
Pesawat yang Violet tumpangi sudah semakin dekat dengan Bumi. Pesawat-pesawat yang lebih kecil dipersiapkan untuk perjalanan lanjutan ke Bumi.
Violetpun sudah kembali lolos anak pesawat yang akan membawanya keatas kapal besar yang sudah bersiap ditengah lautan. Dengan kendaraan super canggih mereka perjalanan Neptunus sampai ke Bumi hanya butuh waktu 2 hari.
_* * * _
Di Neptunus
Sudah 3 hari Violet hilang tanpa jejak. Tidak satupun menyadari kepergian Violet ke Bumi dengan menyelinap kedalam kapal induk.
Sementara Gia binggung mencari akses dirinya yang hilang.
Gia mendatangi pusat khusus informasi dirinya untuk diblock takut jika ada kebocoran rahasia tentang dirinya melalui kartu aksesnya.
"Untuk sementara block kartu aksesku sampai aku kembali menemukannya!" perintah Gia pada bagian keamanan.
Beberapa saat bagian keamanan memeriksa kartu akses milik Gia dan menemuka fakta bahwa kartu itu telah sampai di Bumi bahkan sudah melewati proses pengecekan akses terakhir yang berarti pemakainya telah selesai dalam perjalanannya.
"Dokter Gia. Ada yang aneh dengan kartu akses milik anda. Kartu akses anda telah digunakan untuk perjalanan ke Bumi." ucap petugas tersebut sambil menunjukkan layar kaca didepannya.
"Apa? Tidak mungkin. Kamu lihat sendiri aku berada dihadapanmu sekarang." tegas Violet yang kemudian dengan rasa penasarannya membaca rute dan akses apa saja yang telah digunakan.
"Oh Ya ampun.. Jangan-jangan Violet,-" Virgia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Periksa ulang, sambungkan dengan pesawat induk, dan minta mereka memeriksa siapa saja dan kemana saja penumpang yang ikut didalam misi kemarin!" perintah Gia dengan panik.
"Dokter, itu setidaknya butuh waktu satu hari."
"Aku tidak perduli. Selesaikan secepatnya dan laporkan padaku." ucap Gia sambil bergetar.
Gia dengan cepat kembali ketempatnya bekerja, hanya tempat itu yang bisa membuatnya menenangkan diri dan berpikir dengan jernih.
"Yaa ampun Vi, jangan sampai kamu melakukan seperti yang aku pikirkan sekarang." ucap Gia panik, tubuhnya gemetar, dan peluh mengalir keningnya.
__ADS_1
"Semoga saja salah. Semoga saja kamu tidak melarikan diri Vi, jika sampai terjadi entah bagaimana nanti kami menghadapi Kaisar." meskipun hati Virgia sangat yakin Violetlah yang menggunakan kartu aksesnya untuk kabur dan kembali ke Bumi tapi pikiran Gia tetap berharap itu tidak terjadi.
_ * * * _
Di Bumi
Kapal yang mengangkut Violet dan binatang serta tumbuhan yang akan dikembalikan ke Bumi sudah menepi. Akses terakhir bagi Violetpun sudah ia lewati dengan lancar. Sebelum sampai pintu terakhir kapal Violet terlebih dahulu membuka pakaian keamanan yang menutupi dirinya selama perjalanan. Violet kemudian membawa membungkus rapi pakaian itu dan meletakkannya ditempat yang mudah ditemukan oleh bangsa Neptunus yang bekerja dikapal tersebut.
Violet melangkahkan kakinya ditanah, di Bumi, diplanetnya.
Violet menghirup udar yang ada di Bumi dengan kuat untuk menumpahkan segala kerinduannya pada tempat bagi dirinya yang sesungguhnya.
Sesaat hatinya terasa nyeri mengingat Neptunus, Kaisar, dan masalah yang akan timbul karena pelariannya. Air matanya mengalir lembut dan dengan cepat ia hapuskan dengan ibu jarinya.
Sekarang ingatannya tertuju pada tiga orang yang sangat ia rindukan. Ayah, Bunda dan Lisa.
"Ayah, Bunda, Kak Lisa, Vio kembali. Aku merindukan kalian." ucapnya lirih kemudian dengan segera bergegas kembali kerumahnya.
"Pak, berhenti diminimarket depan ya. Saya ingin membeli Mie Instan Cup." pintanya pada sopir taksi tua yang ia tumpangi.
"Baik non." supir taksi itu kemudian memarkirkan mobilnya didepan minimarket.
Violet mengambil 1 cup mie instan dan menyeduhnya juga sebotol air mineral.
Setelah membayar dikasir, Violet duduk dikursi depan minimarket tersebut untuk memakan mie instannya.
Violet dengan cepat melahap 1 cup mie instan tersebut, dan kemudian berdiri untuk kembali kedalam mobil taksi yang ia tumpangi.
"Violet!" Violet menoleh sumber suara yang memanggil dirinya.
"Kau? Kenapa disini?" tanya Violet menunjuk sosok yang ada dihadapannya.
Greepp...
__ADS_1
Tiba-tiba orang itu melangkah maju dan memeluk erat Violet tanpa perduli tempat dan banyak pasang mata melihat mereka.
"Lepasin!" pinta Violet sambil berusaha mendorong tubuhnya tapi gagal.
"Aku merindukanmu." ucapnya dengan suara serak sambil mengeratkan pelukannya.
"Lepaskan kita jadi bahan perhatian orang!" pinta Violet dengan suara lebih lembut untuk mengimbangi emosional orang yang tengah memeluknya agar lebih tenang.
Dia kemudian melepaskan pelukannya.
"Apa yang sedang kamu lakukan disini?"
"A-aku tadi dijalan lapar jadi membeli mie instan cup untuk mengganjal perutku." jawab Violet sambil menunjuk bungkus mie Instan bekasnya.
"Masih lapar? Ayo makan denganku. Jangan makan makanan tidak sehat itu." ajaknya sambil memegang tangan Violet.
"Tidak perlu, terima kasih. Aku sudah cukup kenyang."
"Violet, apa kamu sedang sakit? Kenapa tanganmu dingin sekali?"
"Ahh ini, aku hanya sedikit kedinginan."
"Kalau begitu ayo kuantar pulang."
"Tidak perlu. Aku naik taksi."
"Itu?" tanyanya sambil menunjuk taksi yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka.
"Benar." jawab Violet menganggukkan kepalanya.
Dia melepaskan tangan Violet dan berjalan menuju taksi yang tadi Violet tumpangi.
Entah apa yang dia bicarakan dengan supir taksi itu. Dia kemudian memberikan beberapa lembar uang pada supir taksi itu, kemudian taksi meninggalkan tempat itu. Dan Violet baru sadar jika orang itu sudah membayar tagihan taksinya dan menyuruh supir taksi itu meninggalkannya.
__ADS_1