Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Pelarian Violet IV


__ADS_3

Violet terbangun dari tidurnya menatap langit-langit kamar yang terasa asing.


"Dimana aku?" Violet berusaha bangkit tapi selang infusnya tertarik menyebabkan nyeri ditangannya.


"Awwwhh..." Violet meringis melihat tangannya yang tertancap jarum infus.


"Kenapa aku diberi infus?" dirinya masih belum sepenuhnya sadar karena rasa sakit dikepalanya.


"Kamu sudah bangun?" suara seseorang berjalan kearahnya.


"Aku dimana?"


"Kamu diappartemenku. Maaf aku membawamu kesini. Kemarin kamu terlalu lelap tertidur."


"Ini kenapa?" Violet menunjukkan tangannya yang diinfus.


"Itu untuk memulihkan dirimu. Aku meminta dokter untuk memeriksamu dan dia menyarankan kamu dirawat dirumah sakit tapi setelah kubujuk akhirnya memperbolehkan kamu dirawat disini saja. Dengan catatan kamu harus makan dengan teratur dan minum obat."


"Aku harus pulang." ucap Violet lemah sambil memijat pelipisnya.


"Apa kamu ingin pulang dengan keadaan seperti ini? Pikirkan kesehatanmu dulu. Setelah kamu benar-benar sehat aku akan mengantarmu pulang."


"Aku rindu keluargaku. Aku tidak mau kakakku khawatir."


"Khawatir apanya? Aku sering melihat kakakmu berkencan saat kamu pergi."


"Benarkah?"


"Iya. Aku yakin dia akan memaklumi jika satu atau dua hari kamu memulihkan kesehatanmu disini. Menurutlah, demi kebaikan dirimu sendiri."


"Aku tidak mau merepotkanmu."


"Aku tidak merasa direpotkan. Aku justru bersyukur jika bisa merawatmu. Dengan begitu aku bisa setiap saat melihat wajahmu.


Kamu pergi terlalu lama, aku hampir gila mencarimu."


"Kenapa mencariku?"


"Karena aku merindukanmu. Kamu ingat aku pernah berjanji akan berusaha membuatmu jatuh cinta padaku? Aku Chandra Chou tidak akan mengingkari janjiku. Aku begitu yakin kamu akan menyukaiku." jawab Chandra jujur dengan ekspresi penuh percaya diri


Violet tersenyum mendengar jawaban jenaka Chandra.


"Baiklah terserah kau saja. Tapi kamu harus sportif jika sampai kamu merasa cukup dengan perjuanganmu tapi aku tidak juga jatuh cinta padamu, maka kamu akan selesai dan menyerah. Setelah itu kita adalah teman. Bagaimana?"


"Tidak masalah. Aku menyetujuinya. Maka bersiaplah Arshine Violet kamu akan jatuh cinta padaku dan menjadi nyonya Chandra Chou." jawab Chandra sambil menepuk dadanya.

__ADS_1


Violet kembali tersenyum mendengar jawaban Chandra.


"Nah tersenyum begitu membuat wajahmu bersinar dan tampak lebih sehat."


"Gombal!"


"Sssttt... Itu salah satu caraku memikat hatimu. Sekarang aku sedang memulainya." Chandra mengedipkan sebelah matanya dengan genit tapi justru memberikan kesan lucu bagi Violet.


"Aku sudah menyiapkan sarapan pagi. Bagaimana jika kamu makan dulu?"


"Boleh."


"Aku akan menyuapimu." Chandra membawa nampan berisi makanan untuk Violet.


"Aku bisa makan sendiri."


"Lihat selang infus ditanganmu?"


Violet melirik tangan kanannya.


"Jadi akan jauh lebih baik jika aku yang menyuapimu. Haaa...." Chandra menyodorkan sesendok bubur kepada Violet.


Violet membuka mulutnya dan tersenyum.


"Violet, selama ini kamu kemana? Aku mencarimu. Bahkan aku sampai terbang ke paris untuk menyusulmu tapi tidak menjumpaimu disana."


"Benar. Aku merindukan wajah cantikmu yang dulu, selalu berputar-putar dikepalaku. Membuatku frustasi."


"Kenapa mengatakan wajah cantikku yang dulu? Apa sekarang aku jelek?" tanya Violet ragu, takut jika ternyata dirinya kembali berubah sebagai manusia putih pucat seperti saat di Neptunus.


