Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Pelarian Violet IX


__ADS_3

Esok Harinya.


Mark telah sampai di Bumi. Segera ia datangi rumah kekasihnya, Lisa.


"Sayang kamu baik-baik saja?" tanya Mark dengan khawatir menatap Lisa yang tubuhnya tampak lelah karena kantung matanya menandakan dia kurang istirahat.


"Aku baik-baik saja. Tapi adikku yang mungkin saat ini sedang tidak baik-baik saja." jawab Lisa dengan sinis.


"Sayang maafkan aku. Aku ikut bersalah dengan hilangnya Violet. Tapi kamu tau sendiri saat dia kabur aku tidak sedang disana."


"Benar. Kamu sedang mengurusi kepentingan bangsamu dan rajamu sampai kamu tidak bertanggung jawab menjaga adikku yang kamu bawa. Jika memang rajamu begitu penting mestinya kamu jaga orang yang bisa menyelamatkan nyawa rajamu daripada mengurus bisnisnya disini." sarkas Lisa.


"Benar aku salah. Aku tidak akan membela diri. Tapi Suzu baru saja mengabariku jika dari ponsel yang dia lacak sekarang mereka dalam perjalanan ketimur. Kemungkinan kearah Surabaya atau sekitarnya. Aku kesini untuk menjemputmu supaya bisa ikut mencari adikmu."


"Dia hilang karena kalian. Maka kalianlah yang harus bertanggung jawab mencarinya, memastikan keselamatannya, dan membawanya kembali kesini!"


"Jadi kamu yakin tidak mau ikut?"


"TIDAK...!!!" jawab Lisa dengan lantang.


"Baiklah. Aku akan bertanggung jawab mencarinya. Aku berjanji tidak akan menemuimu kecuali dengan membawa adikmu dan memastikan dia baik-baik saja."


"Buktikan padaku!" tantang Lisa dengan nada mengejek, karena dirinya tau betul dimana Violet saat ini berada.


_ * * * _


Feng berdiri disebuah ruangan, dimana dia dan Putri Xie akan bertemu.


Suara derap langkah Putri Xie dan pelayan-pelayannya datang.


Feng menatap Putri Xie yang tengah berjalan menghampirinya.



"Salam Pangeran Feng." Putri Xie membungkukkan badannya dengan gerakan anggun.


"Mari duduk." ajak Feng.


"Maaf membuat Pangeran Feng manunggu lama."


"Sama sekali tidak. Putri Xie langsung saja aku ingin bertanya padamu. Kenapa Putri Xie ingin menjadi istriku?"


"Itu karena aku tidak mau mengecewakan bangsaku."


"Putri Xie siapa diplanet ini yang tidak mengenalmu? Semua mengakui kecerdasan dan kecantikanmu. Aku merasa tidak pantas untukmu."

__ADS_1


"Jika Pangeran Feng saja merasa tidak pantas. Lalu siapa yang lebih pantas?"


Feng terdiam tidak bisa menjawab.


"Pangeran Feng, aku ingin mengatakan sebuah kebenaran padamu. Sebenarnya aku bukan lupa merakit komponen senjata itu. Bukan juga aku kehabisan waktu. Tapi aku melakukannya dengan sengaja."


"Apa? Kenapa kau melakukan itu?"


"Karena ada tiga cinta yang harus berjuang untuk mendapatkan kebahagiannya."


"Aku tidak mengerti dengan ucapanmu."


"Pangeran Feng. Aku tau jika Pangeran baru saja datang dari Venus jadi wajar saja jika tidak mengetahui kehebohan yang baru saja terjadi."


"Maksudmu tentang kaburnya seorang Putri dari Bumi itu?"


"Benar!"


"Kaisar dan Putri Violet saling mencintai. Tapi perjanjian Kaisar dengan tetua Xierus mengenai perjodohan kami tetap harus dijalankan karena dari awal itu adalah keputusan Kaisar. Kaisar tidak mengatakan kebenarannya pada Putri Violet hingga akhirnya dia tau. Dan siapa sangka Putri Violet memiki kekuatan yang akhirnya menyelamatkan Kaisar dari bayang-bayang kematian. Setelah mentransfer energinya aku mendengar kabar jika Putri Violet berubah menjadi pucat dan dingin. Disaat bersamaan Kaisar bermaksud akan menyelesaikan ujianku dengan cepat agar ia segera tau hasilnya sehingga tidak menyiksa hati Putri Violet samakin lama. Tapi ujianku belum selesai, Putri Violet mengelabuhi kami semua dan pergi menghilang. Setelah dilacak ternyata ia melarikan diri pulang kembali ke Bumi. Aku ingin mereka bersatu tanpa ada aku. Karena akupun sebenarnya telah jatuh hati pada seseorang."


"Jika memang Putri Xie telah jatuh hati pada seseorang. Kenapa tidak memilih dia saja yang menikahimu?"


"Aku sedang melakukkannya sekarang."


Putri Xie tidak menjawab pertanyaan Feng, dirinya tersenyum malu-malu denga wajah yang telah memerah.


