
Violet sudah siap untuk kembali bekerja. Lisa memerintakan Uci untuk terus bersama Violet saat berada diluar rumah. Bahkan dua orang body guard kembali disewa oleh Lisa untuk menjaga Violet.
"Vi, minum dulu Vitaminmu!" teriak Lisa sambil membawa sebutir Vitamin dan segelas air putih.
"Eh Iyaa lupa. Terima kasih kakak sayang." Violet langsung menelan vitamin tersebut dengan cepat.
"Mbak Uci, Violet jangan dikasih banyak jadwal dulu. Satu hari hanya boleh mengerjakan dua job."
"Siap bu Bos. Ayo Vi!" Uci menggandeng tangan Violet.
"Apa jadwalku hari ini?"
"Pertama kamu menghadiri acara reality show. Setelah itu meeting dengan pihak Neptunecorps untuk jadwal iklan selanjutnya dan juga rangkaian produknya akan ditambah. Jadi akan ada banyak jadwal padat untukmu setelah ini."
"Kenapa sih hari pertama harus Neptunecorps? Yang lain dulu saja!"
"Nggak bisa Vi. Kamu terikat kontrak, kamu ijin cuti selama sebulan tapi kamu cutinya hampir dua bulan. Bayangkan saja kamu hampir tidak bekerja selama itu tapi honor di rekeningmu sudah masuk!" jelas Uci gemas.
"Aku berharap semoga tidak bertemu dengannya. Aku ingin move on secepatnya!" batin Violet.
Dikantor Induk Neptunecorps
Violet ditemani Uci memasuki ruangan meeting. Ruangan dengan nuansa putih dengan tanaman hijau di sekeliling dan sudutnya. Salah satu tempat yang menjadi kenangannya dengan Kay.
Suara pintu dibuka, lima orang masuk kedalam ruangan itu. Kay, Mark, Sindy, dan dua orang body guard Kay yang akhirnya berjaga dipintu.
Semua karyawan yang ada diruangan tersebut berdiri menyambutnya, tidak terkecuali Violet.
"Maaf saya terlambat. ucap Kay sambil mengancingkan jas yang ia pakai.
"Silahkan kembali duduk!"lanjutnya setelah terlebih dahulu duduk dikursinya.
Violet menatapnya dengan rasa penasaran,
"Kenapa dia mengacuhkanku? Bahkan tidak melihatku sama sekali." batinnya.
Sindy mempresentasikan meeting hari ini dengan baik dan lancar. Semua menyimaknya dengan seksama, terkecuali Violet. Matanya menatap layar namun pikirannya melayang karena sikap Kay yang tiba-tiba seperti mengacuhkannya.
"Jadi produk terbaru kita merupakan rangkaian dari produk sebelumnya. Jadi untuk itu nona Violet harus kembali mengikuti tour promosi kita kebeberapa kota. Karena promosi kita untuk produk sebelumnya sukses dan penjualan produk tersebut sampai saat ini melampaui target kita." jelas Sindy mengakhiri kalimatnya.
"Apakah ada pertanyaan?" lanjutnya kemudian.
Violet mengangkat tangan kanannya,
"Silahkan nona Violet!" ucap Sindy dengan bahasa formalnnya.
Sejenak Violet melirik wajah Kay yang masih fokus kepada layar dan mengabaikan dirinya.
"Emm... Tour promo-nya kapan dimulai?"
__ADS_1
"Nanti akan akan kami konfirmasi lagi pada manager anda nona."
Violet kembali melirik Kay yang masih tetap enggan memberikan tatapan matanya pada Violet. Ada rasa sakit diabaikan namun Violet sadar, bukankah ini yang dia inginkan.
Meeting hari itu berakhir dan Violet masih saja mencuri waktu untuk melirik kearah Kay. Namun satu hal yang tidak Violet sadari adalah, Mark memperhatikan setiap pergerakannya.
Violet moodnya hancur seketika karena merasa diabaikan oleh Kay.
"Mbak Uci tunggu di loby aku mau ke toilet dulu."
"Jangan lama yaa."
"Nggak kok. Paling lima jam!" jawab Violet dengan malas.
"Dasar anak ini." gerutu Uci sambil melanjutkan langkahnya.
Didalam Toilet Violet menatap bayangan wajahnya melalui cermin besar yang terpajang diwastafel.
Violet membasahi wajahnya dengan air dan menepuk-nepuk ringan pipinya. Bayangan Kay yang begitu acuh tadi membuatnya kesal.
Kemudian dua orang wanita mendekat kearahnya, salah satunya wanita dengan perut besarnya.
Wanita itu memandang wajah Violet dicermin, dia membolakan matanya dan menatap wajah Violet yang binggung memandangnya.
