Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
PERNIKAHAN 7


__ADS_3

Putri Xie memahami arti tatapan tajam mata Violet kepadanya dan Feng.


"Putri Violet kenalkan ini adalah Pangerang Feng, adik angkat Pangeran Mark. Dia adalah calon suamiku." Putri Xie memperkenalkan Feng, selanjutnya Feng menganggukkan kepalanya sembari tersenyum pada Violet.


"Calon suami? Bukankah Putri Xie dan Kaisar,-?" Violet menjeda ucapannya.


"Putri Violet, apakah Baginda Kaisar tidak pernah membicarakan sesuatu apapun tentang kami?" tanya Putri Xie memandang heran pada Violet.


Violet menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba rasa takut menggelayar ditubuhnya, jantungnya berpacu dengan sangat cepat.


"Putri Violet, mungkin sebaiknya bertanya langsung pada Baginda Kaisar. Aku merasa ada masalah yang harus kalian selesaikan dan aku tidak ingin mencampuri masalah ini." Putri Xie memandang sayu pada Violet yang masih tampak shock.


"Putri Violet, kau baik-baik saja?" tanya Feng khawatir melihat nafas Violet yang tiba-tiba tampak memburu.


"A-aku baik-baik saja." Violet menahan aliran lembut dari matanya yang sudah berkaca-kaca.


"Putri Xie, ku mohon ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi!" Violet mengucapkannya dengan susah payah.


"Putri Violet. Aku takut ini akan menjadi kelancangan jika mengatakannya padamu tanpa ijin Baginda."


"Ku mohon." Violet menyatukan kedua telapak tanggannya memohon pada Putri Xie dengan air mata yang sudah lolos mengaliri pipi lembutnya.


Putri Xie tidak tega melihat Violet sampai memohon padanya, terlebih didalam hatinya masih menyimpan rasa bersalah yang sangat besar pada Violet. Putri Xie memandang Feng, memberi isyarat pendapat Feng tentang permohonan Violet. Feng menggelengkan kepalanya. Bukan tanpa alasan Feng melarang Putri Xie, karena jika sampai Putri Xie membicarakan sebuah masalah besar tanpa seijin Kaisar maka mereka berdua akan mendapatkan sangsi yang sangat berat.


"Ku mohon." Violet mengulang ucapannya dengan telapak tangan masih didepan dadanya.


Putri Xie melangkah mendekati Violet, kemudian mengenggam tangan Violet dengan kedua tangannya.


"Putri Violet. Percayalah padaku, aku sangat ingin mengatakannya. Tetapi disini ada aturan yang harus kami patuhi. Kami tidak mungkin menyampaikan suatu perkara besar tanpa ijin Baginda Kaisar. Akan lebih baik dan jelas jika Putri Violet berbicara langsung dengan Baginda." Putri Xie kemudian memeluk erat tubuh Violet.


"Putri Violer, maafkan aku. Aku telah membuatmu dalam kesulitan selama ini. Aku berharap Putri Violet selalu bahagia." Putri Xie kemudian melepaskan pelukannya.


Violet hanya menganggukkan kepalanya dan memandang sendu pada Putri Xie.

__ADS_1


"Salam Pangeran Feng dan Putri Xie." sapa Ling dengan hormat.


"Ajak Putri Violet kembali ke tempatnya." perintah Feng pada Ling.


"Putri Violet, beristirahatlah. Maafkan jika aku mengecewakanmu." Putri Xie menggandeng Violet hingga sampai dipersimpangan jalan.


Sore hari di istana dalam Violet duduk bersandar diatas ranjang. Ditemani Ling yang tetap berdiri dengan penuh rasa khawatir karena sejak pertemuan Violet dan Putri Xie, Violet terus terdiam. Bahkan saat Ling bertanya Violet hanya memberinya isyarat untuk tetap bersamanya tetapi diam atau keluar meninggalkannya.


Kaisar masuk kedalam ruangan itu disaat Violet masih berkutat dengan pikirannya sendiri.


Ling menyambut Kaisar,


"Salam yang mulia Kaisar."


"Sedang apa dia?"


"Yang mulia, Nona Violet tidak mau berbicara semenjak,-"


Kaisar memandang tajam kepada Ling membuat tubuh Ling gemetar.


"Ampuni Hamba yang mulia. Hamba tidak menjaga Nona dengan baik."


"Katakan padaku. Cepat!"


"Yang mulia, tadi Nona mengajak hamba berjalan keliling taman dan Istana. Ketika sampai ditaman Nona ingin beristirahat jadi hamba berinisiatif membuatkannya minuman. Ketika hamba kembali Nona Violet sudah bersama dengan Pangeran Feng dan Putri Xie, entah apa yang terjadi tapi wajah nona Violet murung hingga tidak mau berbicara lagi." terang Ling dengan menundukkan wajahnya sangat dalam karena tangannya gemetar ketakutan.


