Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
PERNIKAHAN 10


__ADS_3

"Kamu baik-baik saja?" tanya Kaisar begitu masuk kedalam kamar dan bertemu dengan Violet.


"Aku baik-baik saja. Mungkin dia yang tidak baik-baik saja." jawab Violet sambil mengangkat dagunya.


Kaisar menghela nafas lega,


"Syukurlah. Sebaiknya lain kali kamu menghindarinya. Aku memiliki firasat jika dia memiliki rencana jahat dan mengincarmu."


"Lagipula kenapa kamu mengundangnya kemari? Bukankah dia sudah pernah mau menjajah dan menguasai planet ini?"


"Aku mengundang ayahku. Bagaimanapun juga dia tetap ayahku. Dan sudah sewajarnya seorang suami mengajak serta istrinya."


"Tapi bukankah itu sama saja memberinya peluang untuk berbuat jahat lagi?"


"Dia hanya masuk kedalam Neptunus berdua, pengawal dan yang lainnya dari Ariexus ditahan jauh dari Neptunus."


"Tapi menurutku itu tidak cukup menjamin bahwa dia tidak akan berbuat jahat lagi."


"Aku tau. Aku menyiapkan orang khusus untuk mengawasinya. Lagipula dia tidak membawa senjata."


"Bukankah dia memiliki sihir?"


"Bagaimana kamu mengetahuinya?"


"Entahlah. Tadi aku merasakan gerakan tangannya lalu tiba-tiba saat aku menepuk kedua tanganku dia terpental. Aku merasa aneh dengan yang terjadi tadi.


Tapi sungguh aku tidak memiliki niat menyakitinya." jelas Violet.


"Aku tau. Kamu tetaplah disini, bersamaku hemm." kaisar mencubit gemas dagu Violet.


"Ling, panggilkan dokter Virgia juga Pangeran Mark dan Putri Lisa!"


"Hamba siap laksanakan perintah baginda Kaisar." ucap Ling kemudian berjalan mundur beberapa langkah dan pergi.


"Kenapa mesti memanggil kak Virgia juga?"


"Untuk memeriksa reaksi tubuhmu terhadap sihir Ariexa tadi." jawab Kaisar sembari menuntun Violet untuk duduk bersantai bersamanya.


"Apa benar aku juga memiliki sihir? Aku rasa itu mustahil. Kurasa tadi dia hanya terkejut saja saat aku menepuk tanganku." terang Violet, meskipun dirinya sendiri tidak yakin dengan ucapannya.


Beberapa saat kemudian ketiga orang yang dipanggil Kaisar sudah datang.


"Ada apa? Sepertinya penting sekali?" tanya Virgia yang memang belum mengetahui kejadian yang telah Violet alami.


"Periksa Violet !" titah Kaisar menggenggam tangan Violet yang membuat si empunya menjadi berdebar.


"Kamu kenapa Vi? Kelihatannya baik-baik saja." tanya Gia binggung.


"Tadi Ariexa mencoba menyerang Violet. Tapi justru dirinya yang terpental. Aku ingin memastikan apa penyebabnya." terang Kaisar.


"Ikut denganku Vi. " pinta Virgia yang diikuti oleh Violet.


Lisa mengenggam erat tangan Mark, perasaan khawatir dan takut begitu besar menghantui dirinya.


"Tenang saja, aku yakin Violet akan baik-baik saja." Mark menenangkan sembari mengusap lembut tangan Lisa yang berada dalam genggamannya.


Kaisar hanya melirik mereka berdua.


_ _ _ * * * _ _ _


"Apa yang kau lakukan? Jangan melakukan apapun yang membuatku semakin tidak dihargai disini!" tanya Yuan Lou dengan bibir bergetar menahan emosi.

__ADS_1


Bagaimana tidak, setelah sekian lama saat ini adalah saat yang paling dirinya nantikan untuk kembali memperbaiki hubungannya dengan putranya Kay. Meskipun dalam kuasa Ariexa tetapi nalurinya sebagai ayah tetap mendarah daging dalam dirinya.


"Aku merasakan ada yang aneh dari gadis itu. Aku merasakan energi yang sangat kuat. Aku yakin gadis itu bukan gadis biasa."


"Ariexa cukup! Jangan lakukan lagi. Bukankah kau ingin menguasai aku? Kuasai saja aku tapi biarkan mereka menjalani kehidupan mereka sendiri. "


"Cih! Aku menginginkan dirimu, sekaligus planetmu! Aku ingin kita berdua menguasai planet ini. Kau yang semestinya menjadi Kaisar Neptunus. Bukan anakmu yang masih bocah itu!" jawab Ariexa tak kalah sengit.


"Kau salah besar! Aku bahkan tidak memiliki setitikpun hak atas tahta Kekaisaran Neptunus semenjak aku membuat kesalahan dengan memilih bersamamu. Tahta Neptunus Mutlak milik putraku."


"Diaaaammm...!!!" Teriak Ariexa.


Seketika Yuan diam dan menundukkan wajahnya. Lagi-lagi, setelah sekian tahun dirinya tidak mampu membantah Ariexa. Sadar dengan keadaan suaminya, wajah Ariexa berangsur berubah.


"Suamiku, maaf aku sudah membentakmu." Ariexa mengusap lembut kedua punda suaminya sembari menggoda dengan mendekatkan wajahnya ketelinga Yuan agar Yuan bisa merasakandesahan nafas dan suaranya yang menggoda.


_ _ _ * * * _ _ _


"Mark, bagaimana menurutmu? Apa yang terjadi pada Violet? Kenapa tubuhnya berreaksi terhadap energi Ariexa? " tanya Kaisar ketika mereka bertiga duduk menunggu Virgia selesai memeriksa Violet.