"Yaa Ampun! Arshine Violet ya? Iya benar! Ini Arshine Violet. Yaa Ampun mimpi apa aku tadi malam bertemu denganmu?" seru dua wanita itu dengan semangat.
"I-iya saya Violet." jawab Violet gugup karena binggung.
"Iya. Boleh ya aku minta foto bersama." sahut yang satunya lagi.
"I-iya boleh."
Violet mengulurkan tangannya untuk menyentuh perut wanita itu, tapi tangan kokoh segera menghentikan dan menarik kembali tangannya.
"Kau?" Violet menatap Kay dengan terkejut sedangkan dua wanita yang sebelumnya sangat bersemangat meminta foto dengannya menjadi diam dengan wajah ketakutan.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Kay pada kedua wanita itu yang merupakan karyawannya.
"Maafkan kami Mr. Kay." ucap mereka berdua dengan suara bergetar ketakutan.
"Kambali kepekerjaan kalian jika masih ingin bekerja disini!" perintahnya kemudian Kay menarik tangan Violet dengan paksa untuk keluar dari toilet tersebut.
"Lepaskan!" Violet menyentakkan tangannya dari genggaman Kay.
"Mereka tidak mengangguku. Mereka hanya ingin berfoto dan wanita hamil ini ingin aku mengelus perutnya. Apa yang salah?" jelas Violet.
"Maafkan dia. Ayo kita berfoto. Kalian boleh berfoto denganku sebanyak yang kalian mau." ucap Violet dengan senyum manisnya pada dua wanita yang masih menunduk ketakutan.
"Tidak perlu nona. Maafkan kelancangan kami tadi." jawab mereka dengan suara bergetar.
__ADS_1
Violet menoleh pada Kay yang masih berdiri dengan gaya cool nya.
"Kemari!" pinta Violey yang hanya ditanggapi lirikan oleh Kay.
"Kemari, Ayoo!" Violet meraih lengan tangan Kay menariknya mendekat pada kedua wanita itu.
"Mr. Kay, apakah kamu mengijikan mereka untuk berfoto denganku?" tanya Violet sambil mencubit Pinggang Kay.
"Awwwhh..." rintih Kay sambil memandang Violet dengan melebarkan kelopak matanya yang dibalas dengan hal sama oleh Violet.
"Iya baiklah lakukan sesuka kalian." Kay mengalah.
Tapi jawaban Kay tidak bergitu saja membuat ketakutan dua wanita itu mencair yang masih jelas terbaca oleh Violet.
"Mr. Kay bolehkan kalau kami minta tolong untuk take photo kami bertiga?" tanya Violet berusaha meyakinkan kedua wanita itu.
"Baiklah! tapi ada syarat yang harus kamu penuni nanti." ucapnya pada Violet.
"Terserah. Yang penting foto kami bertiga dulu!" ucap Violet.
"Mana ponsel kalian?" tanya Violet.
Wanita hamil itu dengan ragu menyerahkan ponselnya.
"Kemari, dan berikan senyuman terbaik kalian. Jangan mengecewakanku." pinta Violet dengan ramah.
Kay mendengar ucapan ramah Violet dengan baik, kemudian tersenyum.
"Satu, dua, tiga,... Cekrek...!" beberapa kali mereka berganti gaya untuk berfoto. Kay menyerahkan ponsel mereka untuk dilihat hasilnya.
"Aku akan mengusap perutmu." ucap Violet kemudian pada wanita hamil yang ada disebelahnya.
"Tapi nona,-" wanita itu belum menyelesaikan ucapannya tangan Violet sudah sampai diperutnya dan mengusapnya dengan lembut.
"Apakah dia seorang gadis?" tanya Violet yang diangguki wanita itu dengan air mata penuh haru.
"Hai baby girl, jadilah anak yang baik, cantik, dan pintar. Sehat selalu yaa didalam sana." bisik Violet pada perut wanita itu.
"Nona Violet, bukan hanya wajahmu yang cantik, tapi hatimu jauh lebih cantik. Terima kasih." ucapnya tulus.
"Sama-sama." jawab Violet kemudian memeluk mereka bergantian.
Sedangkan Kay yang melihat semua kejadian itu semakin membuatnya kagum dengan Violet.
"Ayo ikut denganku." ucap Kay pada Violet.
"Aku sudah ditunggu mbak Uci di Loby."
"Dia sudah ku suruh pulang dengan kedua pengawalmu itu."
__ADS_1
"Ck! Mana bisa begitu? Kenapa kamu selalu saja semaumu! Menyebalkan!" Violet menghentakkan kakinya dan berjalan diikuti Kay dibelakangnya.
Kedua wanita yang berada ditoilet itu hanya berani menatap perdebatan mereka dengan diam.