Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Perjuangan Cinta III


__ADS_3

Violet berlari kedalam kamarnya. Posisinya sudah terpojok dari kejaran Kaisar. Dirinya dan kaisar hanya terpisah sebuah meja panjang yang menghalangi mereka.


Kaisar dengan tenang naik keatas meja itu tapi dengan gesitnya Violet menghindar dan kembali berlari menghindarinya. Kaisar mengejar Violet sampai akhirnya Violet kembali terpojok disudut ruangan itu.


Kaisar tersenyum dengan seringai menunjukkan kemenangannya. Tergambar jelas dari wajahnya akan kemenangan yang dia dapatkan dari tantangan Violet.


Sedangkan Violet sudah tidak memiliki jalan lain untuk melarikan dirinya. Hanya semakin mundur menekan dirinya pada sudut tembok sambil memejamkan matanya yang mampu ia lakukan untuk akhirnya mengakui kekalahannya.


Kaisar meraih pinggang Violet, kemudian menariknya membuat mereka semakin menempel hanya berbatas kain pakaian mereka. Saling mengunci tatapan mereka, mengagumi keindahan yang tampak di mata masing-masing.


"Kau sudah bersedia menjadi permaisuriku sekarang?" tanya Kaisar tanpa melepaskan pandangannya dari wajah cantik Violet.


Seketika blusshing di pipi Violet tidak mampu ia sembunyikan.


"Ini adalah pelarian terakhirmu. Aku akan selalu bisa menangkapmu, Aku bahkan bisa mengacaukan duniamu jika kamu mencoba lari dariku lagi. Ingat itu." kembali Kaisar menegaskan betapa berkuasanya dia mampu mendapatkan apapun yang ia inginkan.


Kembali Kaisar menyesap candunya. Bibir mungil merona milik Violet yang membuat hasrat selalu menginginkannya.


Violet memejamkan matanya. Menikmati setiap sentuhan bibir Kay yang menyapu dan memijat lembut bibirnya.


Kay melepaskan pautan bibir mereka sebentar, menggendong Violet dan membawanya ke ranjang yang begitu besar untuk ukuran mereka berdua.


Kaisar mendudukkan Violet dengan perlahan disisi ranjang, kemudian dirinya berlutut dihadapan Violet. Sedangkan jangan tanya bagaimana perasaan Violet saat itu mendapatkan perlakuan yang begitu manis dari Kaisar Kay. Kembali desiran halus di dadanya begitu terasa.


"Violet, maafkan aku jika aku melupakanmu. Itu bukan keinginanku. Jika ada rasa sakit atau kesedihan yang ku buat karena melupakanmu, kamu boleh meminta apapun sebagai gantinya atau jika tidak hukumlah aku. Bantu aku mengingat kenangan kita. Aku yakin kedatanganmu kesini pasti dengan perjuangan yang sangat berat. Dan kamu sampai disini karena rasa yang berdetak riang disini bukan?" Kaisar menunjuk dada kiri Violet.


"Aku tidak meminta apapun sebagai gantinya. Ataupun menghukummu. Aku hanya ingin jika kamu benar-benar ingin menikahiku maka datang dan temui keluargaku. Kita menikah dihadapan mereka. Selain itu aku tidak ingin ada wanita lain diantara kita. Jika suatu saat bosan denganku maka katakan dengan baik kita akan berpisah dengan baik. Tapi jika kamu menghianatiku maka aku akan meninggalkanmu dan tidak akan ku maafkan."


"Sssssttt..." Kaisar meletakkan jari telunjuknya didepan bibir Violet.


"Aku berjanji tidak akan ada wanita lain dalam hidupku asal kamu akan terus menemaniku." ucapnya kemudian bangkit membimbing Violet berdiri untuk saling mendekap, menyalurkan kasih sayang diantara mereka.


"Sekarang ceritakan bagaimana kisah kita dulu." pinta Kaisar sambil mengurai pelukannya.

__ADS_1


"Akh sebaiknya jangan." ucap Violet sambil kembali duduk.


