Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Kaisar Neptunus 1


__ADS_3

20:00 pm.


"Kakak Mark, sejak kapan disini?" tanya Violet sambil menghampiri Mark dan Lisa yang duduk berdampingan mesra disofa.


"Sudah dari tadi Vi."


Violet ikut nimbrung duduk bersama mereka.


"Vi, ada yang mau kita bicarakan." ucap Lisa dengan serius.


"Humm... mau bicara apa?" sahut Violet.


"Kita tunggu seseorang datang dulu baru setelah itu kita bicara."


"Ada apa sih kok kayaknya serius banget." tanya Violet penasaran.


"Sabar. Tunggu dia datang."


"Emang siapa sih? Jadi deg-degan aku."


Tok tok tok...


Mbak Sum berlari kecil membuka pintu begitu mendengar pintu diketuk.


Violet terbelalak, terkejut melihat tamu yang datang.


"Dia?" tanya Violet sambil kemudian menatap Mark.


"Benar, Virgia. Gadis yang pernah dikenalkan Mr. Kay sebagai calon istrinya."


"Hai semuanya. Maaf aku terlambat datang." sapa Gia dengan ramah.


Lisa dan Mark mengangguk menerima salam Gia sedangkan Violet masih binggung menatap Gia.


"Hai Violet. Kanalkan, namaku Virgia, kamu bisa memanggilku Gia." Gia memperkenalkan dirinya pada Violet sambil mengulurkan tangannya.


Violet menyambut uluran tangan Virgia, dengan tangannya yang gemetar.

__ADS_1


"Luar biasa. Tanganmu sangat hangat, dan bau hormonmu sangat menggoda." ucap Gia sambil mendekatkan wajahnya keleher Violet.


Violet bergidik jijik mendengar ucapan Gia.


" Hahaa.. Tenang saja Vi, Gia wanita normal. Dia menyukai pria." ucap Mark seakan mengerti apa yang dipikirkan Violet.


"Maaf." Violet merasa sungkan pada Gia.


Gia tersenyum ramah,


"Tidak apa-apa."


"Silahkan duduk." Lisa mempersilahkan Gia yang masih berdiri.


"Violet, Virgia adalah dokter ahli kami dibidang kesehatan, dia ahli dalam membuat obat dan dia juga kepala team bidang pembuatan alat-alat medis." Mark memperkenalkan Gia lebih banyak pada Violet.


"Gia juga ahli khusus yang merawat Mr. Kay." lanju Mark kemudian.


"Merawat Kay? Jadi benar dia sakit? Apa sakit jantungnya parah?"


"Bisa dikatakan seperti itu. Sekarang bahkan memori otaknya saat berada disini kemarin hilang." sahut Gia.


"Ya semacam itu. Tapi bisa pulih jika kita sudah memberikan penawarnya."


"Penawar? Jika memang ada penawarnya kenapa tidak segera kalian berikan?" tanya Violet dengan cemas.


"Masalahnya penawarnya bukan obat ataupun alat yang bisa diciptakan."


"Aku tidak paham dengan perkataan kalian. Coba jelaskan dengan baik supaya aku bisa mengerti!" pinta Violet semakin was-was.


"Baiklah dengarkan aku baik-baik. Jangan menyela ucapanku. Jika ingin bertanya maka tunggu aku menyelesaikan penjelasanku ini. Bisa kamu mengerti?" Gia mencoba membuat Violet untuk bisa lebih tenang dan mengontol kepanikan dirinya.


Violet menganggukkan kepalanya setuju.


"Jadi begini Violet. Kamu lihat, kami secara fisik sama. Tapi sebenarnya kita berbeda. Kita bukan asli dari bumi ini. Kita dari planet yang sangat jauh. Kita berasal dari planet yang oleh manusia disebut planet Neptunus."


Gia menjeda penjelasannya sesaat, ketika melihat wajah Violet terkejut dan seakan tidak percaya dengan penjelasannya.

