Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Pengorbanan Cinta IV


__ADS_3

Kaisar memandangi kamar yang masih dengan jelas tercium aroma wangi bunga melati yang sering Violet pakai untuk aroma terapi saat mandi.


Kaisar duduk diatas ranjang besarnya, meremas selimut yang sebelumnya dipakai oleh Violet untuk membungkus rapat tubuhnya yang kedinginan usai membahayakan nyawanya sendiri untuk menguras habis energi dingin dari tubuh kaisar.


"Kamu selalu saja begini. Datang dan pergi semaumu. Apa begitu sulit untukmu percaya padaku?" bisik Kaisar, matanya sudah mulai berkaca-kaca.


Kaisar kemudian membuka kotak perhiasan dari mendiang ibunya yang ia berikan pada Violet. Dengan lembut ia mengusap 1 set perhiasan yang telah dikembalikan Violet tanpa sepatah katapun. Tiba-tiba kelebatan bayangan ingatannya muncul. Ingatannya yang selama ini hilang, yaitu ingatannya tentang seluruh perjalanannya keplanet bumi, hingga akhirnya terhenti pada saat pertama kali dirinya bertemu dengan Violet.


FLASH BACK ON


Sindy membuka pintu ruangan besar dilantai tertinggi gedung pusat Neptunecorps.


"Mr. Kay anda nanti malam anda memiliki jadwal menghadiri acara Neptuneawards yang akan disiarkan distasiun televisi milik Mr. Wijaya. Apakah anda akan datang?"


"Oke, aku akan datang."


"Undangannya pada jam 21:00."


"Catat dan ingatkan aku nanti. Selain itu apa jadwalku hari ini?"


"Mr. Kay ada rencana meninjau perusahaan tambang bersama dengan sekretaris Mike."


"Siapkan jet sekarang dan kabari Mike untuk segera sampai agar aku bisa kembali tepat waktu dan menghadiri acara nanti malam."


"Baik Mr. saya permisi."


"Hemmm..." Kay berdehem tanpa memandang Sindy.


_ * * * _


Setelah perjalanannya meninjau tambang yang berada diluar pulau Kay kembali dan bersiap datang keacara perusahaannya tepat waktu. Kay datang disambut oleh puluhan wartawan yang bersiap meliput acara tersebut, kilatan cahaya dari kamera-kamera canggih berebut menyambar wajahnya.Setelah menyapa dan menjawab beberapa pertanyaan paparazi Kay diiringi 4 bodyguard melanjutkan langkahnya menuju lokasi acara


didalam studio.


Kay duduk dikursi VVIP. Kay tampak paling muda diantara semua tamu kehormatan.


Acara dimulai dan terlaksana dengan meriah sampai akhirnya sebuah sesi dimana nama Violet disebut oleh MC dengan suara lantang sebagai pemenang nominasi dalam kategori model terlaris tahun ini.


"Beri tepuk tangan yang meriah untuk pemanang kita, Xing Arshine Violet..!"


Dengan langkah anggunnya naik keatas panggung, jangan lupa dengan senyum manisnya.



Violet tiba diatas panggung disambut dengan bersalaman dengan dua orang MC tersebut.


Dua orang perwakilan memberikan piala serta buket bunga untuk Violet.


"Wahaaa.. Selamat untuk Arsine Violet sudah menjadi pemenang, mengalahkan nominator lain. Bagaimana kabarnya?" tanya MC wanita berbasa-basi.


"Baik." jawab Violet singkat dan dengan senyum mengembang dibibirnya.

__ADS_1


"Kita tau saat ini kamu menjadi model yang sedang naik daun. Apa pendapatmu tentang pencapaianmu ini?"


"Tidak ada pencapaian yang didapat tanpa dukungan oleh orang-orang tercinta. Ku ucapkan terima kasih atas mereka yang mendukungku hingga sampai dititik saat ini. Terutama untuk ayah dan bunda, juga untuk kakakku tercinta yang sudah mengenalkanku dengan dunia modeling, mengajariku dengan sabar. Terima kasih untuk semua team yang selalu bekerja sama dengan baik. Terima kasih." Violet menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Sementara kehebohan terjadi diatas panggung atas kemenangan Violet, dideretan kursi tamu ada sepasang mata yang sejak tadi tidak melepaskan pandangannya dari Violet.


Sejak Violet naik keatas panggung matanya menangkap tanda yang samar didahi Violet. Tentu saja tanda tersebut tidak akan bisa dilihat oleh semua orang.



