Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Mencari Makna Cinta 8


__ADS_3

Berbagai macam hidangan dengan olahan seafood sudah tertata rapi diatas meja. Tidak lupa segelas jus sirsak Kay pesan khusus untuk Violet.


"Minum jus ini dulu sebelum makan supaya menetralisir asam lambungmu." Kay memberikan gelas jus pada Violet.


"Kamu ingat aku suka jus sirsak?"


"Apapun tentangmu aku selalu ingat."


Violet tersipu malu.


"Violet, boleh aku minta disuapi kamu?"


"Kenapa dengan tanganmu?"


"Aku takut ini benar-benar terakhir aku sedekat ini denganmu."


Rona wajah Violet seketika berubah, ada rasa perih seperti tersayat hatinya mendengar alasan Kay. Violet hanya mampu berandai-andai dalam pikirannya, "Andai saja tidak ada Putri Xie aku akan selalu sedekat ini denganmu Kay. Tapi takdir tidak menyatukan kita. Aku tidak ingin menjadi penghalang diantara kalian. Bahkan membicarakan hubungan kalian saja sakit apalagi hidup diatara kalian."


"Bagaimana? Tidak mau ya?" pertanyaan Kay menyadarkan Violet dari angannya.


"Baiklah, aku akan menyuapimu."


"Pakai tangan, aku tidak mau pakai sendok."


"Kenapa?"


"Aku ingin menikmati suapan tanganmu. Dulu aku merasakan suapan ibundaku, dan aku ingin hanya Ibundaku dan kamu yang menyuapiku."


"Kay, jangan buat aku baper lagi. Akan sulit nanti aku melepaskanmu."


"Jika sulit jangan lepaskan Vi. Aku tidak ingin lepas kecuali kamu yang meminta."


"Kay, tolong! Tadi kamu sudah berjanji padaku untuk tidak membahas ini lagi."


Kay tersenyum getir, senyuman yang dia paksakan.


"Baiklah, maafkan aku. Sekarang cepat suapi aku. Aku akan mengajakmu ketempat yang sangat spesial."


Violet menyuapi Kay dengan tangannya.


_ * * * _


Dirumah


Mark mendatangi rumah kekasihnya untuk membicarakan rencana pernikahan mereka juga rencana mereka mengunjungi orang tua Lisa di Belanda.


"Jadi minggu depan kita berangkat?" tanya Mark sambil merangkul pundak Violet saat mereka duduk berdampingan disofa.


"Bukankah lebih cepat akan lebih baik?"


"Benar. Tapi apakah orang tuamu tidak masalah?"

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku hanya khawatir jika menurut mereka ini terlalu cepat."


"Sayang, umurku sudah 28 tahun sekarang. Kurasa aku sudah bisa dikatakan dewasa untuk menikah diusiaku ini. Lagipula aku ingin bisa memiliki banyak anak denganmu. Jika aku menikah lebih tua lagi maka akan sedikit waktu untuk kita membuatnya."


"Hahahaaa... Kamu bisa saja membuat lelucon!" Kay mencubit gemas hidung mancung Lisa.


"Sayang, Kay membawa Violet kemana?"


"Aku tidak tau sayang. Biarkan mereka bertemu dan menyelesaikan masalah mereka." jawab Mark menutupi.


"Hemm..." Lisa menganggukkan kepalanya.


"Sayang kapan kamu membawaku ke Neptunus?"


"Setelah bertemu kedua orang tuamu, aku akan membawamu bertemu dengan orang tuaku."


"Apakah mereka akan menyukaiku?" tanya Lisa dengan mimik penuh kekhawatiran.


"Aku yakin orang tuaku akan sangat menyukaimu."


"Semoga saja!"


_ * * * _


Setelah menyelesaikan makan malamnya, Kay mengajak Violet pergi kembali ke gedung megah kantor induk Neptunecorps.


"Ssssttt... Kamu belum mengetahui satu tempat yang ada disini." bisik Kay.


Kay kemudian memarkirkan mobilnya dan mereka naik Lift menuju lantai teratas yaitu kantor Kay.


"Sepi sekali. Aku takut." Violet merapatkan tubuhnya pada Kay.


"Tenang saja ada aku. Ayo naik!" Kay menuntun Violet menaiki sebuah tangga yang menghubungkan dengan puncak gedung tersebut.


Selangkah sebelum pintu dibuka Kay meminta Violet menutup matanya. Kemudian Kay membimbing Violet melangkah dari pintu besi tersebut.


"Violet, sekarang buka matamu!"


