia menyelinap didalam kontainer ini."


Dua jam pekerja mengeluarkan dan memeriksa semua barang disaksikan langsung oleh Mark. Tapi hasilnya nihil. Tidak ada Chandra maupun Violet yang mereka temukan.


"Pak ada ponsel diatas sini." Seseorang berteriak dari atas kontainer sambil memegang sebuah ponsel.


"Berikan padaku!" ucap Mark.


Mark kemudian memeriksa ponsel tersebut dengan seksama dan membongkarnya.


"Suzu kali ini kita telah kecolongan!" ucap mark ketika menelfon Suzu.


"Kecolongan bagaimana maksud kakak?"


"Yang berada di Surabaya bukanlah Chandra maupun Violet. Tapi ponsel Chandra!"


"Berarti bukan salahku dong kak. Aku melacak melalui ponselnya. Mana aku tau jika ternyata mereka sengaja meletakkan ponselnya di kereta tujuan Surabaya."


Mark justru semakin pusing mendapat jawaban Suzu yang keras kepala itu.


_ * * * _


Violet merasa begitu jenuh berada di dalam kamar. Iseng-iseng Violet membuka pintu kamar dan keluar ke ruang tamu. Tampak sunyi,


"Chandra kemana?" gumam Violet.


Kemudian matanya melihat dua pintu lain di ruangan itu.


"Chandra.."


Violet mengulangnya selama tiga kali tapi tidak ada jawaban.


Violet kemudian mencoba mengetuk pintu lain. Tapi hasilnya sama. Violet mencoba membuka pintu itu, dan berhasil.


Violet terperangah melihat isi ruangan tersebut. Bagaimana tidak, selain berisi foto Chandra sedang bermain musik, ataupun saat menerima penghargaan ada puluhan foto dirinya dengan bingkai besar terpampang ditembok terlebih sebuah lukisan paling besar yang disandarkan diujung ruangan itu.


Violet mengamati satu persatu foto Chandra dan dirinya.


"Violet!" suara Chandra mengagetkannya.


Sementara wajah Chandra sudah pucat pasi ketika melihat Violet berada dikamar rahasianya.


"Apa yang sedang kamu lakukan?"


Violet tersenyum manis melihat wajah Chandra yang begitu panik.


"Aku tadi bosan di kamar, aku mencarimu tapi tidak ada. Jadi aku iseng membuka pintu itu dan aku melihat semua ini."


"Violet jangan marah. Aku bisa menjelaskan kenapa foto-fotomu berada disitu. Aku, aku,-" Chandra gugup tidak bisa melanjutkan ucapannya.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Aku selama ini mencarimu. Aku bahkan membatalkan beberapa konserku demi mencarimu. Aku juga sempat menyusulmu sampai ke Paris, aku hampir frustasi mencarimu Vi. sampai pada akhirnya kemarin disaat aku sudah benar-benar ingin menyerah justru bertemu denganmu di mini market itu." terang Chandra.


"Yaa Ampun! Kamu melakukan semua itu untuk mencariku?" tanya Violet yang kini menjadi merasa bersalah atas yang terjadi pada Chandra.


Chandra menganggukkan kepalanya,


"Aku tidak perduli dikatakan sebagai bucin atau bodoh. Tapi kenyataannya begitu Vi. Aku merasa begitu binggung dan frustasi ketika kamu tiba-tiba menghilang."


"Tapi kenapa?" tanya Violet penasaran.


"Aku tau ini terlalu cepat. Tapi sepertinya memang aku kali ini benar-benar jatuh cinta."


"Chandra, maaf tapi aku saat ini sedang benar-benar tidak ingin memikirkan tentang itu." Violet merasa semakin bersalah.


Chandra tersenyum,


"Tidak apa Violet. Aku sudah bisa kembali bertemu denganmu itu sudah lebih dari cukup bagiku. Apalagi dekat denganmu begini. Violet, janji ya sama aku. Setelah kamu tau semua ini kamu jangan memiliki rasa bersalah atau tidak enak hati padaku. Tetaplah seperti ini denganku. Aku berjanji tidak akan memaksamu. Tapi biarkan aku memperjuangkanmu." Chandra meraih kedua tangan Violet dan mengenggamnya erat.


"Chandra, tapi aku tidak menjajikan apapun padamu. Aku tidak mau memberikan harapan apapun padamu. Aku takut mengecewakanmu."


"Tidak Vi, selama kamu tetap mau bertemu denganku setiap saat begini dan mengikinkan aku memperjuangkan rasaku, andaikan kamu tetap menolakku aku akan menerimanya. Setidaknya aku tidak akan menyesal karena sudah berusaha."


Violet tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Violet memandang lurus wajah Chandra, tapi ingatannya kembali kepada Kay.


"Andaikan kamu adalah Kay, yang memperjuangkanku sampai seperti ini. Rela kecewa asalkan tetap bersamaku. Tapi takdirku berkata lain. Aku yang memperjuangkan dia, tapi dia memperjuangkan cinta lainnya. Tapi sudahlah, benar ucapan Chandra setidaknya tidak akan menyesal karena sudah berusaha memperjuangkannya. Mungkin memang bukan jodohku." batin Violet. Air matanya lembut mengalir diantara celah matanya.


"Violet, kenapa menangis? Apa aku menyinggung perasaanmu?"


Violet menggelengkan kepalanya, kemudian memeluk Chandra.


Chandra sama sekali tidak menduga Violet akan memeluknya. Hatinya sangat senang, ada senyum penuh syukur di wajahnya.


Chandra membalas pelukan Violet dan mengusap pundaknya.


_ * * * _


"Kaisar hasil pemeriksaanmu sudah ada. Dan hasilnya anda tidak bisa melakukan perjalanan dulu ke Bumi sampai setidaknya tiga bulan atau satu tahun kedepan."


"Tidak! Aku sudah mendapatkan kekuatanku. Aku akan kesana dan mencarinya."


"Yang mulia, Violet rela mempertaruhkan hidupnya untuk hidupmu. Setidaknya hargailah usahanya. Jangan mengecewakannya dengan tidak menjaga dirimu.


"Lalu apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus diam saja sementara dia keadaannya bagaimana aku tidak tau. Bagaimana jika dia ternyata dalam bahaya?"


"Kaisar aku yakin Violet bukan gadis yang lemah. Dia bisa datang kesini dan mempertaruhkan keselamatannya untukmu. Tentu dia akan bisa menjaga dirinya dengan baik. Biarkan Mark dan yang lain yang mengurusnya."


"Justru dia telah menyelamatkanku, sekarang aku yang harus memastikan keselamatannya. Aku akan berangkat besok. Persiapkan semuanya dengan matang."


"Tapi,-"


"Apa kamu akan menentang ucapanku Virgia?" tanya kaisar dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Tidak. Maafkan aku."


"Pergilah!"


__ADS_2