Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Perjuangan Cinta V


__ADS_3

Dua hari sudah berlalu. Setelah kejadian hari itu Kaisar tidak menemuinya sama sekali, sedangkan Violetpun takut untuk sekedar keluar dari dalam kamarnya.


"Nona, mungkin sebaiknya nona minta maaf pada yang mulia Kaisar." ucap Ling tidak tega melihat wajah murung Violet selama dua hari ini.


"Bagaimana aku meminta maaf jika dia saja tidak datang menemuiku."


"Cobalah nona yang menemuinya."


"Tidak Ling. Aku takut justru akan menganggunya dan membuatnya semakin marah." Violet menyandarkan punggungnya diranjang.


Ling merasa tidak tega dengan keadaan Violet saat ini. Dirinya tau bagaimana seluruh istana membicarakan perjodohan Kaisar dengan Putri Xierus, tapi Ling tidak mungkin mengatakannya pada Violet. Justru Ling sedikit lega Violet tidak keluar dari kamarnya selama dua hari ini, setidaknya dengan begitu Violet tidak perlu mendengar berita yang sedang hangat dibicarakan didalam istana.


Disisi lain hati Ling ikut bersedih melihat Violet tiba-tiba tampak begitu rapuh saat ini. Dan dia ingat, bagaimanapun Mark juga sudah berpesan untuk membantu dan menjaga Violet.


"Nona ayo kita pergi jalan-jalan. Siapa tau akan membuat susana hati nona lebih baik." ajak Ling dengan senyum manisnya. Berharap keputusannya mengajak Violet tidak adalah agar bisa menghiburnya.


Violet berpikir sebentar, lalu menganggukkan kepalanya,


"Baiklah." jawab Violet dengan malas.


Ling tersenyum menyambut tangan Violet dan memeganginya turun dari ranjang.


Ling membawa Violet keluar dari area istrana, membawanya ketepian sungai yang mengalir tidak jauh dari gerbang pembatas istana yang tinggi.


Benar saja, melihat keindahan alam seperti yang ada dibumi, planetnya membuat suasana hati Violet membaik.


"Ling, aku heran kenapa suasana disini hampir sama dengan di Bumi. Hanya saja disini terlihat masih begitu kuno padahal teknologi disini lebih baju daripada Bumi." Violet membuka suara sambil memejamkan kedua matanya, memasukkan oksigen sebanyak-banyaknya untuk mengisi rongga paru-parunya.

__ADS_1


"Kaisar kelima, yaitu kakek Kaisar Ri Kay Ray dulu adalah orang yang sangat mengagumi Bumi karena diantara planet lainnya Bumi adalah panet yang paling indah dan memiliki kekayaan untuk kehidupan penghuninya. Sedangkan dulu planet ini hanya dipenuhi air dan es. Tanah dan tumbuhanpun sangat sedikit, dan planet ini cukup gelap. Suatu ketika dihari ulang tahunnya Kaisar ke lima mendapatkan hadiah dari sahabatnya, yaitu Kaisar planet Jupiter. Ia mendapatkan sebuah kapal induk yang kemudian mewujudkan keinginannya untuk pergi ke Bumi. Ia membawa serta istri dan pangeran Ri Yuan Lou, yaitu ayah dari Kaisar Ri Kay Ray.


Kemudian disana Pangeran Ri Yan Lou jatuh cinta dengan seorang gadis dan mereka menikah, kemudian memiliki putra yaitu Kaisar Ri Kay Ray. Akan tetapi setelah 20 tahun pernikahannya, Pangeran tergoda dengan seorang wanita jahat, yaitu putri dari Raja bangsa Ariexsus."


"Bangsa Ariexsus? Yang menyerang planet ini dan berhasil melukai Kaisar?" potong Violet.


"Benar nona bagaimana nona tau cerita itu?"


"Kak Mark dan Kak Gia pernah mengatakannya padaku."


Ling menganggukkan kepalanya, kemudian melanjutkan ceritanya sambil berjalan, "Penyerangan itu atas rayuan istri Pangeran Ri Yuan Lou sendiri yang ingin mengambil alih tahta yang jatuh pada Kaisar Ri Kay Ray dan mereka ingin menguasai planet ini. Mereka ingin mengambil alih kekayaan Neptunus hasil perjuangan Dewi Amor yaitu ibunda Kaisar di planet ini. Bahkan Pangeran hingga saat ini masih ada dalam pengaruh Wanita jahat dari Ariexsus itu."


"Lalu bagaimana dengan ibu Kaisar?" Violet yang sudah dipenuhi rasa penasaran, menghentikan langkahnya.


Ling menoleh pada Violet, Mengambil nafas panjang lalu melanjutkan ceritanya,


"Jadi yang membangun planet ini sampai seperti ini bahkan sangat mirip dengan Bumi ini adalah ibu dari Kaisar?"


"Benar nona. Setelah kematian ibunya Kaisar Ri Kay Ray yang melanjutkan perjuangannya. Tapi lihatlah seluruh rakyat begitu mencintainya. Tidak ada yang gagal dari setiap usahanya, seperti mendiang ibunya dulu. Ibu dari Kaisar adalah inspirasi dan teladan bagi kami wanita Naptunus."


"Jadi, Ling apakah selain aku dan ibu Kaisar ada manusia Bumi juga yang pernah sampai kesini?"


"Saya tidak tau nona. Sebelumnya saya hanyalah pelayan milik pangeran Mark. Saya tentu tidak mengerti hal-hal sepenting itu."


Violet mengangguk, memahami posisi Ling.


"Nona lihat ini!" Ling menunjukkan bunga yang merambat menutupi bebatuan.

__ADS_1


Violet tersenyum kemudian berjongkok dan memetik kuncup bunga yang belum mekar,


"Ini bunga melati Ling."



"Benar nona. Bunga ini adalah bunga yang sangat disukai pada wanita. Bunga ini selalu digunakan untuk ritual mandi bagi para calon pengantin."


"Oh ya? Di bumi juga begitu Ling. Selain untuk mandi pengantin, bunga ini juga akan dirangkai dan dihias dikepala pengantin."


"Benarkah nona?"


"Benar. Dan hampir disepanjang ritual pernikahan selalu ada bunga ini. Itu salah satu adat dari bagian wilayah Bumi yang bernama pulau Jawa. Di Bumi ada begitu banyak macam ritual pernikahan yang berbeda disetiap wilayah . Tapi semua ritual itu memiliki makna yang baik."


"Nona aku ingin sekali melihatnya di Bumi. Tapi tidak mungkin bisa. Aku hanyalah pelayan disini."


"Jika bisa aku ingin membawamu serta ke Bumi Ling. Aku sangat menyukaimu, terima kasih sudah selalu menemaniku." Violet kemudian memeluk Ling.


"Nona kenapa memelukku?" suara Ling serak, menahan tangis.


"Kenapa? Apa kamu tidak suka?"


"Bukan nona. Seumur hidupku tidak pernah dipeluk siapapun selain ibuku. Dan aku hanyalah pelayanmu, tapi kenapa nona memelukku?"


"Aku menganggapmu sahabat. Bukan hanya pelayan."


"Nona, terima kasih. Aku tidak akan melupakan semua kebaikanmu." ucap Ling yang justru semakin menanggis.

__ADS_1


__ADS_2