Violet membuka matanya, dan Violet tidak bisa berkata-kata dengan apa yang dilihatnya. Dipuncak gedung itu telah disulap oleh Kay menjadi tempat yang sangat romantis dengan ribuan bunga putih yang mewangi, juga ratusan lilin yang menyala dan sebuah karpet bulu mahal diatasnya sudah tersedia bantal dan berbagai buah serta minuman. Ditambah dengan terpaan angin membuat suasana semakin menghanyutkan perasaan.


"Kapan kamu menyiapkan semua ini?" tanya Violet dengan mata berbinar.


"Aku hanya meminta Sindy menyiapkan semuanya tadi. Kamu suka?"


Violet menganggukkan kepalanya dengan cepat,


"Suka banget. Makasih."


Kay tersenyum puas melihat reaksi Violet yang menyukai surprisenya.

__ADS_1


"Aku masih memiliki waktu selama tiga jam, kita habiskan tiga jam itu dengan berdua disini."


Ucapan Kay terasa seperti pisau yang kembali menyayat hati Violet.


"Takdir ini tidak adil bagiku. Kenapa aku hanya memiliki waktu sesingkat ini untuk bahagia bersamamu Kay? Dan aku hanya memiliki kesempatan untuk berandai-andai sepanjang waktu. Andai tidak ada perjodohan antara dirimu dengan Putri Xie." batin Violet.


"Ayo kita kesana." Kay meraih tangan Violet, mengenggamnya dengan erat dan menuntunnya untuk duduk.


"Kay,"


"Hemm..."


Violet menyandarkan kepalanya di pundak Kay, dengan tangan mereka yang masih belum terlepas.


"Apakah kamu akan mengingatku saat disana nanti?"


"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Tentu saja aku akan selalu mengingatmu disetiap aku membuka mata sampai kembali memejamkan mataku."


"Kay, jika waktu bisa kembali diputar aku tidak akan pernah sudi mengenalmu."


"Kenapa Vi? Sebenci itukah kamu padaku?"


"Bukan itu Kay." Violet menghela nafas panjangnya untuk menguragi rasa sesak yang menghimpit dadanya.


"Aku tidak akan sudi mengenalmu karena mengenalmu membuatku jatuh cinta. Dan cinta yang tidak bisa memiliki itu menyiksa hatiku Kay." air mata Violet lolos dari pertahanannya.


"Vi, aku tidak akan memaksamu untuk mau berada disisiku meskipun aku tau jika kita saling mencintai. Tapi aku ingin sekali kamu sedikit saja merendahkan egomu. Aku ingin menjelaskannya padamu Vi, tapi kamu tidak mengijinkanku."


"Maaf Kay, aku tidak siap untuk mendengarkannya karena sama saja hasilnya. Tetaplah hatiku yang sakit."


"Violet, setidaknya aku ingin kamu tau bahwa disepanjang usiaku, aku hanya akan mencintaimu."


Violet mengangkat kepalanya dan menatap Kay, begitupun Kay yang mendapat tatapan sendu dari mata Violet.


"Kay, apa kamu masih bisa mendengar detak jantungku?"


Kay menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Apakah masih sama seperti dulu?"


Giliran Kay yang tidak bisa menahan air matanya untuk tidak terjun bebas.


"Masih sama Vi."


"Detak jantungku ini akan terus sama seperti ini selamanya, tapi itu hanya berlaku jika berada didekatmu. Aku ingin sekali egois Kay! Aku ingin sekali egois untuk memiliki menguasai dirimu. Tapi aku tidak bisa!" tangis Violet pecah, Kay meraih Violet dan membenamkannya kedalam pelukannya.


Mereka berdua tenggelam dengan kesalah pahaman yang tidak bisa diakhiri karena keegoisan masing-masing untuk saling mengalah dan menutupi.


Pada episode ini aku ingin menutupnya dengan kutipan yang semoga bermanfaat.


Sering kali didalam hidup ini kita dihadapkan pada sebuah masalah. Kita ingin menyelesaikan masalah tersebut namun kita tidak mampu menyelesaikannya karena merasa ada hati yang harus dijaga, ada hubungan yang harus dipertahankan. Padahal semua itu bukanlah solusi, melainkan hanyalah mengulur dan menambah masalah baru. Rendahkan egomu, beri kesempatan pada orang lain untuk berbicara, dengar dan simak ucapannya supaya kamu tidak akan salah dalam mengambil keputusan.

__ADS_1


Kenyataan memang terkadang terasa pahit, namun sepahit-pahitnya kenyataan akan lebih baik kita terima daripada sebuah kebohongan maupun rahasia manis yang akan membuat kita semakin terpuruk didalamnya. Menjaga hati orang lain dengan kebohongan itu bukanlah keputusan bijaksana karena kebohongan semanis apapun hanyalah sebuah racun yang menggerogoti dengan konstan.


__ADS_2