"Pergilah!"


Kaisar mendekat pada Violet dan duduk menghadap Violet.


"Violet." panggilnya dengan lembut.


Violet mengangkat wajahnya dan memandang sendu wajah Kaisar. Wajahnya sembab oleh air mata.

__ADS_1


"Jangan menangis." Kaisar mengusap lembut sisa-sisa air mata Violet.


"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?" tanya Violet dengan suara serak.


Kaisar paham kemana arah pembicaraan Violet, sejenak menarik nafas dalam dan perlahan menghembuskannya.


"Aku sudah berusaha mengatakannya padamu. Tapi kau selalu menolak untuk mendengarkanku."


"Jadi ini kebodohanku lagi? Kenapa kau tidak memaksaku untuk mendengarkannya. Kau bisa ikat tanganku, kau bisa paksa aku." Violet kehilangan kendali mengatakannya.


Kaisar meraih tubuh Violet dan memeluknya dengan erat.


"Sssttt.... Sudah Violet. Kamu tidak bodoh, akulah yang sejak awal tidak jujur padamu."


Violet menumpahkan seluruh kekesalan, kekecewaan, dan kesalahan dirinya sendiri dengan tangisan didalam dekapan Kaisar.


"Jangan menangis. Air matamu sangat berharga bagiku." Kaisar mengusap lembut rambut Violet.


Setelah merasa cukup puas menangis Violet mengurai pelukannya dengan Kaisar.


"Ceritakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi!"


"Itu sudah lama Vi. Aku sudah menguburnya. Jangan ungkit lagi. Aku tidak ingin kamu menangis lagi."


"Kumohon katakan padaku. Aku tidak akan menangis lagi."


Kaisar mengangguk perlahan menyetujui permintaan Violet.


"Kau ingat dulu aku memintamu untuk menjadi permaisuriku?"


Violet menganggukkan kepalanya perlahan.


"Sesaat setelah aku mengatakannya padamu, Putri Xie datang ke Istana setelah sebelumnya aku meyetujui usaulan tetua Xierus untuk menjodohkan kami. Sebagai Kaisar aku tidak diperbolehkan untuk bersikap egois, terlebih jika itu demi kepentingan bagsaku. Aku berjanji akan menerimanya dalam perjodohan itu dengan syarat jika dirinya lulus disemua ujian yang kuberikan. Aku tidak ingin kamu salah paham dengan ini, tapi aku memiliki niatan jika aku juga ingin jujur padamu setelah semuanya selesai. Diam-diam dibelakangmu aku menghabiskan waktu untuk mengujinya dengan ujian berat dan akupun hampir kehilangan akal untuk mengujinya karena dirinya selalu lulus disemua ujian yang ku berikan. Hingga sampai saatnya entah bagaimana kamu tiba-tiba pergi, menghilang, membuatku hampir gila. Disaat kamu pergi, aku seperti kehilangan duniaku, bahkan ujian untuknya tertunda. Dan disaat hari akhir ujian itu Putri Xie gagal sehingga aku menyatakan bahwa dirinya tidak cukup pantas untuk mendampingiku memimpin Neptunus. Saat itu aku merasa lega, dengan begitu tidak ada lagi halangan untuk aku kembali memperjuangkan cintamu. Setelah beberapa waktu aku menyelidiki ternyata Putri Xie sengaja membuat dirinya gagal dalam ujian terakhir itu karena dirinya ingin agar aku tetap bisa bersamamu karena dia mengerti bahwa hanya kamu yang aku inginkan. Dan alasan lainnya adalah, ternyata diam-diam Putri Xie sudah lama menyimpan rasa cintanya pada Pangeran Feng. Aku memaksa untuk mengejarmu ke Bumi meskipun Gia sempat melarangku. Dan disana aku memahami semua kesalahanku yang sejak awal tidak jujur padamu, membuatmu sakit, dan hampir kehilangan nyawamu. Kenyataan itu membuatku takut dan tidak memiliki keberanian memaksamu agar tetap bersamaku. Dan terakhir kau bilang kau akan bahagia dengan pria itu. Aku sadar aku harus melepaskanmu untuk bahagiamu." Kaisar menghentikan ceritanya untuk menarik nafas panjang, mengisi rongga paru-parunya dengan oksigen untuk mengurangi rasa sesak didalam dadanya.

__ADS_1


Sementara Violet hanya menutup mulitnya dengan tangannya dan menyesali tindakannya dulu yang gegabah mengambil kesimpulan atas pikiran dan emosi sesaatnya. Violet tenggelam dalam tangisan tanpa suara.


__ADS_2