"Kenapa? ku mohon ceritakan. Apa aku dulu begitu mencintaimu seperti sekarang?" tanya Kaisar membimbing Violet merebahkan tubuhnya.


"Tidak. Kamu dulu begitu menyebalkan. Kamu mencuri ciuman pertamaku ketika pertama kali bertemu."


"Benarkah? Apa aku seagresif itu?" Kaisar membetulkan posisi tubuhnya miring menghadap Violet dengan satu tangannya menjadi tumpuan kepalanya.


"Kamu selalu mengancamku dan terus menciumku."


"Apa aku menciummu seperti ini?"


Kaisar kembali melahap candunya. Bibir Violet benar-benar manis untuknya. Kali ini Violet tak mau tinggal diam. Kerinduannya selama ini ingin ia tumpahkan bersama dengan pengakuannya. Seakan sudah tidak ada beban lagi didalam dadanya. Semua sudah terungkap dengan cara yang tidak sesulit yang ia bayangkan.


Violet melepaskan ciuman mereka, kemudian berbisik,


"Kay, aku mencintaimu. Aku menyadari perasaanku setelah kepergianmu. Sekarang aku ingin kamu tau jika aku menginginkanmu."


"Aku tidak mengingat apapun. Tapi aku rasa aku sangat senang mendengarnya." jawabnya dan kemudian melanjutkan aksinya menggecap manisnya candu Violet.


"Aku tidak sabar untuk menikah denganmu. Berjanjilah akan ada pangeran dan putri yang manis, cerdas, dan lucu diantara kita. Aku hanya ingin memiliki dan menjagamu juga keluarga kita nanti. Kau yang akan berkuasa dan memiliki atas diriku seutuhnya." bisik Kaisar disela-sela aktifitas manis mereka yang terdengar romantis ditelinga Violet.


Malam ini hatinya ditumbuhi bunga-bunga cinta sang Kaisar.


_ * * * _


Violet seorang diri memandang kolam ikan yang ada didekat kamarnya. Senyum diwajahnya sedikitpun tidak memudar karena mengingat kenangan demi kenangan manis bersama Kaisar Kay.



"Nona Violet." Suara Ling membuyarkan lamunan indahnya.


"Ling. Sejak kapan disitu?"

__ADS_1


"Sejak beberapa saat lalu. Nona sepertinya begitu bahagia hari ini." ucap Ling sambil meletakkan minuman dimeja dekat Violet.


"Emmm..." Violet tidak mampu menyembunyikan senyum bahagia diwajahnya dari Ling-ling.


"Ada apa nona? Mau bercerita padaku?"


Violet tersenyum malu-malu. Seketika wajahnya memerah.


"Nona tampak lucu dan menggemaskan." Ling ikut gemas melihat ekspresi Violet.


"Lain kali aku akan menceritakan padamu. Oh ya Ling. Kakak Mark kok lama tidak mengunjungiku disini?"


"Pangeran Mark sedang berada di Bumi nona."


"Oh ya? Kenapa tidak bicara padaku?"


"Dia datang untuk berpamitan dengan nona tapi saat itu nona sedang pergi dengan dokter Virgia."


"Ouh begitu." Violet menganggukkan kepalanya.


"Nona maafkan aku, aku lupa aku tadi mendapatkan perintah untuk meyiapkan makan untuk Kaisar. Aku permisi dulu nona." Ling dengan terburu-buru meninggalkan Violet.


Violet menatap kepergian Ling sampai menghilang dibalik tikungan jalan menuju dapur istana.


Violet kemudian melanjutkan ingatan pada kenangannya dengan Kaisar Kay sambil terus menerus tersenyum.


"Tidak sia-sia perjuanganku sampai ketempat sejauh ini. Aku akhirnya mendapatkan Cintaku." bisiknya pelan.


"Aku lebih beruntung diperjuangkan olehmu." Suara Kaisar tiba-tiba berada dibelakangnya bersamaan dengan belaian lembut dirambut kepalanya.


Violet terkejut sesaat, kemudian menoleh pada cintanya yang sudah terlebih dulu menatapnya dengan senyuman yang mengembang.


__ADS_1


__ADS_2