"Aku tidak yakin, tapi mungkinkah energi Violet lebih besar dari yang kita kira? "


"Bisa jadi. Bukankah bertahun-tahun aku hidup tersiksa dengan rasa dingin yang menusuk dan Violetlah yang berhasil menghilakan semuanya tanpa bekas? Meskipun dengan itu dia hampir saja kehilangan hidupnya. "


"Kenapa harus Violet yang menanggung semua ini? Ini salahku mengajaknya kembali ketempat ini. Jelas-jelas tempat ini sangat buruk untuk keselamatannya. " Lisa terisak. Mark merangkul istri barunya untuk menenangkan.


Violet dan Virgia muncul, diikuti beberapa pelayan termasuk Ling.


"Kemari dan duduklah!" pinta Kaisar kemudia mengibaskan tangannya sebagai isyarat pada para pelayannya agar meninggalkan mereka berlima.


"Bagaimana?"


"Semuanya baik-baik saja. Kurasa hal tadi terjadi karena energi yang dimiliki Violet berlawanan dengan energi Ariexa. Dan energi Violet jauh lebih besar dibandingkan energinya."


"Kak, aku baik-baik saja. Percayalah wanita buruk rupa itu tidak akan pernah bisa mencelakai aku sedikitpun." Violet menenangkan kakaknya.


"Bukankah dia sangat licik? Dia bisa saja menjebakmu. Bagaimana jika kau pulang ke Bumi dulu? Aku yakin kamu akan lebih aman disana. "


"Kak, aku akan pulang. Bersama dengan dirimu. " tegas Violet.


"Keselamatanmu lebih penting bagiku Vi! "


"Kaisar dan kak Mark akan menjagaku. Benarkan? " Violet menatap Kay dan Mark bergantian.


"Aku akan lebih ketat menjaga Violet. Dia akan selalu ada disampingku Lis. Kamu tidak perlu khawatir lagi." jawab Kaisar dengan kesungguhan.


"Apa? Apa maksudnya selalu berada disampingmu? Apa itu artinya aku akan tinggal lebih lama lagi disini? Bersamamu?" tanya Violet dengan suara lebih keras.


"Apa kamu punya cara lain yang bisa membuatmu lebih aman dari itu? " tanya Kaisar tersenyum penuh makna.


Violet terdiam, seketika pikirannya buntu dari ide-ide cemerlangnya. Hanya satu hal yang Violet tau pasti. Yaitu, ada maksud terselubung Kaisar bersamaan dengan keputusan yang dia buat.


"Violet, bagaimana? " tanya Mark memecah pikiran yang berkecamuk dikepala Violet.


"Ahh... Aku apa bisa menolak? " tanyanya setengah pasrah.


"Tidak!" jawab Kaisar dengan tagas membuat Violet menjadi sepenuhnya pasrah.


"Tapi Violet, besok datanglah ketempatku. Aku ingin memeriksa beberapa hal lagi padamu. Aku harus memperkecil segala kemungkinan yang bisa saja timbul nanti."


"Terserah padanya apa dia mau?" Violet melirik Kaisar.

__ADS_1


"Kenapa aku? Bukankah Virgia hanya meminta dirimu? "


"Huuuffftt... " Violet mendengus kesal.


"Bukankah tadi yang Mulia Kaisar yang memberikan titah agar aku selalu disampingnya? "


Kaisar tersenyum, gemas sekali rasanya bisa kembali melihat ekspresi kesal Violet setelah sekian lama.


"Baiklah. Dia akan datang bersamaku besok. Kalian boleh pergi sekarang. "


Mereka berempat beranjak dari tempat duduk masing-masing.


"Kacuali kamu." Kaisar menunjung Violet, membuat Virgia, Lisa, maupun Mark tersenyum. Tentu saja orang sedewasa mereka paham dengan maksud Kaisar.


"Aku? Kenapa? " tanya Violet dengan wajah polosnya.


"Bukankah kau harus selalu disampingku? "


"Aku ingin mengantar kakakku setidaknya sampai dipintu."


"Apa itu perlu Lisa? "


"Emm... tidak perlu, tidak apa-apa."


"Haaahh... tapi kak,-"


"Duduk! " titah Kaisar, Violet memilih menurut dan memandang langkah kakaknya meninggalkan dirinya kembali terkurung dikamar Kaisar.


Kaisar mengamati wajah kesal milik Violet.


"Vi, apa kamu lapar? "


"Tidak."


"Kamu ingin sesuatu? "


"Tidak. "


"Kamu marah padaku?"


"Tidak. "


Kaisar berdiri dari tempat duduknya dan berdalan mendekat Kenbelakang bangku dimana Violet duduk dengan malasnya.


"Apa kamu mau bermain denganku? "


"Tidak. "


"Apa kamu ingin mandi dan membersihkan dirimu? "


"Tidak. "


Selalu mendapat jawaban yang sama membuat Kaisar ingin bermain-main sejenak dengan Violet untuk menumpahkan rindu yang menyiksanya selama ini.


"Apa kamu menolak jika aku menciummu? "


"Tidak. "


Dengan cepat Kaisar menarik tengkuk Violet dan mencium Violet.


Sedangkan Violet yang baru saja sadar dengan jawabannya belum sempat meralat sudah mendapatkan serangan dari Kaisar membuatnya terkejut.

__ADS_1


Readersku tersayang. Maaf lama sekali off dan tidak update. Ada banyak hal yang harus aku selesaikan, terlebih si kecil mulai sangat aktif dan baru saja sembuh. Minta do'a dari kalian semua supaya aku sehat selalu dan memiliki banyak waktu untuk bisa up. Terima kasih.


__ADS_2