
Puas Violet berkeliling berbagai tempat dihutan Neptunus. Bahkan ia melihat sendiri bagaimana kijang maupun kambing berlarian bebas dipadang rumput. Pengalaman ini membawa Violet pada sebuah kesadaran bagaimana dirinya menjadi salah satu manusia yang kurang begitu peka dan perduli dengan rusaknya lingkungan juga planet tempat tinggalnya.
Gia mengajaknya kembali dan mengantarkannya.
Sementara didalam kamarnya Kaisar cemas mencari keberadaan Violet.
"Salam yang mulia Kaisar." Sapa Gia begitu melihat Kaisar yang berdiri membelakangi mereka.
"Virgia. Kau bersama Violet?"
"Benar yang mulia. Tadi saya melihat nona Violet berjalan sendiri disekitar istana jadi saya mengajaknya berkeliling."
"Lain kali jika mau pergi bicara padaku." ucap Kaisar kemudian sambil menatap Violet dengan perasaan lega.
"Baiklah. Maafkan aku."
"Saya ijin kembali."
"Hemm pergilah." jawab Kaisar tanpa mengalihkan pandangannya dari Violet.
"Kemari!" perintah Kaisar sambil memberi kode mendekat dengan jarinya.
Violet melangkah pelan, dan ragu.
Greppp...
Kaisar memeluk erat Violet. Violet hanya terdiam sembari menikmati detak jantungnya yang tiba-tiba berpacu sangat cepat.
"Lain kali bicaralah jika ingin pergi. Jangan menghilang. Aku takut kamu pergi dan tidak kembali padaku." ucap Kaisar sambil membenamkan wajahnya diceruk leher Violet.
Jantung Violet semakin tidak terkontrol mendengar pengakuan tulus Kaisar.
"Jika aku pergi dan tidak kembali apa yang akan kau lakukan?"
"Aku akan mencarimu sampai ketemu."
"Jika aku bersembunyi dan tidak bisa kamu temukan?"
__ADS_1
"Aku akan menghancurkan semua tempat untuk menemukanmu."
"Itu sadis sekali."
"Jangan buat aku sadis dengan kehilanganmu." Kaisar kembali mengeratkan pelukannya.
"Emm... Kaisar bisa tolong lepaskan pelukanmu. Dadaku sangat sesak."
"Tidak. Sebelum kamu berjanji!"
"Aku janji."
Kaisar mengurai pelukannya.
"Kemari." Kaisar membimbing Violet menuju ranjang tidurnya.
"Kemana ranjangku?"
"Aku sudah menyuruh pelayan untuk membuangnya."
"Ke-kenapa?"
"Tidak! Aku tidak mau. Lebih baik tidur dikandang kambing daripada bersamamu."
"Apa kamu sungguh-sungguh dengan ucapanmu? Jika iya maka aku akan memerintahkan pelayanku untuk mempersiapkan tempat tidurmu disana."
"Kau! Menyebalkan!"
Violet menghentakkan kakinya kesal dan duduk ditepi ranjang memutar otaknya mencari akal untuk menghindari perintah Kaisar.
"Hentikan pikiranmu itu. Percuma kamu berpikir untuk mengelabuhiku. Aku tidak akan berubah pikiran."
Ucapan Kaisar membuat Violet diam dengan mulut yang mengangga karena tidak menyangka Kaisar bisa membaca pikirannya.
"Bersihkan dirimu dan kita makan."
"Pelayan!" teriaknya kemudian.
__ADS_1
Ling dan 3 pelayan lainnya masuk.
"Bantu mandikan dia dengan bersih. Lalu bantu dia memakai pakaian terbaik untuk menemaniku makan malam nanti."
"Aku bisa mandi sendiri." sahut Violet.
"Kamu tidak bisa mandi sendiri dengan bersih. Jika kamu tidak mau dibantu mereka maka aku yang akan membantumu mandi." tegas Kaisar yang seketika membuat nyali Violet menciut untuk membantah.
"Baik yang mulia." jawab Ling sambil menunduk.
Kaisar membalikkan tubuhnya dan pergi.
"Ling kau lihat itu? Dia selalu saja seenaknya mengaturku. Aku maraaaaahh...!!" teriak Violet diakhir ucapannya.
"Nona, Kaisar memiliki wewenang mutlak atas apapun. Sebaiknya nona jangan suka membantahnya. Menurutku semakin nona membantah yang mulia Kaisar, maka dia akan semakin mempersulitmu."
"Tapi aku tidak suka diatur seenaknya seperti itu Ling. Dan kamu membelanya." sungut Violet sambil melirik tajam.
"Nona maaf. Aku hanya mengatakan yang menurutku benar. Sekarang ayo mandi. Sudah disiapkan disana."
Violet diikuti Ling menuju tempat pemandian yang sudah penuh dengan busa didalamnya.
Setelah melepaskan pakaiannya Violet berrendam didalam bak mandinya. Sambil menikmati wangi bunga yang lembut.
"Benarkah dia akan menikahiku? Kay nikahilah aku tapi di Bumi. Dihadapan ayah dan bundaku. Kak Lisa aku merindukan kalian." bisiknya, tanpa terasa sebutir air matanya mengalir lembut membelai pipi mulusnya.
_ * * * _
Kaisar sudah siap berada ditempat mereka makan. Tidak lama kemudian Violet juga sampai diantar oleh Ling dan 3 pelayan lainnya.
Kaisar menatap Violet dengan bahagia, senyum manis tersungging disudut bibirnya.
"Calon permaisuriku." batinnya dengan mata tidak lepas mengawasi Violet yang tampak cantik dengan pakaian berwarna hijaunya.
Violet membalas tatapan Kaisar. Tidak mampu dia membohongi dirinya bahwa matanya begitu terpesona dengan Kaisar yang sejak di Bumi membuatnya mengenal arti cinta.
__ADS_1
"Dia melupakan kenangan kami dibumi. Tapi sikapnya sama dengan dirinya yang dulu. Kay CEO Neptunecorps ataupun Kaisar Neptunus tetaplah sama. Dia adalah Ri Kay Ray yang aku cintai." batin Violet.