__ADS_1


"Manusia bumi sering menyebut kita sebagai Alien. Tapi mereka salah menggambarkan kami, ada beberapa gambar yang benar tapi bukan dari planet kami. Tapi dari planet yang berbeda lagi. Dan Mr. Kay atau Ri Kay Ray adalah kaisar diplanet kami."


"Haaaah kaisar?" Violet tidak mampu menahan, suaranya lolos begitu saja tanpa dia sadari. Gia bisa memaklumi keterkejutan Violet atas penjelasannya. Pasti akan sulit untuk akal Violet menerimanya.


"Benar. Dia adalah yang mulia kaisar Ri Kay Ray. Dan kaisar adalah satu-satunya bangsa kami yang memiliki darah campuran bangsa kami dengan manusia. Ibu kaisar adalah Manusia yang menikah dengan bangsa kami. Dan kaisar tidak memiliki saudara kandung. Lima tahun yang lalu bangsa planet Ariexsus mencoba menerobos masuk kedalam benteng pertahanan planet kami. Bangsa planet Ariexsus adalah mahkluk yang paling jahat yang ada diseluruh galaksi. Mereka tinggal di Planet yang beku, dan senjata mereka bisa membekukan apa saja yang terkena senjatanya. Saat itu salah satu pasukan planet Ariexsus berhasil melukai kaisar dengan menembakkan salah satu senjatanya kedalam dada dan hampir mengenai jantung kaisar. Kaisar Ri Kay Ray berhasil diselamatkan tapi pada saat-saat tertentu energi dingin dari efek senjata itu masih mempengaruhinya dengan hebat. Jika itu terjadi tanpa penawar energi yang cukup hangat maka dia bisa membeku dan sangat sulit untuk dipulihkan. Bahkan sekarang keadaan kaisar semakin parah. Dan efek dari racun beku itu sedikit demi sedikit kekuatannya melemah juga ingatannya mulai hilang." Gia menjelaskan secara garis besar permasalahan yang ada.


"Benar Violet." Mark menimpali, pandangan Violet beralih kepada Mark yang kemudian melanjutkan ucapannya, menyempurnakan penjelasan Gia.


"Kaisar dan aku adalah saudara sepupu. Hanya saja kedua orang tuaku asli bangsa Neptu. Dua hari sebelum kaisar kami bawa kembali ke planet Neptunus dia menceritakan bahwa selama tiga hari dia mampu bertahan dibumi tanpa suntikan energi untuk menghangatkan tubuhnya karena dia mendapatkan energi yang besar dari seseorang."


"Siapa?" tanya Violet dengan cepat.


"Kamu."


"Apa? Aku? Tapi bagaimana bisa? Aku tidak pernah memberikan apapun padanya." tanya Violet binggung.


"Apakah selama kamu bersama kaisar dia sering melakukan kontak fisik denganmu?"


"A-apa? Pertanyaan macam apa itu!" Violet gugup, pertanyaan Mark membuatnya malu sampai wajahnya memerah.


"Itu perlu kamu jawab supaya kami tau. Jika kamu ingin menolongnya, membantu kami berusaha menyelamatkan nyawanya." ucap Mark yang membuat Violet bimbang antara jujur dengan resiko malu atau bohong tapi mempertaruhkan keselamatan Kay.


"I-iya. Dia suka sekali menempel." jawab Violet dengan gugup.


"Apa kamu merasakan sesuatu saat dia menempel padamu?"


"Emm... jantungku berdebar."


Gia tersenyum geli mendengar jawaban Violet. Selain karena jawabannya yang polos juga wajahnya yang memerah malu membuatnya terlihat lucu.


"Maksudku bukan jantungmu berdebar. Jantungmu berdebar itu karena efek sentuhan lawan jenismu yang kamu sukai." jelas Gia dengan gamblang.


"Haaaa..?" mata Violet melotot tidak percaya jawabannya justru membongkar isi hatinya.


"Lalu maksudmu apa?" Lisa yang sejak tadi menyimak jadi ikut menimpali.


"Maksudku dia ikut merasakan sakit, atau tubuhnya menjadi lemas, atau yang lainnya."

__ADS_1


Violet mencoba mengingat lagi saat-saat setiap bersama Kay dulu.


__ADS_2