Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Pencarian VIII


__ADS_3

"Violet, planing liburan panjangmu mau kemana?" tanya Lisa saat mereka sedang sarapan berdua.


"Selama beberapa hari ini aku hanya mau dirumah dan jalan-jalan didalam kota aja. Aku merindukan ayah dan bunda. Aku pengen nyusul mereka. Mungkin disana nanti aku bisa melupakan masalah yang akhir-akhir ini menimpaku."


"Vi, kamu tega ninggalin aku sendiri disini sedangkan kamu disana akan bersenang-senang?"


"Kalau begitu ayo kita berangkat bersama."


"Kamu tau aku tidak mempersiapkan apapun. Aku kerja karena aku sudah menerima DP dari mereka."


"Kak, apa kakak sudah tanya sekretaris Mark dimana Kay berada sekarang?"


Lisa menghentikan aktifitas mulutnya yang sedang mengunyah. Lalu menggelengkan kepalanya,


"Mark belum kembali Vi."


Violet menghela nafas.


Kemudian ingatannya kembali pada, mansion milik Kay.


"Kak aku masih tau satu tempat yang mungkin bisa memberiku petunjuk dimana Kay berada."


"Oh ya? Dimana?"


"Emm... aku tidak tau letak pastinya karena Kay mengajakku kesana pas malam hari. Dan perjalanannya membutuhkan waktu beberapa jam. Tempat itu mansion yang berada diatas tebing pinggir pantai. Kakak tau kira-kira ada dimana? Karena aku ketiduran saat perjalanan jadi tidak tau arah jalannya." jelas Violet yang kemudian berubah berwajah kecewa.


"Sekretaris Mark tau tempat itu kak, karena saat itu sekretaris Mark juga yang mengantarkanku pulang." lanjut Violet menyambung ingatannya.


"Mansion di tebing tepi pantai? Setauku disini tidak ada Vi."


"Akh mana mungkin tidak ada. Tempat itu juga memiliki banyak penjaga dan pelayan. Oh ya ada 1 lagi yang menjadi kepala para pelayan itu bernama Mike."


"Mike? Maksudmu Sekretaris Mike?"


"Hah? Sekretaris?"


"Benar. Saat makan bersama, Mark pernah jumpa dengan temannya yang bernama Mike. Dia bilang Mike adalah salah satu sekretaris Kay dibisnisnya bidang pertambangan."


"Apa?"


"Benar. Kay memiliki kerajaan bisnisnya sendiri. Dia bahkan menanam saham dibanyak perusahaan besar. Sekretarisnyapun ada beberapa yang pasti disetiap bisnisnya dia memiliki orang kepercayaan yang tidak mungkin berkhianat. Sedangkan Mark adalah orang kepercayaannya yang paling dia percaya."

__ADS_1


"Apa dia sekaya itu?"


"Lebih kaya dari yang kamu bayangkan Vi, makanya banyak wanita yang mendekatinya. Tapi dia justru tertarik padamu."


"Apa aku seberuntung itu?"


"Yaa setidaknya aku yakin ada ribuan gadis yang mendambakan posisi seperti kamu saat ini dihati Kay."


"Aku tersanjung. Tapi semua sia-sia kak. Aku sudah terlambat menyadarinya. Dan dia pergi aku tidak tau harus mencarinya kemana. Semua orang yang aku tanya tidak mau memberitahuku sama sekali." Violet menundukkan wajahnya, matanya mulai berkaca-kaca.


Lisa meraih tangan adiknya.


"Jika memang jodoh nanti akan ada jalan untuk bersama Vi."


"Aku merasa sudah tidak memiliki kesempatan memperbaiki semuanya."


"Jika kamu memiliki kesempatan, apa kamu akan memperjuangkannya?"


Violet menganggukkan kepalanya.


"Aku akan berusaha bicara dengan Mark. Kamu jangan banyak berpikir negatif dulu ya."


"Terima kasih kak."


_ * * * _


Siang ini Violet berencana kekantor induk Neptunecorps untuk bertanya pada Sindy dimana alamat mansion Kay. Tapi saat berjalan keluar dari lift justru Violet bertemu dengan Mark.


"Sekretaris Mark." Violet terkejut dengan pria yang ada dihadapannya.


"Nona Violet. Sedang apa disini?" tanya Mark yang juga terkejut dengan keberadaan Violet ditempat itu.


"Jangan memanggilku nona. Aku calon adik iparmu, jadi panggil aku Violet saja." Violet tersenyum menggoda Mark.


"Apa kamu menyetujuinya?"


"Tentu saja! Asal kakakku bahagia, dengan siapapun aku akan setuju. Tapi tolong jangan kecewakan dia. Dia saudaraku satu-satunya yang aku cintai."


Mark tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Lalu kenapa kamu disini?"

__ADS_1


"Tadinya aku mau bertemu dengan sekretaris Sindy. Tapi malah ketemu kakak Ipar jadi aku mendapatkan keberuntungan."


"Hahaha, Panggil aku kakak saja sebelum aku dan kakakmu resmi menikah hemm..."


"Siap." Violet meletakkan tangannya dipelipis.


"Baiklah ayo kedalam kantorku." ajak Mark.


Violet mengangguk dan berjalan mengikuti Mark.


"Mau minum apa?"


"Soda boleh." jawab Violet sambil melihat sekeliling ruang kerja Mark yang tampak rapi.


"Ruang kerjamu sudah seperti ruang presdir ya kak."


Mark tersenyum menanggapi ucapan Violet,


"Ruang kerja presdir 5 kali lebih besar dari ini." jawabnya sambil mengambil 2 kaleng minuman soda dingin dari lemari es.


"Benarkah? Tapi sayang tidak ditempati." Violet langsung memancing pembicaraan mengarah pada Kay.


"Darimana kamu tau?" Mark menyodorkan kaleng soda itu.


"Aku sudah tau semuanya kak, Kak lisa sudah menceritakan semuanya."


"Oh ya? Semuanya?" Mark yang terkejut mendengar perkataan Violet kembali memastikan bahwa pendengarannya tidak salah.


"Iya. Kak Lisa sudah menceritakan soal Kay yang sebenarnya dari awal berniat mendekatiku. Buka kakakku."


"Lalu bagaimana tanggapanmu sekarang?"


Violet terdiam dan menarik nafas panjang lalu perlahan menghembuskannya.


"Aku terlambat menyadarinya dan sekarang dia pergi karena aku yang mengusirnya. Aku tau dia pasti sangat tersinggung dan terhina dengan ucapan kasarku. Sampai dia pergi tanpa berpamitan, dan meninggalkanku seakan-akan dia tidak pernah mengenalku." Mata Violet berkaca-kaca.


"Lalu apa rencanamu sekarang setelah dia pergi?"


"Aku ingin menemuinya. Aku ingin memperbaiki kesalahanku, atau setidaknya meminta maaf padanya." jawab Violet dengan air matanya yang sudah mengalir.


Mark terdiam mendengar jawaban Violet. Disatu sisi dia merasa tugas dan rencananya akan lebih mudah dengan situasi Violet saat ini. Tapi disisi lain masih harus melalui persetujuan Lisa yang pasti akan sangat sulit. Belum lagi kesiapan Violet jika harus mengetahui kenyataan bahwa Kay sudah melupakannya.

__ADS_1


"Kakak Mark, dimana dia sekarang? Aku ingin bertemu dengannya." Violet memohon dengan menakupkan kedua telapak tanganya didepan dadanya.


__ADS_2