Feng baru menyadari sesaat setelahnya.


"Jadi Putri Xie benar-benar jatuh hati padaku?" tanya Feng ingin meyakinkan dirinya jika dugaannya tidak salah.


Putri Xie terlalu malu untuk menjawabnya memilih berdiri dan meninggalkan Feng.


Feng mengejar putri Xie yang pergi ketaman istana.


"Putri Xie berhentilah!" Feng merain tangan Putri Xie dan menariknya membuat tubuh mereka saling berdekatan.


Putri Xie yang sejak awal begitu berani mengakui perasaannya kali ini merasa begitu kerdil nyalinya. Dia memilih menundukkan wajahnya menghindari tatapan mata Feng yang tengah mencari kebenaran perasaannya.


Putri Xie melepaskam dirinya dari Feng kemudian mundur selangkah.


"Angkat wajahmu dan tatap mataku Putri Xie. Aku ingin melihat kebenaran ucapanmu tadi dari matamu. Jika aku tidak mendapat jawaban dari matamu maka ku anggap kamu tadi membohongiku dan aku akan mengatakan pada Kaisar jika aku tidak bisa menikahi gadis yang tidak tulus mencintaiku." ancam Feng


Ucapaan Feng berhasil mempengaruhi Putri Xie. Putri Xie akhirnya memberanikah diri untuk mengangkat wajahnya dan menatap mata Feng.


__ADS_1


"Pangeran Feng, apa kamu juga menolak untuk nikahiku?" tanya Putri Xie dengan takut akan kecewa jika Feng menolaknya.


"Aku tidak berani berharap untuk bisa menikah dan memperistri dirimu Putri Xie. Bahkan sebatas membayangkan atau mimpipun aku merasa tidak layak. Tapi justru yang terjadi saat ini adalah kau yang menginginkanku. Ini seperti sebuah mimpi yang terlalu indah, dan kenyataan yang terlalu manis untukku. Mana mungkin aku menolaknya." Jawab Feng kemudian menarik Putri Xie kedalam pelukannya.


_ * * * _


Kaisar mendatangi tempat medis khusus untuk dirinya yang mereka sebut sebagai ruang XU.


"Virgia pastikan kesehatanku akan tetap stabil selama aku di Bumi nanti."


"Aku akan memeriksanya terlebih dulu."


"Virgia, Violet menghilang begitu sampai di Bumi. Mungkinkah itu terjadi karena dirinya takut mempakkan dirinya yang putih pucat itu pada keluarganya. Aku begitu bersalah padanya Gia. Aku terlalu sering membuatnya menderita saat berada didekatku. Tapi aku juga sangat menginginkannya untuk terus didekatku.


"Menurut hasil penelitian, suhu Bumi yang lebih hangat akan membuat tubuhnya juga lebih hangat. Dan ada satu lagi yang bisa membantu menghangatkan Violet."


"Apa itu?"


"Sama halnya dulu Violet selalu menghangatkanmu."


"Apakah itu selamanya?"


"Tentu saja tidak. Violet itu istimewa. Dia butuh waktu untuk memulihkan dirinya. Jika sudah pulih dia tidak memerlukannya lagi."


"Kenapa tidak bersifat selamanya? Aku akan menyukai dimana saat aku menghangatkannya." ucap Kaisar tanpa sadar.


"Dasar mesum. Disaat seperti ini saja otak mesumnya masih tidak hilang." batin Gia.


"Gia, bagaimana jika dirinya tetap seperti kemarin? Pasti keadaannya sekarang sangat lemah. Aku harus segera ke Bumi untuk mencarinya."


"Iya mencarinya supaya mendapat kesempatan untuk bisa nempel terus dengan Violet untuk alasan menghangatkannya. Entah kenapa aku saat ini mulai selalu curiga Kaisar berpikiran mesum terhadap Violet." kembali Gia menanggapi ucapan Kaisar hanya dalam hatinya.


"Hasil pemeriksaan akan selesai besok. Jika memang hasilnya bagus anda bisa menyusul Violet ke Bumi besok."


"Baiklah." Kaisar menganggukkan kepalanya dengan senyuman manisnya. Yang justru bagi Gia terlihat seperti singa sedang memperlihatkan taringnya, bersiap menerkam mangsanya.


Teruntuk Readersku tersayang. Untuk besok aku ijin untuk tidak UP karena aku baru saja mendapatkan tawaran kontrak untuk novelku. Jadi aku harus fokus merevisinya. Untuk itu aku hari ini UP 3 bab yang lebih panjang dari biasanya. Jika memungkinkan aku akan berusaha UP meskipun hanya 1 bab.


Lagi-lagi aku mengucapkan terima kasih untuk kesetiaan dan dukungan kalian pada karyaku. Support kalian menjadi semangatku menulis lebih baik.


Jika kalian punya saran, atau kritik yang membangun silahkan sampaikan dikolom komentar ataupun digrup chat author. Dimohon untuk menyampaikan saran atau kritikannya dengan bahasa yang baik dan sopan.


Salam sayang untuk kalian


Author El-Shi.

__ADS_1


__ADS_2