Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Aku Bisa Membuatmu Jatuh Cinta


__ADS_3

"Bagaimana boy?"


"Sorry bos. Gadis bernama Violet ada banyak. Coba bos lihat apa ada diantara mereka gadis yang bos maksud?" Boy menunjukkan rentetan foto gadis dilayar komputernya.


Chandra mengamatinya satu persatu.


Beberapa menit kemudian, dia menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada. Mungkinkah dia menyebutkan nama palsu?"


"Bisa jadi bos. Tapi coba lihat ini. Apakah dia yang bos maksud?" Boy menunjukkan foto melalui ponselnya.


Chandra memperhatikan foto itu dan tersenyum senang,



"Benar. Dia orangnya." ucap Chandra dengan semangat.


"Siapa dia?"


"Namanya Xing Arshine Violet. Seorang model yang cukup terkenal. Belum lama ini menjadi trending berita dilamar oleh CEO Neptunecorps, tapi tidak lama kemudian Kay, CEO Neptunecorps membuat konferensi pers dan mengklarifikasi itu sebuah ketidak sengajaan. Dan disaat bersamaan dia memperkenalkan Virgia sebagai calon istrinya. Kemudian berita itu menguap begitu saja.


"Neptunecorps? Wooww... Pasti dia bukan gadis biasa sampai bisa ada pemberitaan dengan CEO Neptunecorps."


"Bisa jadi seperti itu, karena dia adalah brand ambasador salah satu produk perusahaan itu."


"Tapi berita baiknya itu hanya kesalah pahaman, dan CEO Neptunecorps sudah memiliki calon istri. Berarti aku memiliki kesempatan." ucap Chandra optimis.


"Bos, kenapa tumben sekali kamu mencari tau seorang gadis? Dan kamu bilang kesempatan? Apa kamu benar-benar sudah ingin berhenti jadi play boy?" tanya Boy penasaran sambil tersenyum mengejek.


Tentu saja Boy berani melakukannya karena meskipun Chandra adalah bosnya tapi mereka adalah sahabat sejak sekolah. Hanya nasib mereka saja yang berbeda. Chandra adalah anak seorang milyarder sedangkan Boy hanyalah anak seorang karyawan dari perusahaan ayah Chandra. Tapi mereka bersahabat tanpa halangan perbedaan strata sosial mereka.


"Diam kau! Cepat beri tau aku ada informasi apa lagi?"


"Dia memiliki seorang kakak bernama Yue Arshana Lisa. Kedua orang tua mereka lebih sering berada di Belanda untuk urusan bisnis mereka. Dan ini foto kakaknya.


Boy menggeser layar ponselnya dan menunjukkan foto kebersamaan Violet dan Lisa.



"Wajah mereka tidak tampak mirip."


"Karena wajah kakaknya lebih mirip pada ibunya, sedangkan wajah Violet lebih mirip pada ayahnya." jelas Boy.


"Good job Boy! Kamu minta imbalan apa?"


Boy menunjukkan selembar brosur perangkat komputer terbaru yang sangat canggih.


"Ini terlalu mahal untuk tugasmu yang mudah ini. Hanya saja tadi kamu membuatnya seolah-olah sulit karena memberikanku.banyak gambar gadis lain."

__ADS_1


"Benar bos trikku selalu gagal dan terbaca olehmu. Aku membutuhkannya untuk tugas lain yang lebih penting darimu nanti bos. Lagipula harga itu tidak akan membuatmu miskin. Bahkan harganya bisa lebih murah dari harga sepasang sepatumu bos."


"Baiklah. Kamu akan segera mendapatkannya. Berikan aku alamat rumah dan yang lainnya. Jangan lupa kirimkan foto itu padaku."


"Untuk apa bos? Dia seorang model terkenal. Kamu bisa mendapatkan banyak fotonya dengan mencarinya melalui internet."


"Kemu benar. Baiklah. kirimkan padaku alamat dan informasi lainnya tentang dia."


"Siap bos."


Chandra kemudian keluar dari ruangan besar berisi banyak perangkat digital yang berada diapartemen lantai teratas gedung itu.


"Kita akan segera bertemu lagi gadis galak. Kamu membuat malamku gelisah. Dan kamu akan mendapatkan balasan dariku karena sudah berani bermain-main didalam sini dan siniku." ucapnya sambil menunjuk dada dan kepalanya.


_ * * * _


Pagi dihari berikutnya.


"Bye-bye Vi. Aku berangkat dulu." pamit Lisa sambil memeluk adiknya, kemudian masuk kedalam mobil.


Violet melambaikan tangannya.


Violet yang sebelumnya numpang mobil Lisa untuk pergi ketaman. Violet pagi ini sangat bersemangat untuk olahraga kemudian berlari kecil mengelilingi taman kota itu.


Sedangkan di seberang jalan sepasang mata terus memperhatikan Violet dari dalam mobil. Mobil itu mengikutinya sejak dari rumah.