"Mungkinkah dia?" pikir Kay dalam diamnya.


"Ibunda, mungkinkah gadis itu yang ibunda maksudkan?" Kay tenggelam dalam pikirannya sendiri.


Hingga acara selesai Kay masih terdiam merenung. Entah bagaimana dia harus memulai untuk mengenal gadis yang baru saja ia lihat.


Didalam mobil Kay meminta Mark mencari semua informasi tentang diri Violet.


"Mark, cari tau dia. Jangan ada yang terlewat satupun!"


"Maaf Mr. yang anda maksud siapa?"


"Gadis pemenang nominasi tadi. Violet."


"Baik Mr. saya akan meminta Suzu mencari tau data tentang dirinya terlebih dahulu."


_* * *_


Esok Harinya Dikantor Neptunecorps


"Salam yang mulia Kaisar." sapa Suzu dengan membungkukkan badannya sebagai penghormatan.


"Kita tidak sedang berada di Neptunus. Disini panggil aku Mr. Kay!"


"Maafkan saya Mr. Kay, saya tidak akan mengulanginya."


"Jangan terlalu formal padaku, kamu adalah adik Mark jadi kau juga adikku sekarang. Tapi kita baru bertemu sekarang."


"Terima kasih atas kehormatan yang Mr. Kay berikan padaku."


"Hemm..." Kay menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana dengan perintah Mr. Kay tadi malam?" tanya Mark.


"Sudah siap semua disini." Suzu menunjukkan tablet canggihnya pada Mark.


Suzu kemudian menyerahkannya pada Kay, setelah menerima tablet dari Suzu, Kay duduk disofa.


Kay serius memperhatikan layar tablet itu.


"Mark kosongkan jadwalku hari ini. Jika pertemuan penting maka kamu yang mewakiliku."

__ADS_1


"Baik Mr."


"Dan kamu Suzu ikut denganku. Mendatangi tempat dimana dia sekarang."


"Baik Mr." jawab Suzu dengan semangat, ini adalah sebuah kesempatan bagi Suzu untuk mengabdikan dirinya membantu Kaisar kebanggaan bangsa Neptunus.


Kay bangkit dari duduknya,


"Kita berangkat sekarang." ucapnya sambil menyerahkan tablet milik Suzu.


_ * * * _


Didalam mobil saat perjalanan mencari Violet tiba-tiba Suzu terkejut mendapati sinyal GPS ponsel Violet yang berhasil lacak berjarak sangat dekat dengannya.


"Mr. Dari jejak GPS nona Violet sedang berada tidak jauh dari tempat ini." Suzu memperhatikan dengan jelas layar yang ada ditangannya.


Kay menoleh pada Suzu,


"Pastikan dulu tingkat keakuratannya."


"Benar Mr. saya tidak mungkin salah."


Suzu melihat sekitar pinggir jalan dari dalam kaca mobil.


"Berhenti!" perintah Kay tiba-tiba membuat supir mengerem mobil dengan mendadak.


Pandangan Kay tertuju pada dua orang gadis yang tengah asyik berpose dan mengambil foto mereka secara bergantian dipinggir jalan.



"Apa yang dia lakukan disitu?" gumam Kay.


"Mereka sedang berfoto Mr. Mungkin untuk diupload disosial media mereka. Sebagai model papan atas pasti mereka memiliki banyak follower."


"Apa tidak ada tempat lain selain dipinggir jalan?"


"Mr. Manusia itu memiliki sifat yang unik. Mereka menyukai segala sesuatu yang berbeda dan baru. Seperti halnya yang sedang mereka lakukan saat ini."


"Lain kali aku tidak akan membiarkan dia melakukan hal bodoh itu." ucap Kay dengan kesal.


"Mr. apa anda tidak ingin turun dan menyapa mereka sekarang?"


"Apa menurutmu ini tempat yang tepat untuk berkenalan?"


"Biasanya orang disini tidak perduli tempat untuk mereka berkenalan."


"Tidak. Aku punya cara untuk mengenalnya."


Kay mengambil ponsel disaku jas hitamnya kemudian menelfon.


"Mark, buatkan aku janji dengan kakak Violet nanti malam!" Kay langsung memutuskan sambungan telfonnya tanpa menunggu jawaban Mark.

__ADS_1


FLASH BACK OFF


"Violet aku mengingatmu. Aku mengingat tentang kita." bisik Kaisar disela air matanya.


__ADS_2