Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Perjuangan Cinta IX


__ADS_3

Violet telah sampai didepan pintu gudang buku yang akhir-akhir ini menjadi tempat Kaisar menghabiskan waktunya.


"Aku akan memberikan kejutan pada Kaisar."


Violet menjelaskan tujuannya pada penjaga.


"Tapi Putri hamba tetap harus melapor pada yang mulia terlebih dahulu."


"Sssttt... Tidak perlu. Aku akan masuk." ucap Violet langsung menyelonong masuk kedalam gudang.


"Ka-" Violet tercekat tidak lagi mampu melanjutkan ucapannya.


Apa yang ada didepan matanya terasa begitu menyakitkan.


Violet melihat dengan mata kepalanya sendiri Kaisar yang tengah duduk memeluk Putri Xie dan mereka saling memandang penuh cinta.



Kaisar dan Putri Xie yang sadar dengan kehadiran Violet langsung melepaskan pelukan mereka. Kaisar gugup dengan kehadiran Violet yang tiba-tiba.


Sekuat apapun Violet berusaha menahan air matanya tetap saja lolos dan mengalir. Nalurinya sebagai wanita tidak akan pernah menerima jika yang pria ia miliki bersama dengan wanita lain.


"Putri Violet-" Putri Xie tidak melanjutkan ucapannya begitu baru saja menyebut nama Violet langsung bertemu tatapan mata penuh dengan kebencian dan amarah yang terpendam.


"Putri Xie kembalilah kekamarmu!" perintah Kaisar mencegah kemungkinan Putri Xie akan bertengkar dengan Violet.


Putri Xie membungkukkan badannya dan dengan ragu melangkah keluar dari tempat itu.

__ADS_1


"Putri Xie, anda tidak perlu pergi dari sini. Akulah yang seharusnya pergi." ucapan Violet yang tenang menghentikan langkah Putri Xie.


Violet kemudian duduk dengan melipat kedua kakinya kebelakang sambil meletakkan kotak makanan itu dihadapannya.



"Yang mulia, maaf atas kelancangan saya yang tidak meminta ijin terlebih dahulu untuk menemui anda. Saya tadi bersama dengan koki dan pelayan memasak makanan ini. Saya pikir Kaisar sudi mencicipi masakan saya." Violet melanjutkan ucapannya, menahan segala perasaan hancur didalam hatinya agar terlihat dirinya baik-baik saja. Meskipun kekecewaan tampak jelas dari wajahnya.


Violet kemudian berdiri lagi,


"Saya permisi dulu." Violet membungkukkan badannya memberi hormat pada Kaisar. Hal yang belum pernah sekalipun ia lakukan selama di planet ini.


Kaisar tidak lagi sanggup berkata apapun.


Begitupun kasim tua yang berdiri disebelahnya.


Violet melangkah pergi, sejenak berhenti mensejajari Putri Xie sebelum kemudian melanjutkan langkahnya.


Violet berlari kekamarnya dengan air mata yang berurai.


Dirinya tidak lagi perduli dengan berapa banyak mata yang melihatnya seperti itu.


_***_


Braakkk...


Violet mendobrak pintu kamarnya. Membuat Ling yang sedng mempersiapkan minuman dan buah untuknya terkejut.

__ADS_1


Ling panik melihat wajah Violet yang sudah berantakan oleh air mata, dengan nafas terenggah-enggah.


"Nona, apa yang terjadi?" Ling dengan panik berlari menghampiri Violet yang masih diam berdiri. Kemudian Ling memapahnya keatas ranjang.


"Nona apa yang terjadi. Kenapa begini." pertanyaan yang belum terjawab kembali diulang oleh Ling. Dengan tergesa-gesa Ling mengambil air minum untuk Violet yang masih terdiam, hanya air matanya yang memberi isyarat bagaimana perasaannya saat ini.


_ * * * _


Sementara itu disisi lain didalam istana, Kaisar masih terdiam.


Batinnya bergejolak antara menjaga kehormatan dan kemuliaannya sebagai Kaisar untuk memegang teguh pada janji yang telah ia berikan pada tetua Xierus ataukah ia harus berlari dengan cepat dan menemui Violet, memeluknya dengan erat dan menghapus air matanya yang ia yakini saat ini sedang berderai.


"Yang mulia Kaisar, anda butuh istirahat dulu. Sejak kemarin anda tidak istirahat sama sekali. Hamba mengkhawatirkan kesehatan anda." Kasim istana mencoba mengalihkan pikiran Kaisar dari masalah yang ia hadapi.


"Biarkan aku sendiri. Tinggalkan aku."


"Tapi yang mulia, kesehatan anda sangat penting."


"Aku harus memilih bukan? Aku tidak takut kehilangan tahtaku. Tapi aku takut pada nasib dan kesejahteraan rakyatku. Dan akupun ingin memiliki hidup seperti yang kuinginkan." ucap Kaisar lemah. Hanya dihadapan Kasim saja ia bisa mengatakan kelemahannya ini. Karena sejak kecil Kasim jugalah yang menjaga, mengajari dan selalu menemaninya memimpin planet Neptunus.


"Yang mulia. Anda berada disinggasana ini dengan memikul tanggung jawab besar atas nasib rakyat dan planet ini. Ketika dulu anda menerimanya maka anda sudah siap dengan segala resikonya."


"Maafkan sikapku yang tidak dewasa ini."


"Tidak apa yang mulia, hamba sudah bisa memahami posisi anda. Kasim tua ini sudah melihat banyak perkara didalam istana dan planet ini."


"Terima kasih. Tidak salah kakekku memintamu untuk terus berada disisiku."

__ADS_1


"Yang mulia, jika ingin menanam bunga maka ambillah juga akarnya untuk ditanam. Jika hanya batang bunga yang dipetik maka bunga itu tidak akan bertahan lama untuk hidup."


__ADS_2