"Benar. Jika sakit, kecantikanmu berkurang 0,05% dan itu terlalu banyak. Jadi makanlah yang teratur dan minum obat. Kamu akan segera pulih dan cantik 100%."


"Dasar gombal. 0,05%? Hahahaaa..." Violet tidak bisa menahan tawanya, hatinya merasa lega ternyata dirinya tidak kembali berubah menjadi sosok mengerikan itu.


Sesaat bersama Chandra membuatnya Lupa dengan luka hatinya, lupa dengan cinta yang telah menghianatinya.


_ * * * _


Lisa baru saja menyelesaikan pekerjaannya hari ini. Dengan riasan natural dia sedang berpose berbagai gaya. Suara jepretan kamera mengikuti setiap gerakannya.



"Luar biasa Lisa. Good job girl." ucap sang photografer yang merasa puas dengan kerja Lisa.


Lisa mengangguk dan tersenyum, kemudian berjalan menghampiri Uci yang sedang duduk menanti dirinya. Lisa menghempaskan bokongnya kekursi santai yang ada disebelah Uci.

__ADS_1


"Mbak Uci, kenapa akhir-akhir ini aku selalu teringat dan merindukan Violet ya. Bahkan beberapa hari lalu aku memimpikan dia." Lisa kemudian menarik nafas panjang. Jantungnya selalu berdebar tidak wajar setiap teringat Violet.


"Violet lagi asyik menikmati liburannya. Udahlah jangan mikir yang aneh-aneh. Aku justru kesal, dia sudah molor dari jadwal liburnya. Setelah kembali nanti aku akan minta oleh-oleh paling banyak." Jawab Uci dengan sedikit menggerutu.


"Mbak Uci malah mikir oleh-oleh sih! Nyebelin!" Lisa bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Uci.


"Loh kok ngambek sih Lisa?" tanya Uci tapi diabaikan oleh Lisa.


"Apa ucapanku tadi salah? Kan memang Violet selalu membawa oleh-oleh saat pulang liburan." gumam Uci sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


_ * * * _


Disebuah ruangan besar disalah satu gedung milik Neptunecorp yang penuh dengan perangkat digital super canggih.


Suzu gadis remaja dari bangsa Neptunus yang menjadi Hacker terhebat di Bumi. Hacker yang tidak pernah meninggalkan jejak sedikitpun saat meretas berbagai situs penting. Menjadi buruan agen Internasional juga hacker kelas atas dunia.


Siang itu Suzu mendapatkan kabar dari kapal Induk yang terhubung langsung dengan planet asalnya, Neptunus.


Pesan dari Mark yang memerintahkan dirinya dan Mike untuk mencari keberadaan Violet dan memastikan jika Violet telah sampai rumahnya dengan selamat.


Suzu mendapat pesan penting tersebut langsung menghubungi Mike yang kebetulan saat itu sedang berada diluar pulau meninjau tambang yang sedang bermasalah.


Akhirnya Suzu mencari Lisa seorang diri untuk memastikan keberadaan Violet.


Suzu mendatangi rumah Lisa tapi mendapat jawaban dari Mbak Sum jika Violet belum kembali kerumah. Saat Suzu hendak pergi mobil Lisa datang.


"Suzu, ada apa?" tanya Lisa menghampiri Suzu yang berdiri diteras rumahnya.


"Ada yang harus kita bicarakan berdua. Bisa?"


"Ayo masuk." ajak Lisa sambil merangkul pundak Suzu yang akhir-akhir ini sudah mulai akrab dengannya sejak Mark memperkenalkan mereka.


Begitu sampai ditaman belakang rumah, Lisa segera bertanya tujuan Suzu datang.


"Ada apa?"


"Kak Lisa, aku ingin menyampaikan pesan dari Kak Mark. Jika kak Violet kemungkinan melarikan diri dari Neptunus dan pulang ke Bumi."


"Apa?" Lisa terkejut dengan penjelasan Suzu mengenai kabar adiknya.


Suzu menganggukkan kepalanya.


"Kapan itu terjadi?"


"Sudah lima hari ini. Seharusnya dia sudah sampai dibumi dua atau tiga hari yang lalu."

__ADS_1


"Tapi mana? Kenapa Violet belum sampai rumah? Apa yang terjadi pada adikku?" Lisa bertanya dengan suara keras sambil menggoncangkan kedua bahu Suzu.


__ADS_2