"Hai..." suara menyapa Violet dari sampingnya.


Violet menoleh kesumber suara itu. Tampak Chandra berdiri tegak dengan gaya cool, ditambah senyuman yang menawan. Setidaknya begitulah kesan yang tampak dimata para gadis, tapi itu tidak berlaku untuk Violet.


"Kamu, ngapain disini?" tanya Violet terkejut.


"Aku kebetulan jalan dan melihatmu jadi aku menghampirimu untuk menyapa." jawab Chandra berbohong.


"Oh ya?"


Chandra menganggukkan kepalanya.


Sedangkan Violet segera membuang pandangannya kearah lain.


"Aku sudah bilang kita akan bertemu lagi. Dan sekarang benar ucapanku jika kita akhirnya bertemu lagi."


Violet diam, enggan menanggapi.


"Mungkin kita jodoh." Chandra tersenyum melihat wajah Violet dari samping yang tetap terlihat cantik walaupun hanya terlihat separuh wajahnya.


"Kamu terlalu percaya diri. Jangan banyak berharap. Aku bahkan selalu kesal tiap bertemu denganmu."


"Kamu jangan lupa, benci itu terkadang rasa awal saat bibit cinta mulai tumbuh."

__ADS_1


"Tidak berlaku untuk kamu dan aku."


"Jangan buru-buru menolakku. Aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku." ucap Chandra dengan tingkat percaya diri penuh.


"Oh ya? Aku tidak tertarik untuk mencoba."


"Kenapa?" Chandra menaikkan sebelah alisnya.


"Kamu terlalu mudah jatuh cinta. Bertemu sekali minta dipanggil sayang, dan bertemu dua kali bicara perasaan. Labil sekali hatimu."


"Jangan menghakimiku seperti itu Violet. Aku memang terbiasa dekat dan kencan dengan banyak gadis. Tapi itu hanya untuk bersenang-senang saja. Mereka juga yang menawarkan dirinya untuk berkencan denganku."


"Nah justru itu. Para gadis rela menawarkan diriya untuk bersedia kencan denganmu karena kamu selalu mengatakan hal yang sama seperti yang baru saja kamu katakan padaku."


"Tidak. Aku tidak pernah."


"Berbohongpun aku tidak tau."


"Aku bisa bersumpah."


"Tidak perlu. Aku tidak perduli kamu mengencani berapa banyak gadis. Yang pasti jika kamu berpikir aku akan menjadi salah satu gadis korban modusmu itu. Kamu salah besar."


"Aku tidak berniat seperti itu padamu. Tapi_"


"Bagus kalau kamu tidak ada niat menjadikanku korbanmu. Jadi berhenti bersikap seolah-olah kamu sangat akrab denganku." setelah memotong ucapan Chandra, Violet langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Chandra yang terpaku mendengar ucapannya.


"Berhenti." Chandra meraih tangan Violet dan menariknya.


Violet membalikkan tubuhnya, mereka berhadapan dengan sangat dekat. Bahkan nafas Violet mampu didengar oleh Chandra. Berada diposisi sedekat itu dengan Violet membuat jantungnya bergetak cepat.


"Lepaskan." Violet menarik tangannya. Tapi ganggaman Chandra lebih kuat darinya.


"Dengarkan aku dulu."


"Lepasin." Violet masih berusaha melepas tangannya sampai tampak memerah di pergelangan tangannya.


"Berhenti menarik tanganmu. Itu akan membuatmu sakit. Diam dan dengarkan aku." pinta Chandra.


"Apa?" tanya Violet marah.


"Banar aku memang sering pergi kencan dengan banyak gadis. Aku tau kamu tidak perduli. Dan aku juga tidak memiliki pikiran untuk menyamakanmu dengan mereka, karena kamu sangat jelas berbeda dari mereka yang begitu memujaku. Dan aku tidak bisa menarik ucapanku, akan aku buktikan jika aku akan bisa membuatmu jatuh cinta padaku. Tidak sekarang, tapi aku yakin akan ada saat dimana kamu nanti jatuh cinta padaku. Kamu tidak bisa menolakku untuk berusaha membuktikannya. Chandra Chou tidak pernah gagal mendapatkan apa yang dia inginkan apalagi yang dia perjuangkan sendiri." Chandra kemudian melepaskan tangan Violet.


"What-e-ver!" Violet langsung membalikkan badannya meninggalkan Chandra.


"Gadis galak, Kamu tidak tau aku sangat suka tantangan. Aku semakin tertantang untuk menakhlukkan dirimu. Kamu akan menjadi nyonya di rumah Chandra Chou suatu saat nanti. Pasti akan sangat menyenangkan memiliki istri yang galak dan berpendirian sepertimu. Aku akan mendapatkan anak-anak yang lucu dan cerdas darimu. Hahaa... Membayangkannya saja aku sudah bahagia." ucap Chandra sambil tersenyum dan mengusap sebagian rambut kepalanya.



Chandra Chou.

__ADS_1


__ADS_2