
"Violet." suara Chandra yang tiba-tiba berada dibelakangnya menggagetkan Violet.
"Emm ada apa? Umur panjang, baru diomongin sama Bunda udah main nonggol aja."
"Emang ngomongin apaan? Ngomong yang baik-baik atau yang jelek-jelek nih?"
Violet dan bunda tersenyum ringan,
"Ngmongin kapan kalian akan menyusul Lisa dan Mark?" jawab Bunda sambil terus terkekeh.
"Oh masalah itu, gimana Violet aja Bunda. Chandra sih kapanpun siap." jawab Chandra dengan percaya diri.
"Tuh kan Vi, dengar kapanpun Chandra siap." Bunda menyenggol pundak Violet.
"Iiikh Bunda apa siih!" Violet cemberut manja digoda sang ibu dihadapan Chandra.
"Bunda, kemeja biru ayah dimana?" suara Ayah berteriak dari atas tangga.
"Iya Ayah, tunggu sebentar Bunda ambilkan." jawab Bunda setengah berteriak kemudian beranjak meninggalkan Chandra dan Violet.
"Vi, emang kamu dah mau kayak Lisa sama Mark ya?"
"Apaan sih? Aku belum mikirin nikah. Aku masih nyaman begini." Violet menghentikan aktifitas mulutnya.
"Jadi gimana? Kamu mau jadi pacarku?" tanya Chandra dengan lugas.
Violet terdiam menatap manik mata Chandra berbalik menatapnya dengan tajam.
"Mungkin sudah saatnya aku untuk aku benar-benar belajar mencintainya dengan menerimanya." batin Violet.
"Kamu lagi nembak aku dengan cara gini? Mana aku mau?" jawab Violet dengan senyum yang berusaha ia buat senatural mungkin.
Chandra membolakan matanya, senyum tersungging dibibir seksinya,
"Jadi, jadi kamu benar-benar siap untuk menerimaku Vi?"
"Jika caramu lebih manis dan romantis dari ini aku mungkin tidak akan perlu mempertimbangkannya lagi."
__ADS_1
Chandra ingin sekali berteriak dan melonjak kegirangan dengan kode dari Violet. Saking senangnya Chandra ingin cepat-cepat membuat rencana paling romantis untuk melamar Violet sampai tergesa-gesa berjalan pergi tanpa berpamitan dengan Violet.
"Aku lupa, aku akan mempersiapkan yang terbaik untukmu. Aku pergi dulu ya." ucap Chandra ketika berbalik saat sadar belum berpamitan.
"Eekh bukannya mau pergi dengan ayah?" teriak Violet yang sudah tidak didengar oleh Chandra yang berjalan sambil menari kecil dan bernyanyi.
"Dasar! Sebegitu bahagiakah dia sampai bersikap begitu?" gumam Violet kemudian kembali melahap es krimnya.
_ * * * _
Di Neptunus
"Yang mulia sungguh tidak ingin hadir diacara pernikahan Pangeran Mark di Bumi?" tanya Kasim Jeong saat menemani Kaisar mebuat design taman yang akan ia bangun disebelah kamarnya. Lebih tepatnya kamar yang pernah ia tinggali bersama Violet.
Kaisar menghentikan aktifitasnya,
"Bukankah Pangeran Mark juga akan mengadakan acara disini? Atur untuk perayaannya selama tiga hari. Perintahkan kepada Raja-Raja disemua wilayah untuk memberikan makanan pada seluruh rakyatnya sebagai hadiah atas perayaan pernikahan Pangeran Mark."
"Bukankah itu berlebihan yang mulia?"
"Pangeran Mark satu-satunya Pangeran yang berdarah langsung dengan kakekku. Hanya dia saudara dekat yang ku miliki. Bukankah ini pesta tiga hari dan membagikan makanan untuk semua rakyat adalah hal yang biasa?"
"Kasim Jeong, kau sudah seperti orang tuaku sendiri. Jangan meminta maaf jika hanya berdua denganku."
"Terima kasih yang mulia. Hamba bersiap untuk menyiapkan segala sesuatunya." Kasim Jeong undur diri meninggalkan Kaisar.
"Aku merindukanmu. Apakah kau sudah bahagia disana?" batin Kay mengingat Violet.
_ * * * _
Chandra memanggil seluruh teman dan sepupu-sepupunya untuk membantunya mencari ide dan mempersiapkan lamarannya untuk Violet.
"Bagaimana jika candlelight dinner?"
"Itu terlalu biasa! Aku ingin melamarnya dengan cara yang berbeda."
"Ajak dia traveling dan malamnya dilamar dipinggir pantai, pasti romastis."
__ADS_1
"Itu butuh waktu dan persiapan yang cukup lama!"
"Aku punya ide." seorang gadis berkaca mata mengangkat tangannya, sontak semua mata tertuju padanya.
"Kamu? Pacaranpun belum pernah bagaimana kamu bisa memberikan ide romantis?" sanggah yang lain.
"Aku mengumpulkan kalian untuk memberikan ide kreatif terbaik kalian untuk melamar Violet. Tidak ada larangan mencoba memberikan idenya. Coba katakan apa idemu?" Chandra dan yang lainnya seketika fokus menatap gadis itu.
"Emm aku memikirkan cara jika,-" gadis itu menjeda ucapannya karena gugup.
"Jika apa?" serentak mereka bertanya karena penasaran.
"Bisakah kalian jangan menatapku seprti itu? Membuatku gugup."
"Heeeeeeefffttt... tinggal mengatakannya saja apa susahnya!" gerutu mereka kompak.
"Lanjutkan!" Chandra melipat tangannya didepan dadanya sembari menyandarkan punggungnya disandaran kursi.
AhSien kemudian melanjutkan ucapannya yang disimak dengan konsentrasi penuh oleh yang lainnya.
Sesaat kemudian setelah keheningan,
Prookk prokkk prookkk...
Semua memberikan tepuk tangan untuk ide cemerlang gadis cupu itu.
"Nggak nyangka AhSien kamu punya ide luar biasa begitu. Darimana kamu mendapatkan ide itu?" tanya Chasandra, sepupu Chandra yang paling cantik, seksi, dan modis tentunya.
"A-aku berimajinasi." jawab AhSien jujur.
"Hahahaaa..." disambung tawa gelak semuanya.
"Tunggu dulu! Acara tinggal besok malam apakah bisa mempersiapkan semuanya dengan waktu sesingkat ini?" pertanyaan Chandra menghentikan tawa mereka.
Kita sudah mendapatkan idenya tinggal kita atur, sebisa mungkin besok malam semuanya sudah siap.
"Waooowww AhSien lain kali aku akan meminta idemu jika ingin melamar pacarku hemm..." Liem, sahabat Chandra mengedipkan matanya pada AhSien.
__ADS_1
"Boleh. Nanti ku beri discon 20%."
"Hahahaaa... mereka serentak tertawa."